Analisis Perencanaan Laba Pada Usaha Pemasaran Buah Segar Dengan Pendekatan Analisis Biaya Volume Laba dan Strategi Pengembangan Usaha

NOVIERA SARI, IRA (2001) Analisis Perencanaan Laba Pada Usaha Pemasaran Buah Segar Dengan Pendekatan Analisis Biaya Volume Laba dan Strategi Pengembangan Usaha. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r18_01-iraNoveirasari-cover.pdf

Download (324kB)
[img]
Preview
PDF
r18_02-iraNoveirasari-ringkasaneksekutif.pdf

Download (368kB)
[img]
Preview
PDF
r18_03-iraNoveirasari-daftarisi.pdf

Download (282kB)
[img]
Preview
PDF
r18_04-iraNoveirasari-pendahuluan.pdf

Download (391kB)

Abstract

Salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai potensi produksi dan peluang pasar relatif besar, baik di dalam maupun di luar negeri adalah buah buah. Bina Program Ditjen Tanaman Pangan dan Hortikultura Sjaifullah (1997) memproyeksikan bahwa setiap lima tahun pertumbuhan permintaan pasar buah dalam negeri mencapai lebih dari 6 persen.Dari segi konsumsi bahan pangan, buah-buahan mempakan sumber vitamin dan mineral yang penting bagi pemenuhan gizi masyarakat. Hal ini terlihat dari meningkatnya pengeluaran rata rata per kapita yang dialokasikan untuk mengkonsumsi buah-buahan, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Seiring dengan meningkatnya pertambahan penduduk, peningkatan pendapatan (elastisitas pendapatan), dan berkembangnya pariwisata dan industri jasa boga bagi keperluan hotel serta restoran yang memerlukan pasokan buah berkualitas tinggi, prospek permintaan buah-buahan menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat. Ditinjau dari peluang bisnis, meningkatnya permintaan akan buah segar untuk pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri tampaknya memberikan prospek pengembangan usaha pemasaran (trading) buah segar lokal yang cukup baik dan cukup menarik untuk dikaji lebih lanjut. Di pihak lain adanya peluang bisnis yang cukup menjanjikan dalam usaha ini dan semakin terbukanya pasar, menyebabkan tingkat persaingan antar pengusaha buah lokal menjadi semakin tajam. Hal ini mendorong pengusaha buah untuk bemsaha mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih baik dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang dimilikinya secara optimal. Salah satu pelaku a&ibisnis yank telah cukup lama bergerak dalam usaha I pemasaran (trading) buah segar lokaladalah PT. Moena Putra Nusantara (PT. MPN), dimana pemisah ini bertindak sebagai pedagang besar yang memasok kepada pengecer-pengecar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dalam kegiatan opersional perusahaannya untuk tujuan pengembangan usaha PT. MPN tidak terlepas dari pengaruh lingkungan bisnis yang tens berubah. Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis tersebut, maka perlu dilakukan suatu langkah antisipasi melalui suatu perencanaan bisnis agar pemsahaan mampu bertahan dalam menghadapi persaingan. Salah satu alat analisis perencanaan bisnis adalah dengan pendekatan biaya volume laba (BVL). Analisis BVL akan memudahkan pihak pemsahaan melakukan perencanaan laba serta dapat memprediksi tingkat penjualan minimal (BEP) yang harus diperoleh agar tidak memgi dengan target laba tertentu. Selama ini format pelaporan keuangan dilakukan dengan pendekatan full costing, dimana tidak adanya pemisahan antara biaya tetap dan biaya variabel sebagai dasar untuk melakukan analisis BVL. Oleh karena itu perlu dilakukan penentuan suatu model fungsi biaya untuk pemisahaan antara komponen biaya tetap dan biaya variabel. Selain itu menarik pula untuk dikaji faktor-faktor yang mempengaruhi prospek usaha di masa mendatang sehingga diperoleh altematif strategi pengembangan usaha. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis prospek pengembangan usaha pemasaran buah segar PT. MPN, sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah : (1) menganalisis perilaku biaya dan membuat model fungsi biayanya, (2) menentukan jumlah pendapatan minimal yang hams diperoleh PT. MPN agar tidak menderita kerugian, (3) membuat perencanaan laba untuk pengembangan usaha PT. MPN dan (4.) menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan ekternal perusahaan yang mempengaruhi prospek bisnis dan implikasinya dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan usaha. Berdasarkan prediksi penjualan, diketahui bahwa peningkatan jumlah penjualan cenderung berfluktuasi. Kecenderungan pe~ngkatanp enjualan ini pada asumsi bahwa kondisi lingkungan bisnis relatif stabil. Sifat fluktuasi dalam penjualan ini berkaitan dengan musim berbuah lebat dan sedikit. Kondisi ini akan mempengaruhi harga beli dan jual buah segar pada PT. MPN, sehingga mempengaruhi penjualan bersih perusahaan. Estimasi fungsi biaya dengan menggunakan persamaan regresi untuk ketiga kelompok buah segar menghasilkan suatu model fmgsi biaya yang mendekati ketepatan untuk meramalkan kondisi sebenamya dari biaya. Hal ini dapat ditunjukkan oleh besarnya nilai koefisien determinasi yang mendekati satu. Berdasarkan hasil perhitungan terlihat bahwa varibel penjelas yang dijadikan sebagai pemicu biaya, yaitu nilai output (jwlah penjualan) memberikan kontribusi yang signifikan terhadap varibel respon (biaya) dengan tingkat kepercayaan di atas 90 %. Berdasarkan hasil analisis BVL, menunjukkan bahwa PT. MPN pada saat ini memiliki titik impas (BEP) sebesar 107585,2498 dalam unit. Ini berarti jumlah buah segar minimum yang harus tejual sebanyak 107.585 kg buah tiap bulan dengan komposisi sebagai berikut : melon (30.379 kg), semangka (28,.191 kg), pepaya (17.459), nenas (15.191) dan'buah lokal lainnya (16.374 kg) sedangkan pendapatan minimum yang harus diperoleh sebesar Rp 231.584.240,OO per bulan Rp 2.779.010.920,OO dalam setahun. Nilai DOL selama periode yang diteliti meningkat dari 5,645 pada tahun 1999 menjadi 7,460 pada tahun 2000. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan penjualan selama tahun 2000 tidak sebanding dengan peningkatan penggunaan biaya variabel. Nilai rata-rata MIS yang diperoleh pada penode tahun yang diteliti menunjukkan angka 19,342 % (tahun 1999) dan 20,559 % (tahun 2000). Nilai M/S sebesar angka tersebut yang diikuti dengan rasio PN yang rendah (8,506 %) menunjukkan bahwa PT. MPN masih mempunyai tingkat keamanan usaha yang cukup rendah. Ini berarti untuk pengembangan usaha di masa depan perusahaan memiliki resiko yang cukup besar bila tingkat penjualan turun melebihi nilai MIS. Untuk meningkatkan M/S dan rasio PN tersebut, maka strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan peningkatan harga jual yang diikuti dengan perubahan biaya variabel. Apabila perusahaan menginginkan laba sebesar 20 % dari total pendapatan, maka jumlah penjualan minimun yang hams dicapai adalah sebanyak 426.039 kg buah per bulan atau 5.112.468. kg per tahun dengan pendapatan minimun yang harus diperoleh sebesar Rp 927.077.079,50 per bulan. Jumlah penjualan yang ditargetkan ini tidak mustahil dapat dicapai oleh PT. MPN mengingat perusahaan telah memiliki track usaha yang baik dan di samping itu permintaan akan buah segar yang cenderung meningkat. Untuk itu perusahaan perlu mencari peluang-peluang baru bagi pemasaran produknya serta melakukan strategi integrasi vertikal dengan pemasok dalam upaya pencapaian target tersebut. Diasumsikan akan terjadi penlngkatan biaya sebesar 10 % (harga jual tetap) sedangkan perusahaan tetap menginginkan laba sebesar 20 %, maka jumlah penjualan minimum yang hams dicapai adalah sebanyak 864.361 kg buah dalam sebulan dengan pendapatan minimum yang harus diperoleh sebesar Rp 1.860.592.199/bulan. Target penjualan ini sangat jauh melebihi hasil peramalan hingga tahun 2003, dan cukup sulit untuk mengingat bisnis pemasaran buah segar ini sangat berkaitan dengan musim panen buah yang mempengaruhi jumlah produksi buah itu sendiri. Untuk mengatasi ha1 tersebut maka perusahaan melakukan strategi peningkatan harga jual sebesar 25 %, maka target penjualan yang hams dicapai adalah sebanyak 209.121 kg buah per bulan, dengan pendapatan minimum yang hams diperoieh sebesar Rp 587.305.886,60ib~lan atau Rp 7.047.670.639,20/tahun angka ini cukup realistis dan mendekati nilai peramalan penjualan. Hasil analisis GE menunjukkan bahwa daya tank industri agribisnis saat ini berada dalam kategori sedang (skor 3,3792) yang dipengaruhi terutama oleh faktor-faktor konsumen, pertumbuhan pasar tahunan dan intensitas persaingan. Demikian pula dari hasil analisis faktor kekuatan bisnis yang didukung analisis BVL, menunjukkan bahwa PT. MPN kemampuan bersaing dalam industri ini berada dalam kategori sedang (skor 3,5227) yang dipengaruhi terutama oleh faktor pasokan bahan baku, manajemen pemasaran dan kondisi keuangan. Stratepi yang dapat diformulasikan oleh perusahaan dalam posisi demikian adalah melakukan identifikasi segmen pasar untuk mencari peluang perluasan pemasaran produk, melakukan strateg investasi secara selektif melalui integrasi horizontal dan vertikal, mempertahankan sistem/program pemasaran yang telah dilakukan (strategi spesialisasi) dengan menjaga mutu yang tinggi dengan harga bersaing, peningkatan pelayanan konsumen dan meningkatkan promosi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: PT. Moena Putra Nusantara (MPN), Estimasi Biaya, Biaya Tetap, Biaya Variabel, Analisis BVL, BEP, DOL, MIS, Analisis General Electric (GE)
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 03 Jan 2012 12:56
Last Modified: 03 Jan 2012 12:56
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/834

Actions (login required)

View Item View Item