Analisis kinerja keuangan dan tambahan modal kerja pada pt.abc cabang pasar minggu jakarta selatan

Santosa, Husen Sesar (2009) Analisis kinerja keuangan dan tambahan modal kerja pada pt.abc cabang pasar minggu jakarta selatan. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R37-01-Sesar-Cover.pdf - Published Version

Download (391kB)
[img]
Preview
PDF
R37-02-Sesar-Abstract.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img]
Preview
PDF
R37-03-Sesar-Ringkasan.pdf - Published Version

Download (339kB)
[img]
Preview
PDF
R37-04-Sesar-Daftarisi.pdf - Published Version

Download (321kB)
[img]
Preview
PDF
R37-05-Sesar-pendahuluan.pdf - Published Version

Download (637kB)
Official URL: http://elibrary.mb.ipb.ac.id

Abstract

Era globalisasi sekarang ini memberikan dampak perubahan yang sangat signifikan terhadap manajemen setiap perusahaan. Persaingan bisnis tidak lagi terbatas hanya pada persaingan sesama perusahaan di pasar domestik tetapi setiap perusahaan lokal akan bersaing dengan perusahaan asing. Dengan keadaan tersebut menuntut setiap perusahaan untuk memiliki strategi yang lebih efektif sehingga harus mengubah strategi bisnis yang telah diterapkan agar setiap peluang yang ada dapat dikembangkan dan dapat memberikan keuntungan. Keterkaitan ruang lingkup bisnis antar negara menyebabkan setiap perusahaan harus bisa mengantisipasi masalah ekonomi yang ada di negara lain. Setiap negara yang memiliki hubungan kerjasama dengan negara lain yang mengalami krisis ekonomi maka dapat dipastikan negara tersebut akan terkena dampak yang sama dari krisis ekonomi tersebut. Pada dasarnya sektor industri terbagi menjadi dua yaitu sektor riil dan sektor keuangan dimana sektor keuangan meliputi seluruh lembaga keuangan yang mendapatkan dana dari pihak ke tiga. Salah satu sektor riil yang masih dapat bertahan dalam krisis global adalah bisnis ritel yang salah satunya adalah ritel alat tulis kantor (ritel atk). Salah satu perusahaan yang bergerak di bisnis ritel ini adalah PT ABC yang berlokasi di pasar minggu Jakarta Selatan. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan ini adalah terjadinya penurunan penjualan pada tahun 2008. Penurunan penjualan ini menyebabkan perusahaan mengalami penurunan keuntungan atau laba bersih dibandingkan dengan tahun 2007. Kantor pusat menetapkan target penjualan harus mengalami peningkatan sebanyak 20 % pada tahun 2009 sehingga PT ABC membutuhkan pinjaman tambahan modal kerja dari pihak lembaga keuangan. Pada dasarnya perusahaan tidak dapat menggunakan dana dari kantor pusat karena kantor pusat telah memberi tambahan armada kepada PT ABC pada tahun 2007 dan 2008. Dari permasalahan diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan PT ABC dilihat dari aspek likuiditas, leverage, rentabilitas, coverage, aktivitas dan dari aspek analisis vertikal. dalam mendapatkan kredit modal kerja yang dibutuhkan perusahaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan dapat dijadikan rekomendasi atau saran bagi perusahaan dalam mengambil langkah-langkah yang sebaiknya ditempuh agar kinerja keuangan perusahaan pada tahun-tahun berikutnya menjadi lebih baik. Metode yang digunakan dalam melihat konerja keuangan perusahaan dari tahun 2006 sampai 2008 dalam mendapatkan kredit modal kerja adalah dengan analisis rasio, analisis vertikal, dan metode Working Investment (WI). Analisis peramalan untuk peningkatan penjualan sales perusahaan yang akan tercapai pada tahun 2009 adalah menggunakan simlple moving average dengan data penjualan 5 tahun terakhir dan pertumbuhan penjualan ini akan dimasukan kedalam metode perhitungan Working Capital (WI) proyeksi. Dalam melihat hubungan antara sales dan profit perusahaan maka menggunakan metode peramalan regresi linier dengan data penjualan 20 bulan terakhir dan proses pengolahan data menggunakan SPSS (Statistical Package For The Social Sciences) 15.` Metode peramalan simple moving average merupakan salah satu metode peramalan kuantitatif yaitu merupakan metode serial waktu. Pada dasarnya metode ini dapat digunakan pada penelitian ini karena data yang digunakan adalah data penjualan yang digunakan merupakan data serial waktu yang memiliki beberapa pola data historis (data masa lalu) yang memiliki pola data yang berbeda dalam setiap tahun. Data yang digunakan dalam metode analisis simple moving average adalah menggunakan data penjualan 20 bulan terakhir yang memiliki beberapa kombinasi sehingga dapat dijadikan pola data untuk peramalan dimasa yang akan datang Bedasarkan hasil analisis menggunakan metode simple moving average maka hasil peramalan menggunakan penjualan tahun 2009 berdasarkan metode simple moving average dengan N=4 adalah Rp 11.672.029.028 ,- dan penjualan tahun 2008 adalah Rp 12.000.000.000,- sehingga sehingga dari hasil peramalan tidak terdapat peningkatan penjualan tetapi perusahaan akan mengalami penurunan penjualan sebesar Rp 327.970.172,- (penurunan penjualan sebanyak 3 %). Keadaan penurunan penjualan ini menyebabkan perhitungan pemberian kredit berdasarkan analisis Working Invesment (WI) proyeksi tidak bisa dilakukan karena tidak terapat peningkatan penjualan tetapi pihak bank masih bisa melihat jumlah kredit yang dapat diberikan berdasarkan Working Invesment neraca dan normal. Dari hasil analisis berdasarkan WI normal dan neraca terlihat bahwa hasil yang didapatkan untuk jumlah kredit yang dapat diberikan oleh pihak bank adalah sama yaitu Rp 920.000.000,- dan kebutuhan dana tambahan modal kerja yang diperlukan perusahaan adalah Rp 700.000.000,-. Dengan melihat nilai hasil WI normal yang sama dengan WI neraca sudah membuktikan bahwa perusahaan dapat mengelola manajemen perputaran kas, persediaan, dan piutang secara baik sehingga dari segi cash flow perusahaan masih bisa mendapatkan kredit walaupun tidak terjadi pertumbuhan penjualan pada tahun 2009. Dari hasil analisis regresi linier dapat mengetahui berapa keuntungan (profit) yang akan didapatkan pada tahun 2009 jika target peningkatan penjualan 20 % pada tahun 2009 terpenuhi. Dari hasil perhitungan maka bila target penjualan 20 % terpenuhi maka perusahaan akan mendapatkan peningkatan keuntungan dari 2008 sebesar Rp 25.682.200,- sehingga keuntungan perusahaan pada tahun 2009 berdasarkan hasil peramalan adalah Rp 636.014.960,-. Implikasi manajerial yang dapat diberikan kepada PT ABC Cabang minggu dalam bidang financial performance adalah pada dasarnya perusahaan ini masih memiliki kinerja keuangan yang baik walaupun dari sego profit mengalami penurunan pada tahun 2008. Pada sisi manajemen persediaan perusahaan harus lebih berhati-hati dalam melakukan perputaran piutang karena bila dilihat dalri segi kebijakan manajemen perputaran persediaan berada tepat waktu sesuai kebijakan yaitu 90 hari. Dari segi pengelolaan hutang perusahaan maka PT ABC sebaiknya meninjau kembali penempatan hutang perusahaan karena bila dilihat dari hasil analisis leverage hutang jangka panjang perusahaan lebih kecil dibandingkan dengan jangka panjang walaupun perusahaan masih menjalankan bisnisnya dengan lebih banyak menggunakan modal sendiri. Dalam pengelolaan hutang sebaiknya perusahaan harus meninjau kembali komposisi hutang jangka pendek dan jangka panjang perusahaan karena dari hasil analisis leverage terlihat bahwa perusahaan masih memiliki hutang jangka pendek yang lebih besar dibandingkan dengan hutang jangka panjang. Bila dilihat dari segi laporan keuangan dan peramalan menggunakan metode moing average maka perusahaan mengalami peningkatan penjualan sehingga pihak bank dapat memperlihatkan jumlah kredit modal kerja sesuai yang dibutuhkan. Jumlah kredit tambahan modal kerja ini hanya terbatas pada sisi cash flow dan mengabaikan aspek 5 C yang lain yaitu character, capital, capacity, coleteral dan condition sehingga penelitian hanya dapat memperlihatkan jumlah bukan kepastian apakah PT ABC akan mendapatkan kredit tambahan modal kerja tersebut.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ritel, kinerja keuangan, cash flow, simple moving average, tambahan modal kerja, Working Investment (WI), SPSS 15 dan regresi liner Retail, Financial performance, cash flow, simple moving average, additional work capital, Working Investment (WI), SPSS 15, and linier regression.
Subjects: Manajemen Keuangan
Depositing User: Library
Date Deposited: 04 Aug 2011 01:24
Last Modified: 20 Sep 2014 02:03
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/78

Actions (login required)

View Item View Item