Pengembangan Prototipe Software Penunjang Sistem Informasi Manajemen Rural Rearing Multiplication Centre (RRMC) di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor

Muhib, Acep (2001) Pengembangan Prototipe Software Penunjang Sistem Informasi Manajemen Rural Rearing Multiplication Centre (RRMC) di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Masters thesis, Institut pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
R18_01-AcepMuhib-COVER.pdf

Download (319kB)
[img]
Preview
PDF
R18_01-AcepMuhib-RINGKASANEKSEKUTIF.pdf

Download (361kB)
[img]
Preview
PDF
R18_03-AcepMuhib-DAFTARISI.pdf

Download (251kB)
[img]
Preview
PDF
R18_04-AcepMuhib-PENDAHULUAN.pdf

Download (384kB)

Abstract

Agribisnis peternakan merupakan salah satu kegiatan agribisnis yang potensial dan strategis untuk dikembangkan. Melalui pengembangan sektor agribisnis berbasis peternakan dapat ditingkatkan pendapatan penduduk di satu pihak dan dapat dijalankan program diversifikasi komoditas dan produk bahan pangan (daging, telur, susu dan produk olahannya) di lain pihak. Dalam upaya mengurangi resiko produk, resiko produksi, dan resiko pasar yang menjadi kendala pengembangan agribisnis, dikenal konsep agribisnis terpadu, baik secara integrasi vertikal, integrasi horisontal, maupun campuran keduanya. Konsep agribisnis terpadu, khususnya integrasi vertikal sangat relevan diterapkan pada agribisnis peternakan, yaitu memandang peternakan tidak hanya dari iegiatan budidava (on farm activities). melainkan memadukan secara lenakar, kegiatan l j pengadaan saproi;ak (input factor), 2) budidaya (producionj, 3) industri pengolahan (processing), dan 4) pemasaran (marketing), serta 5) jasa-jasa kelembagaan (supporting institution) dalam satu wilayah atau tempat. Proyek Rural Rearing Multiplication Centre (RRMC) atau dikenal dengan Sentra Produksi dan Pengembangan Ayam Buras (SPPAB) merupakan salah satu proyek pengembangan peternakan yang dibuat oleh Dirjen Peternakan Departemen Pertanian. RRMC adalah proyek pengembangan kawasan agribisnis ayam buras di pedesaan yang dirancang khusus sebagai suatu usaha tani yang terintegrasi sejak proses penyediaan sarana produksi (bibit ayam buras, pakan, vaksin), proses produksi telur dan ayam potong (budidaya), proses pengolahan (pemotongan ayam), dan pemasaran, serta kelembagaan penunjangnya dalam satu kawasanlwilayah yang dikelola oleh kelompok peternak ayam buras. Proyek tersebut dibantu oleh pemerintah Jepang dalam pendanaannya. Kecamatan Rumpin merupakan salah satu lokasi Proyek RRMC. Dalam realisasi proyek didapati kelemahan dan kendala. Beberapa kelemahan dan kendala dalam mengelola RRMCI SPPAB tersebut adalah manajemen KUBA (Kelompok Usaha Bersama Agribisnis) yang belum menunjukan kinerja yang baik, walaupun bangun organisasi, prosedur, mekanisme dan pelatihan manajemen telah dilakukan sebelumnya. Hal tersebut banyak berkaitan dengan faktor sumber daya manusia yang belum berpengalaman dan kemampuan kerjasama yang terbatas. Hal lain adalah belum adanya sistem informasi berbasis komputer yang dapat menjadi alat bantu manajemen dalam mengelola usaha secara terpadu dan efisien. Secara lebih jelas, permasalahan yang berhubungan dengan sistem informasi yang dialami oleh KUBA RRMCISPPAB adalah 1) belum memiliki sistem administrasi dan pelaporan, khususnya sistem informasi akuntansi yang dapat menyediakan informasi secara cepat dan akurat dari setiap unit usaha dan kelompok peternak, dan 2) belum memiliki sistem informasi berbasis komputer yang mengintegrasikan setiap unit usaha dalam ha1 transaksi, perencanaan dan operasional produksi berdasarkan permintaan pasar pesanan. Dengan asumsi bahwa sistem informasi berbasis komputer akan menjadi salah satu alat bantu bagi manajer KUBA dalam mengelola usaha secara efektif dan efisien di tengah keterbatasan-keterbatasan yang ada, maka dilakukan rancang bangun prototipe Sistem lnformasi Manajer KUBA RRMCISPPAB. Tujuan dari rancang bangun prototipe tersebut adalah untuk melakukan investigasi terhadap sistem yang berjalan dan melakukan analisis kebutuhan sistem informasi yang diperlukan oleh KUBA RRMCISPPAB. Tujuan lainnya adalah membangun prototipe sistem informasi manajemen berbasis komputer bagi manajer KUBA RRMCISPPAB. Mengingat iuasnya pembahasan dalam ha1 tersebut di atas maka ruang lingkup penelitian dibatasi dalam ha1 investigasi sistem hanya dilakukan pada aspek organisasi, aspek teknis, dan aspek operasional, sedangkan aspek ekonomis tidak dilakukan. Demikian juga pembuatan prototipe dibatasi pada prototipe perangkat lunak yang berfungsi sebagai pencatatan transaksi, perencanaan produksi, dan pembuatan beberapa macam laporan. Implementasi, pengembangan dan penyempurnaan prototipe tersebut perlu dilakukan dalam penelitian lebih lanjut. Rancang bangun prototipe tersebut meliputi tahap-tahap 1) investigasi terhadap sistem yang ada, 2) analisis sistem, 3) rancang bangun sistem, dan 4) pembuatan prototipe. lnvestigasi sistem dilakukan melalui obse~assii stem yang ada (existing system) dan studi kelayakan dari segi organisasi, teknis, dan operasional. Hasil dari investigasi tersebut adalah dimungkinkannya pengembangan sistem informasi berbasis komputer dalam membantu operasional SPPAB Kabupaten Bogor. Mengingat proyek RRMCISPPAB tersebut sepenuhnya baru sehingga operasional perusahaan belum berjalan dengan baik, maka pengembangan Sistem lnformasi berbasis komputer pada RRMCISPPAB tidak sepenuhnya mengacu kepada sistem yang ada (existing system), tetapi juga kepada adaptasi yang dilakukan manajemen terhadap petunjuk teknis yang diberikan, dan kepada sistem informasi yang dibutuhkan manajemen. Analisis sistem mengenai kebutuhan informasi diperoleh dari jawaban yang disampaikan oleh manajer KUBA dan pihak-pihak yang terkait dengan RRMCISPPAB. Di antara kebutuhan informasi tersebut antara lain adalah pengintegrasian datalinformasi transaksi, dan perencanaan operasional unit-unit yang ada seperti unit pembibitan dan penetasan, unit pembuatan pakan, unit pemotongan dan pengolahan, dengan unit usaha pemasaran sebagai sumber bagi manajer KUBA dalam merencanakan produksi dan kegiatan usaha RRMCISPPAB lainnya. Analisis sistem juga telah menghasilkan context diagram (diagram konteks) yang menjelaskan secara logis hubungan entitas-entitas ekternal dengan sistem informasi berbasis komputer yang akan dibangun. Di samping itu, analisis sistem menggunakan Data Flow Diagram (diagram aliran data) yang telah mengidentifikasi tujuh subsistem proses aliran data guna mengembangkan sistem informasi tersebut. Subsistem aliran data tersebut adalah 1) memproses pesanan, 2) memasukkan dan memperbaharui basis data, 3) merencanakan dan membuat draft produksiloperasi, 4) memproses produksiloperasi, 5) memproses transaksi penjualan, 6) memproses transaksi penjualan, dan 7) membuat laporan. Rancang bangun sistem yang dilakukan berdasarkan hasil analisis sistem di atas menggunakan dan menghasilkan Entity Relational Digram (ERD), Hierarchial Proses, dan spesifikasi sistem yang meliputi: a) perangkat keras, b) perangkat lunak, dan c) sumberdaya manusia. Melalui ERD para pengguna akhir dan analis sistem secara bersama dapat melihat interaksi antar data pada sistem informasi yang akan dibangun, sedangkan diagram Hierarchial Proses menggambarkan struktur program secara hirarkis pada sistem yang akan dibangun. Berdasarkan Rancang Bangun tersebut maka dibuat prototipe SIM KUBA RRMCISPPAB sebagai alternatif aplikasi sistem informasi berbasis komputer untuk membantu KUBA RRMCISPPAB dalam melakukan proses transaksi pesanan, pembelian, penjualan, perencanaan produksiloperasi, serta pembuatan laporan-laporan. Prototipe yang dibuat memiliki menu utama yang menggabungkan fungsi-fungsi informasi dan transaksi. Menu Utama terdiri dari sub menu dan sub-sub menu di bawahnya. Penyusunan menu dan submenu tersebut berdasarkan pada hasil rancang bangun sistem dan fasilitas tambahan yang diperlukan agar aplikasi dapat berfungsi dengan baik. Adapun layout (tata letak) menu disesuaikan dengan aspek kegunaan dan kemudahan. Sebagai sebuah prototipe sistem informasi, hasil tersebut baru merupakan suatu prototipe awal dari suatu program aplikasi yang lengkap dan menyeluruh. Prototipe tersebut harus disempurnakan melalui masukan-masukan yang diterima dari pengguna sistem. Untuk itu perlu dilakukan ujicoba sistem baik secara parsial mapun secara menyeluruh bila sistem akan diterapkan. Di samping itu, perlu disusun prosedurprosedur operasional dalam rangka mengimplementasikan sistem yang dibangun. akhirnya perlu dikembangkan sistem informasi yang lebih integratif berbasiskan network interface (antar muka jaringan) agar dapat dihubungkan dengan sistem lain dan sistem di tempat lain

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ayam buras, Rural Rearing Multiplication Centre (RRMC) Kabupaten Bogor, lntegrasi Peternakan, Sistem lnformasi Manajemen, deskriptif, kualitatif, gabungan Siklus Hidup Pengembangan sistem (SDLC) dan Prototipe (Prototyping), Studi Kasus, Perangkat Lunak.
Subjects: Manajemen Sistem Informasi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 03 Jan 2012 11:46
Last Modified: 03 Jan 2012 11:59
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/821

Actions (login required)

View Item View Item