Kajian Kemampuan Teknologi Pada Pembuatan Gula Putih di PT Perkebunan Nusantara IX, Surakarta

Johan, Irma Rahmawati (2000) Kajian Kemampuan Teknologi Pada Pembuatan Gula Putih di PT Perkebunan Nusantara IX, Surakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r15-01-irma_rahmawati_johan-cover.pdf

Download (336kB)
[img]
Preview
PDF
r15-02-irma_rahmawati_johan-ringkasan_eksekutif.pdf

Download (400kB)
[img]
Preview
PDF
r15-03-irma_rahmawati_johan-daftar_isi.pdf

Download (383kB)
[img]
Preview
PDF
r15-04-irma_rahmawati_johan-pendahuluan.pdf

Download (371kB)
[img] PDF
img-118114618.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-118114908.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-118115116.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

IRMA RAHMAWATI JOHAN, 2000. Kajian Kemampuan Teknologi Pada Pembuatan Gula Putih di PT Perkebunan Nusantara IX, Surakarta. Di bawah bimbingan E. Gumbira-Sa'id dan Wati Hermawati. Berbagai kendala dalam perkembangan industri gula tebu akhir-akhir ini kiranya telah menyebabkan produksinya cenderung menurun. Kemunduran industri gula dalam negeri yang ditunjukkan oleh produksinya yang cenderung turun selama tahun-tahunterakhir ini telah mendorong impor gula terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan dalarn negeri yang terus meningkat sementara pasok dalam negeri justru cenderung menurun. Apabila hal ini tidak segera diantisipasi maka diperkirakan impor gula ini akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang seiring dengan arus globalisasi. Memasuki era pasar bebas, perusahaan menghadapi persaingan yang semakin tajam, khususnya dari pengusaha luar negeri (gula impor). Untuk itu, perusahaan perlu memanfaatkan teknologi yang ada seoptimal mungkin dengan mengelola komponen teknologi yang terdiri dari perangkat teknologi (technoware), perangkat manusia (humanware), perangkat. informasi (infoware) dan perangkat organisasi (orgaware) melalui manajemen teknologi yang sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diperlukan oleh perusahaan untuk dapat menghasilkan proses atau produk yang kompetitif. Dalam upaya untuk memasuki era pasar bebas melalui pemanfaatan teknologi yang dimilikinya secara optimal, perusahaan perlu mengetahui sampai di mana tingkat teknologinya dan mengkaji strategi teknologi dan bisnis yang tepat bagi pengembangan perusahaan. Berdasarkan kondisi yang sedang dihadapi perusahaan tersebut, maka tesis ini difokuskan pada kajian sebagai berikut: "Bagaimana kemampuan teknologi yang dimiliki PTPN IX dalam rnenentukan strategi teknologi dan strategi bisnis yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan". Tujuan Penulisan penelitian ini adalah: (1) mengkaji penerapan manajemen teknologi proses pengolahan gula tebu, (2) mengidentifkasi faktor-faktor SWOT yang mempengaruhi keberhasilan penerapan manajernen teknologi pembuatan gula, (3) merumuskan beberapa alternatif pengembangan strategi teknologi dan strategi bisnis yang dapat diterapkan perusahaan. Ruang lingkup penelitian adalah pengkajian penerapan manajemen teknologi pada proses pembuatan gula dan merumuskan alternatif saategi dan strategi bisnis di perusahaan dalam upaya memperoleh keunggulan kompetitif di pasar global, sedangkan implementasinya diserahkan kepada pihak manajemen PTPN IX. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan analisis deskriptif. Untuk analisis internal-eksternal perusahaan menggunakan alat analisis matnks IFE, matriks EFE, matriks I-E dan matriks SWOT. Analisis manajemen teknologi menggunakan STMIS (Science and Technological Management Information System) terhadap indikator transformasi teknologi dan kemampuan teknologi. Data diolah dengan program Minitab 11 for Windows dengan alat analisis Mann-Whittney dan Chi-Square. Pengkajian dilakukan terhadap empat komponen teknologi yaitu perangkat teknologi (Technoware), perangkat manusia (Humanware) perangkat informasi (Infoware) dan perangkat organisasi (Orgaware). Dari pengkajian indikator transformasi teknologi di PTPN IX dapat disuguhkan kondisi dari masing-masing komponen teknologi sebagai berikut: (1) Perangkat teknologi (Techoware). Dari pengujian perangkat teknologi untuk membuat gula dapat diketahui kondisi perangkat teknologi untuk membuat gula tergolong antara peralatan manual, bermotor, sampai dengan khusus (median 4). Kondisi tersebut berbeda nyata dengan harapan perusahaan, yakni peralatan bermotor, khusus sampai dengan otomatis (median 5,5). (2) Perangkat manusia (Humanware) dari pengujian berarti perangkat manusia yang dimiliki oleh pemsahaan tergolong antara kemampuan mengeset, mereparasi sampai mereproduksi (median 4). Kondisi tersebut tidak berbeda nyata dengan harapan perusahaan yaknl kemampuan mereparasi, mereproduksi sampai mengadaptasi (median 5). (3) Perangkat informasi (Ifinvare). ITPN IX telah memiliki kemampuan mengunakan fakta, memahami fakta sampai tahap mengeneralisasi fakta (median 6,5). Kondisi ini sesuai dengan yang diharapkan perusahaan yakni kemampuan pada tahap memahami fakta, menggeneralisasi fakta hingga mengkaji fakta. (median 7,5). (4) Perangkat organisasi (Orgaware) yang digunakan perusahaan saat ini sampai pada tahap melindungi menetapkan pola kerja, menciptakan pola ke rja baru sampai melindungi pola kerja (median 4). Kondisi ini belum sesuai dengan kondisi yang diharapkan perusahaan yakni kemampuan pada tahap menstabilkan pola kerja hingga memapankan pola kerja (median 6,5). Dari pengkajian indikator kemampuan teknologi PTPN IX dapat diketahui bahwa posisi perusahaan berada pada median sebesar 2 yaitu sebanding dengan industri gula di Indonesia. Posisi tersebut tidak berbeda nyata dengan harapan perusahaan yaitu memiliki median sebesar 3 yang berarti PTPN IX mengharapkan kemampuan teknologi terbaik dalam industri gula di Indonesia. Berdasarkan hasil kontingensi antara indikator transformasi teknologi dengan kemampuan teknologi dapat diketahui bahwa masing-masing variabel bersifat independent artinya kedua indikator tidak saliig mempengaruhi satu sama lainnya. Peningkatan pemanfaatan perangkat teknologi (technowan) seoptimal mungkin dengan mengintensih pemelihaman dengan time schedule yang ketat, peningkatan kapasitas olah pabrik melalui kajian capacity planning mencari sumber-sumber bahan baku dari pihak ketiga (impor raw sugar) apabila pasokan bahan baku dari petani tidak mencukupi, mengusahakan normalnya harga gula, melaksanakan sistem pembelian tebu sebagai alternatif untuk menarik minat petani dan berusaha memberdayakan Paguyuban Petani Tebu/Koperasi Tebu Rakyat" untuk pemantapan pemasukan bahan baku tebu. Peningkatan dan pengembangan perangkat sumberdaya manusia (Humanware) dengan mengintensifkan pelatihan dan training penyegaran untuk kesiapan karyawan dalam menghadapi perubahan di masa depan. Untuk mengatasi jumlah karyawan yang tidak proporsional pemsahaan dapat melaksanakan pensiun alamiah, dan kepada karyawan yang berminat ditawarkan untuk pindah ke pabrik gula operasional. Diperlukan pula pendayagunaan SDM dalam bidang kehumasan dengan melaksanakan training kehumasan sehubungan dengan citra perusahaan yang sedang tidak menentu. Peningkatan pemanfaatan perangkat informasi (Infonvm) dengan mengembangkan dan menyempurnakan sistem htabase management yang menyangkut sistem penyimpanan data, mengkaji lebih lanjut pengembangan SIM (Sistem Informasi Manajemen) dengan WAN (Wide Area Network) mengembangkan divisi Sistem Informasi Manajemen yang dapat mercbantu mengolah,mengumpulkan data dan mengolah data menjadi informasi yang berguna bagi organisasi secara keseluruhan. Peningkatan pemanfaatan perangkat organisasi (Orgaware) denganmelakukan pengkajian lebih lanjut mengenai struktur organisasi yang efektif untuk menghadapi era globalisasi di mana persaingan semakin ketat. Dalam jangka panjang agar berusaha untuk mengkaji terciptanya sinergi antar BUMN yang memberdayakan semua sumberdaya. Kajian khusus di masa mendatang yaitu adanya departemen Electronic Data Processing (EDP) agar data-data yang diolah menjadi inforrnasi akan lebih efektif dan efisien dan tidak te jadi tumpang tindih antar departemen mengenai inforrnasi. Berdasarkan hasil analisis internal-eksternal perusahaan dengan menggunakan matriks internal-ekstemal diketahui bahwa perusahaan berada pada posisi penciutan. Strategi tingkat perusahaan (grand strategy) yang disarankan adalah strategi efisiensi. Artinya perusahaan dapat tilelakukan efisiensi di semua lini dan berusaha menjual aktiva non produktif serta merubah paradigma dari mengolah tebu menjadi gula menjadi mengolah tebu menjadi berbagai produk yang menguntungkan bola pikir bisnis). Untuk menerapkan grand strategy tersebut beberapa alternatif strategi fungsional yang diperoleh berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan matriks SWOT. Strategi SO yang terdiri dari strategi meningkatkan pendapatan baik secara operasional maupun non operasional. Di samping itu strategi inovasi teknologi perlu dikembangkan dengan menciptakan inovasi baru yang mengarah kepada efisiensi dan efektifitas melalui pemberdayaan fasilitas dan peralatan LITBANG serta kerjasama.dengan perguruan tinggi dan balai-balai penelitian secara terus menerus. Di lain pihak, strategi impor terkendali oleh impor PG juga dapat terapkan dengan memanfaatkan peluang kebijakan impor raw sugar oleh PG serta pemanfaatan raw sugar sebagai alternatif bahan baku guna mengisi idle capacity. Strategi ST melalui usaha-usaha semua pihak agar dapat diterapkan pengenaan tarif Bea Masuk impor gula yang disepakati bersama serta penetapan provenue gula yang menguntungkan petani sampai diterapkannya tarif Bea Masuk impor gula yang wajar. Hal ini mengingat keberadaan industri gula sebagai highly sensitive commodity. Strategi WO melalui efisiensi biaya dengan jalan meminimalkan kenaikan biaya tetap. Sementara efisiensi biaya variabel melalui pengalihan pengelolaan tebu dari sistem IPL menjadi sistem tebu mandiri. Disamping itu pola pikir bisnis dengan cara mengolah tebu menjadi berbagai produk yang dapat mendatangkan penghasilan perlu dimasyarakatkan di lingkungan perusahaan melalui strategi diversifikasi produk. Perlu pula dikaji kemungkinan melakukan strategi joint yentun dengan perusahaan berskala menengah yang lebih canggih guna meningkatkan kecanggihan teknologinya. Strategi WT melalui strategi meningkatkan kas masuk, dimana perusahaan harus menjual aktiva non produktif untuk meningkatkan kas masuk yang akan mengurangi beban bunga karena akan mengurangi kredit modal kerja. Dapat pula diterapkan strategi restrukturisasi organisasi kelembagaan untuk mengatasi ancaman perkembangan luas areal tenam tebu yang semakin menurun dan harga ditingkat petani yang rendah. Pelaksanaan strategi tingkat fungsional difokuskan pada penerapan manajemen teknologi. Manajemen teknologi di PTPN IX relatif baik. Namun demikian dalam menghadapi era globalisasi dimana perubahan yang semakin cepat dan persaingan yang semakin ketat terutama dengan gula impor, maka. upaya penerapan manajemen teknologi masih perlu ditingkatkan lagi sebagai kunci sukses keberhasilan dan keunggulan perusahaan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan perangkat teknologi secara optimal, mengembangkan sumberdaya manusia menjadi lebih unggul dan berdaya saing, mengembangkan system informasi .yang tangguh, melengkapi dan menyempumakan perangkat organisasi. Berdasarkan hasil di atas maka integrasi strategi teknologi melalui strategi Pemanfaatan Teknologi (Technology Exploiter Strategy) dm strategi bisnis melalui Unggul Harga dan Unggul Mutu merupakan saran prioritas integrasi strategi yang dapat diterapkan. Strategi Unggul Harga dapat diterapkan dengan cara meningkatkan efisiensi biaya, menambah kapasitas produksi dan mencari sumber bahan baku terdekat. Sedangkan strategi Unggul Mutu dapat diterapkan melalui penampilan produk yang baik dan nilai yang maksimal. Selama ini IYrPN IX sudah mengutamahan mutu produk gula-nya yaitu dengan menggunakan bahan baku tebu yang bermutu. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada IT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) maka ada beberapa saran untuk perucahaan sepem dipaparkan berikut ini. Dalam rangka meningkatkan teknologi yang digunakan untuk menghadapi daya saing di pasar bebas mendatang perlu dianalisis kemungkinan mengadakan joitn venture dengan perusahaan yang mempunyai tingkat teknologi yang lebih tinggi sehingga dapat menciptakan produk dengan tingkat provitabilitas yang lebih tinggi dan menganalisa kelayakan investasi untuk meregenerasi peralatan yang sudah usang. Mengusahakan harga yang wajar untuk petani guna kelancaran pasokan bahan baku. Pengembangan SIM (Sistem Informasi Manajemen) dengan WAN (Wide Area Network) sepem penggunaan internet untuk memudahkan arus informasi antara kantor pusat di Solo dengan kantor pemasaran di Semarang. Melakukan kajian khusus struktur dan perilaku organisasi dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat melalui informasi yang akurat dan melakukan pemberdayaan LITBANG (R&D) dengan kejasama dengan unit LITBANG, pemerintah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan kemampuan SDM dalam mengelola teknologi tersebut.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kajian Kemampuan Teknologi, Pembuatan Gula Putih, PT Perkebunan Nusantara IX,
Subjects: Manajemen Teknologi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 12 Jan 2012 09:18
Last Modified: 26 Jan 2012 04:41
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/848

Actions (login required)

View Item View Item