Kajian Pemberdayaan Pengusaha Kecil Agribisnis Melalui Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan (Studi Kasus Pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan Bisnis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah lnstitut Pertanian Bogor)

Rombonang, Alex (1999) Kajian Pemberdayaan Pengusaha Kecil Agribisnis Melalui Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan (Studi Kasus Pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan Bisnis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah lnstitut Pertanian Bogor). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r15-01-alex_rombonang-cover.pdf

Download (358kB)
[img]
Preview
PDF
r15-02-alex_rombonang-ringkasan_eksekutif.pdf

Download (379kB)
[img]
Preview
PDF
r15-03-alex_rombonang-daftar_isi.pdf

Download (320kB)
[img]
Preview
PDF
r15-04-alex_rombonang-pendahuluan.pdf

Download (467kB)
[img] PDF
img-120140319.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-120140542.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-120140738.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Alexander Rombonang, 1999. Kajian Pemberdayaan Pengusaha Kecil Agribisnis Melalui Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan (Studi Kasus Pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan Bisnis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah lnstitut Pertanian Bogor) Di bawah bimbingan Setiadi Djohar dan Imam Teguh Saptono Pemberdayaan Pengusaha Kecil Agribisnis merupakan upaya yang diamanatkan oleh Garis-garis Besar Haluan Negara Tahun 1999-2004 dan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1995. Upaya ini pada dasamya merupakan upaya yang dilakukan secara terus menerus oleh pernerintah, dunia usaha dan masyarakat, dalam bentuk pernberian iklim usaha yang sehat, pembinaan dan pengembangan sehingga Usaha Kecil Agribisnis mampu tumbuh dan memperkuat diri menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Pentingnya pemberdayaan Pengusaha Kecil Agribisnis ini terutama disebabkan karena peran sektor agribisnis yang strategis dalam perekonomian Indonesia. Dimana pada kenyataannya sektor agribisnis ini sebagian besar ditekuni oleh usaha kecil. Pemberdayaan Pengusaha Kecil Agribisnis dapat ditempuh melalui berbagai strategi. Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan merupakan salah satu strategi pemberdayaan, dilaksanakan oleh lnstitut Pertanian Bogor melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Bisnis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah atau lebih dikenal dengan nama Program Garuda 21-IPB. Dalam penelitian ini, masalah yang dikaji adalah : pertama bagaimana pelaksanaan secara empiris upaya pemberdayaan Pengusaha Kecil Agribisnis melalui Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan; kedua bagaimana pengaruh pelatihan terhadap pengernbangan usaha yang dimiliki tenant; ketiga variabel apa saja yang dipengaruhi secara signifikan; keempat variabel apa saja yang seharusnya menjadi prioritas dalam Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan. Ruang lingkup kajian dibatasi pada pengkajian terhadap strategi pemberdayaan melalui Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan yang dilaksanakan Program Garuda 21-IPB, terhadap tenant khusus nasabah PT. Bank Rakyat Indonesia di Sukaburni-Jawa Barat. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode eksperimental. Sebagai Unit Analisis adalah Usaha Kecil Agribisnis tenant, sedangkan sampel sebanyak 20 responden yang berasal dari empat Unit Analisis. Penentuan sampel berdasarkan teknik purposive random sampling. Variabel penelitian terdiri dari variabel pendidikan, pengorganisasian usaha, pemasaran, - kemandirian usaha, peningkatan mutu dan penyerapan tenaga keja. Instrumen penelitian terdiri dari pedoman wawancara dan tiga jenis daftar pertanyaan. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui analisis faktor internal dan ekstemal, analisis struktur industri dan analisis efektivitas pelatihan dengan desain pre test-post test. Berdasarkan analisis faktor internal, ternyata bahwa kondisi internal dari keempat Unit Analisis Penelitian berada pada kategori rafa-mfa. Nilai total skor terboboti antara 2,415 hingga 2,910. Ini berarti bahwa keempat Unit Analisis memiliki kekuatan yang cukup baik untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki. Sedangkan dari analisis faktor eksternal ternyata bahwa Unit Analisis 2,3 dan 4 berada pada kategori sedang dan Unit Analisis 1 berada pada kategori rendah. Pada matrik gabungan (matrik internal-eksternal) temyata bahwa Unit Analisis 2,3 dan 4 berada pada sel V sedangkan Unit Analisis 1 berada pada sel VIII. Berdasarkan analisis struktur industri temyata bahwa sttuktur industri dari masing-masing Unit Analisis cukup kondusif untuk pengembangan usaha selanjutnya. Pada elemen ancaman pendatang baru, Unit Analisis 1 tergolong tinggi, Unit Analisis 2 dan 3 tergolong sedang dan Unit Analisis 4 tergolong rendah. Elemen ancaman produkljasa pengganti, Unit Analisis 1 tergolong sedang dan Unit Analisis 2,3,4 tergolong tinggi. Elemen kekuatan pertawaran pembeli, Unit Analisis 1,3,4 tergolong sedang sedangkan Unit Analisis 2 tergolong tinggi. Elemen kekuatan pertawaran pemasok, Unit Analisis 1,2,3 tergolong tinggi dan Unit Analisis 4 tergolong rendah. Untuk elemen persaingan industri, Unit Analisis 1 dan 2 tergolong tinggi sedangkan Unit Analisis 3 dan 4 tergolong rendah. Berdasarkan analisis efektivitas pelatihan menunjukkan bahwa Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap tiap Unit Analisis. Kenyataan ini disebabkan karena jenis usaha yang berbeda sehingga masing-masing Unit Analisis memiliki kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang berbeda serta adanya perbedaan potensi kewirausahaan dari para pemilik usaha (owner). Pengujian hipotesis pada tingkat signifikansi 95% (a = 0,05) dengan nilai 1,729, menunjukkan : pertama untuk variabel pendidikan, pengorganisasian usaha, pemasafan, kemandirian usaha dan peningkatan mutu, nilai t,,b, berada pada daerah penerimaan hipotesis alternatif (Ha). Ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan terhadap kelima variabel tersebut. Kedua untuk variabel penyerapan tenaga kerja, nilai thitunO berada pada daerah penerimaan hipotesis no1 (Ho). Ini berarti bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan terhadap variabel penyerapan tenaga kerja. Mencermati kelemahan dari setiap Unit Analisis, dari hasil analisis faktor internal, maka Perlatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan merupakan solusi yang cukup baik untuk mengatasinya. Materi Pelatihan memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap Unit Analisis yang merupakan tenant dari program tersebut. Potensi kewirausahaan yang rata-rata baik diduga sebagai pengaruh dari pelatihan yang diikuti. Pengaruh ini terlihat dari pengujian hipotesis untuk variabel pendidikan. Pengaruh pada variabel pengorganisasian tercermin dari indikator tertib administrasi pembukuan dan pembagian tugas. Sedangkan untuk variabel pemasaran, adanya peningkatan penjualan dan laba bersih setiap tahunnya, menunjukkan pengaruh yang signifikan dari program ini. Pengaruh pada variabel kemandirian usaha tercermin dari indikator kemampuan untuk menyediakan bahan baku dan struktur permodalan. Sedangkan untuk variabel peningkatan mutu, tercermin dari indikator pengawasan yang semakin baik dari para pemilik usaha (owner), sehingga produk yang dihasilkan diterima baik oleh konsumen. Kesimpulan terhadap kenyataan tersebut adalah pertama Secara umum Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan memberikan pengaruh positif dalam pertumbuhan dan perkembangan Usaha Kecil Agribisnis yang menjadi tenant dalam pelatihan. Kedua berdasarkan . - pengujian hipotesis dengan tingkat signifikansi 95% (a=0,05), nilai fhhw dari 5 (lima) variabel, yaitu : pendidikan, pengorganisasian, pemasaran, kemandirian usaha dan peningkatan rnutu berada pada daerah penerimaan hipotesis alternatif (Ha). Ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan terhadap kelima variabel dimaksud. Sedangkan untuk variabel penyerapan tenaga kerja, nilai timbmeraoda pada daerah penerimaan hipotesis no1 (Ho). Ini berarti variabel penyerapan tenaga keja tidak dipengaruhi secara signifikan. Ketiga penyelenggaraan Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan sebagai upay.a .p emberdayaan terhadap Pengusaha Kecil memiliki kelemahan-kelemahan yaitu : a) pelatihan ditujukan bagi pengelola Koperasi, Pengusaha Kecil dan Menengah secara umum. Tidak dilakukan spesifikasi terhadap sektor usaha tertentu-b) tahapan pemberdayaan dilakukan hanya pada pelatihan (indoor) dan negoisasi kredit pada pihak PT. Bank Rakyat Indonesia saja. Sedangkan tahapan lainnya yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan karena alasan-alasan teknis; c) rnateri yang diberikan dalam pelatihan bersifat umum. Tidak dilengkapi dengan materi muatan lokal yang merupakan kebutuhan nyata dari para tenant; d) tidak adanya sistern evaluasi terhadap program secara menyeluwh. Sehingga sejauhmana pengaruh pelatihan terhadap perkembangan usaha para tenant tidak diketahui secara pasti. Sedangkan saran konstruktif yang direkornendasikan adalah : pertama mengingat keanekaragarnan jenis usaha, tingkat perkembangan, kemampuan dan masalah yang dihadapi, maka pelatihan sebaiknya dilakukan rnelalui pengelompokkan berdasarkan kesamaan jenis usaha yang dimiliki. Kedua sesuai dengan hakekat pemberdayaan sebagai usaha yang berkelanjutan, rnaka pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya terhenti pada kegiatan pelatihan saja. Kegiatan ini sebaiknya diikuti dengan pernberian jasa konsultansi dan pendampingan untuk jangka waktu tertentu, sebagai satu kesatuan paket pemberdayaan. Ketiga berdasarkan kajian terhadap strategi ini, maka faktorfaktor yang seharusnya menjadi prioritas dalam Pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan adalah :a) akses terhadap perbankan untuk rnengatasi keterbatasan modal yang dimiliki, b) penggunaan teknologi produksi yang sesuai dan efisien, c) Peningkatan rnutu, d) Penyusunan rencana bisnis, e) pengelolaan manajernen usaha secara efisien dan efektif. Keempat dari hasil analisis obyektif, dilakukan sintesis pemberdayaan Pengusaha Kecil Agribisnis melalui pelatihan Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan yang pada dasarnya merupakan penyempurnaan dari program yang telah ada. Sintesis tersebut meliputi : a) pelatihan secara khusus ditujukan bagi para pengusaha, calon pengusaha di sektor agribisnis, b) tujuan pelatihan adalah membentuk wirausahawan di sektor agribisnis yang tangguh dan mandiri, c) sasaran meliputi pembentukan jiwa wirausaha yang tangguh dan mandiri, organisasi usaha yang efisien, kemampuan di bidang pemasaran yang tinggi, kemandirian usaha, peningkatan kualitas usaha dan produkljasa yang dihasilkan serta kemampuan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja secara optimal, d) program pemberdayaan dilakukan melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu : sebelum pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan pasca pelatihan, e) sistem evaluasi program dilaksanakan secara berkala baik internal maupun ekstemal. Secara internal evaluasi dilakukan terhadap materi pelatihan, instruktur dan pendekatan yang digunakan. Sedangkan secara ekstemal melalui monitoring terhadap rnantan tenant dan perrnintaan laporan kemajuan usaha mantan tenant secara berkala untuk jangka waktu tertentu, 9 kerjasama dalam rangka pemberdayaan dilakukan dengan instansi terkait.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: kewirausahaan, koperasi, umk, usaha kecil menengah
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 07 Jan 2012 01:16
Last Modified: 26 Jan 2012 04:33
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/835

Actions (login required)

View Item View Item