Profil dan Penerapan Budaya Kerja Perusahaan Di PT. Bank "X" Cabang Cipinang, Jakarta

Djatimoeda, Moebarick, Ahmad, Salim (1996) Profil dan Penerapan Budaya Kerja Perusahaan Di PT. Bank "X" Cabang Cipinang, Jakarta. Masters thesis, IPB.

[img] Microsoft Word
MOEBARICK_AHMAD_SALIM_DJATIMOEDA_RE.doc - Published Version

Download (47kB)
[img]
Preview
PDF
R9_01_MoebarickAhmadSalimDjatimoeda_cover.pdf - Published Version

Download (341kB)
[img] PDF
R9_02_MoebarickAhmadSalimDjatimoeda_Bab2DST.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
R9_02_MoebarickAhmadSalimDjatimoeda_RE.pdf - Published Version

Download (362kB)
[img]
Preview
PDF
R9_03_MoebarickAhmadSalimDjatimoeda_DaIsi.pdf - Published Version

Download (293kB)
[img]
Preview
PDF
R9_04_MoebarickAhmadSalimDjatimoeda_Bab1.pdf - Published Version

Download (334kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id/

Abstract

PT.Bank "X" adalah Bank Pemerintah (BUMN) yang terbesar di Indonesia dengan 489 cabang di dalam negeri dan 6 cabang di luar negeri serta memiliki pegawai 13.229 orang. Dalam mempertahankan keberadaannya dan memperluas kegiatan usahanya Bank "X" mempunyai keunggulan bersaing yang membedakannya dengan bank-bank lainnya, antara lain adanya Budaya kerja Perusahaan. Hal ini telah diformulasikan secara normatif sejak tahun 1986 dengan 5 Pilar Budaya Kerja, 10 Perilaku Pemimpin dan 8 Perilaku Pegawai. Selanjutnya pada tahun 1994 disempurnakan lagi menjadi 5 Pilar Budaya kerja dan 12 Perilaku Pegawai. Dalam pelaksanaannya selama ini diduga bahwa Budaya Kerja Perusahaan ini belum sepenuhnya diterapkan oleh pegawai, sehingga manajemen perusahaan saat ini ingin mengetahui sejauh mana penerapan Budaya Kerja Perusahaan ini. Budaya Kerja Perusahaan ini menurut Bank "X" merupakan Budaya Organisasi Perusahaan (Corporate Culture). Meskipun demikian diduga banyak menekankan kepada hal-hal yang menyangkut perilaku pegawai. Oleh karenanya sejalan dengan perkembangan dan kemajuan Bank "X" terutama dalam rangka go public (penjualan saham kepada masyarakat), maka manajemen perusahaan menganggap perlu melihat kembali keberadaan Budaya Kerja Perusahaan. Apakah dapat memenuhi tuntutan saat ini dan masa mendatang. Dari latar belakang dan permasalahan di atas, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi Budaya Organisasi yang perlu dikembangkan dan bagaimana profil Budaya Organisasi yang dicanangkan, serta untuk mengetahui bagaimana penerapan Budaya kerja Perusahaan 12 Perilaku Pegawai di PT.Bank "X". 12 Perilaku Pegawai 1. Pegawai selalu melaksanakan tugas dan kewajibannya secara tulus ikhlas dengan berlandaskan pada iman dan takw kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Pegawai selalu menjunjung tinggi dan mentaati Kode Etik Bankir Indonesia dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. 3. Pegawai selalu tanggap terhadap permintaan pasar dan berorientasi kepada pembangunan nasional. 4. Pegawai selalu berupaya memberlkan pelayanan unggul dengan pendekatan bersahabat kepada mitra usaha. 5. Pegawai selalu bekerja atas dasar prioritas dan rencana dengan standar mutu kerja yang tinggi dan realistis. 6. Pegawai selalu peduli terhadap semua permasalahan di unit kerjanya. 7. Pegawai selalu melaksanakan pengawasan melekat dan menindaklanjuti hasilnya. 8. Pegawal selalu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh inisiatif serta bertanggung jawab atas mutu hasil kerjanya. 9. Pegawai selalu melaksanakan komunikasi terbuka dengan saling mengingatkan (asah) saling menghargai (asih) , dan saling membimbing (asuh). 10. Pegawai dalam melaksanakan tugas dan kewajiban selalu dilandasi semangat kebersamaan. 11. Pegawai selalu meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya 12. Pegawai selalu berusaha menjadi acuan bagi lingkungan kerjanya. Untuk mengetahui hal-hal di atas, maka penulis melaksanakan penelitian melalui pustaka, wawancara dengan pihak Kantor Besar dan kantor Wilayah 10 Jakarta, serta penelitian secara studi kasus di PT.Bank "X" Cabang Cipinang, Jakarta. Studi kasus dilaksanakan dengan penelusuran mengenai frekuensi penerapan Budaya kerja oleh pegawai. Untuk itu digunakan kuesioner karakteristik responden (10 pertanyaan/pernyataan), kuesioner penerapan Budaya Kerja (45 pertanyaan/pernyataan). Hasil jawaban kuesioner dirangkum kedalam tabulasi data. Setiap 5 pertanyaan/pernyataan yang mewakili masing-masing 12 Perilaku dibobot menurut pertimbangan penulis dan hasil diskusi dengan pihak perusahaan, selanjutnya disederhanakan dari angka absolut menjadi angka relatif dalam bentuk prosentase penerapan pegawai. Dari hasil analisis data dan informasi yang diperoleh, maka penulis dapat berkesimpulan umum bahwa : 1. Budaya Kerja Perusahaan PT. Bank "X" merupakan Budaya Organisasi formal PT. Bank "X" , yang banyak menekankan kepada panduan bersikap dan bertindak (berperilaku) pegawai dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. 2. Disamping Budaya organisasi formal ( 5 Pilar dan 12 perilaku Pegawai), dalam kehidupan organisasi Bank "X" terdapat juga Budaya Organisasi informal seperti : a. Tipologi Budaya (Praktek Akademi, Kelab, Tim Bisbol, Benteng). b. Praktek Cerita, Ritual, Lambang Materi dan Bahasa/Istilah. c. Kontak pribadi kepada atasan, dapat menimbulkan komunikasi terbuka. Seperti melalui kelompok olah raga, organisasi sosial dan lain-lain. d. Rasa hormat kepada atasan, diaplikasikan dalam bentuk penyambutan dan sapaan. e. Masih ada kecenderungan masing-masing unit untuk kerja sendiri-sendiri. f . Pejabat/pegawai Bank "X" dapat melaksanakan perjamuan terhadap mitra usaha. 3. Secara umum penerapan Budaya kerja (12 Perilaku Pegawai) telah dilaksanakan oleh pegawai PT.Bank "X" Cabang Cipinang Jakarta. 4. Pada kenyataannya masih ada pegawai yang kurang menerapkan Budaya kerja. 5. Seluruh pegawai telah mengetahui keberadaan Budaya Kerja, meskipun demikian masih terdapat sebagian kecil (17%) hanya sekedar tahu (belum mendalam). 6. Sebagian besar pegawai (80%) menganggap Budaya Kerja penting dan hanya sebagian kecil (20%) yang berpendapat hanya diperlukan, tetapi tidak ada pegawai yang menolak Budaya Kerja. 7. Pegawai menghendaki agar dalam mensosialisasikan Budaya kerja selalu diadakan penyuluhan (37%) dan atasan secara konsisten menerapkannya sebagai acuan (34%). 8. Sebagian besar pegawai (74%) telah mengetahui Kode Etik Bankir Indonesia, namun masih ada sebagian (26%) yang hanya sekedar tahu. 9. Kegiatan Gugus Kendali Mutu (GKM) yang dilaksanakan, yang merupakan salah satu sarana untuk menerapkan Budaya Kerja berdampak lebih menonjol sehingga hal-hal yang menyangkut Budaya kerja secara keseluruhan agak terkesampingkan. 10. Kontrol/pengawasan, menjadi ha1 yang sangat penting dan ini disadari oleh pegawai. Terbukti 90% pegawai menerapkannya. 11. Kepedulian pegawai terhadap permasalahan di unit kerjanya masih kurang. Terbukti hanya 65% pegawai peduli. 12. Integrasi/koordinasi kerja masih kurang dihayati. Terbukti hanya 79% pegawai yang menerapkan. Berkenaan dengan kesimpulan di atas, rekomendasi/saran pemecahannya antara lain sebagai berikut : 1. Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan PT. Bank "X" khususnya setelah go public dan untuk menghadapi era globalisasi, maka manajemen perusahaan perlu menata kembali Budaya Budaya Organisasi Perusahaan secara menyeluruh, terdiri dari Budaya Organisasi formal dan informal. 2. Budaya Kerja Perusahaan yang ada saat ini agar tetap dipertahankan sebagai bagian dari Budaya Organisasi PT.Bank "X" ideal/konseptual. 3. Dengan pemikiran bahwa penghayatan pegawai terhadap Budaya Organisasi/Budaya Kerja akan memerlukan waktu yang cukup panjang, maka bentuk-bentuk pensosialisasiannya haruslah berkesinambungan seperti : a. Selalu diadakan penyuluhan (1 kali sebulan). b. Atasan konsisten menerapkannya dalam tugas sehari-hari sebagai acuan bagi lingkungannya. c. Melalui cerita yang dapat membangkitkan keinginan para pegawai untuk meresapi dan menghayatinya. d. Melalui ritual, berupa kegiatan-kegiatan yang berulang-ulang. Misalnya dalam pelayanan: tanggap, senyum, ceria, sapaan, dan terima kasih. e. Melalui simbol material tetap dipertahankan. f. Melalui bahasa sehari-hari. g. Pelaksanaan GKM tetap dipertahankan, namun porsi penyuluhan Budaya kerja tetap diadakan. 4. Kontak pribadi kepada atasan merupakan ha1 yang dapat menjembatani aplikasi komunikasi terbuka, sehingga perlu dikembangkan. 5. Untuk meningkatkan koordinasi kerja yang masih sulit, agar diadakan pengkajian kembali terhadap struktur organisasi yang efesien dan efektif. 6. Rasa hormat kepada atasan cukup wajar sebagai orang timur, namun jangan berlebihan. 7. Masih perlu diberikan dorongan kepada pegawai agar meningkatkan keterlibatannya terhadap permasalahan di lingkungan unit kerjanya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Profil dan Penerapan Budaya Kerja Perusahaan Di PT. Bank "X" Cabang Cipinang, Jakarta
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-6 Perpustakaan
Date Deposited: 02 Jan 2012 12:24
Last Modified: 02 Jan 2012 13:05
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/750

Actions (login required)

View Item View Item