Analisis Strategi Pemasaran Furnitur untuk Pasar Amerika Serikat (Kasus di Koperasi Pegawai PT. Sucofindo, Jakarta).

Nasution, Nizwar Hidayat (2001) Analisis Strategi Pemasaran Furnitur untuk Pasar Amerika Serikat (Kasus di Koperasi Pegawai PT. Sucofindo, Jakarta). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r15-01-nizwar_hidayat_nasution-cover.pdf

Download (323kB)
[img]
Preview
PDF
r15-02-nizwar_hidayat_nasution-ringkasan_eksekutif.pdf

Download (357kB)
[img]
Preview
PDF
r15-03-nizwar_hidayat_nasution-daftar_isi.pdf

Download (294kB)
[img]
Preview
PDF
r15-04-nizwar_hidayat_nasution-pendahuluan.pdf

Download (394kB)
[img] PDF
img-120185358.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-120185541.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Nizwar Hidayat Nasution. Analisis Strategi Pemasaran Furnitur untuk Pasar Amerika Serikat (Kasus di Koperasi Pegawai PT. Sucofindo, Jakarta). Di bawah bimbingan Ujang Sumarwan dan Anny Ratnawati. Indonesia perlu untuk meningkatkan penerimaan devisa negara dari sektor non-migas dengan berusaha mencari sumber-sumber devisa baru, selain itu perlu juga untuk memperhatikan wilayah tujuan ekspornya dengan cara melihat besarnya peluang pasar ekspor yang ada. Amerika Serikat memiliki pangsa perdagangan yang besar di pasar dunia dan dalam negeri. Dari segi makro ekonomi, Amerika Serikat masih tetap merupakan negara yang memiliki kemampuan ekonomi cukup besar dan prospek pemasaran produk ekspor Indonesia yang cukup cerah. Pertambahan penduduk dan perekonornian Amerika Serikat menyebabkan kebutuhan akan rumah serta peralatannya seperti furnitur, hiasan rumah dan produk kerajinan lainnya mengalami peningkatan. Produk furnitur (perlengkapan rumah tangga) merupakan salah satu produk yang memiliki prospek yang sangat baik. Saat ini produk furnitur banyak dijumpai baik di pasaran dalam negeri maupun luar negeri. Hal tersebut ditandai dengan adanya produk-produk furnitur yang diekspor oleh Indonesia. Permasalahan yang dirumuskan dalam masalah strategi pemasaran furnitur di KOPSUCOFINDO adalah apakah unit usaha General Trading & EXIM KOPSUCOFINDO telah menyusun strategi pemasaran furnitur berdasarkan faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat berpengaruh pada peningkatan usahanya dan apakah strategi pemasaran furnitur yang dilakukan sekarang masih dapat dipertahankan atau perlu dibuat alternatif strategi pemasaran baru agar produk dapat memenangkan persaingan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis strategi pemasaran furnitur yang telah dilaksanakan selama ini oleh unit usaha General Trading & EXIM KOPSUCOFINDO, mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi, serta menyusun alternatif strategi pemasaran furnitur yang tepat. Hasil analisis SWOT pada KOPSUCOFINDO adalah Kekuatan (Strength), yaitu penerimaan modal yang berjalan dengan kontinyu, hubungan yang baik dengan PT. Sucofindo dan para pemegang sahamnya, kualitas produk yang sangat baik, dan kemitraan KOPSUCOFINDO dengan Usaha Kecil dan Koperasi binaan PT. Sucofindo. Kelemahan (Weakness), yaitu kurangnya tenaga profesional, kelemahan Dada manaiemen dan belum ada program penelitian dan pengembang yang terencana dan terarah. Peluang (Opportunity), yaitu meningkatnya permintaan ekspor, kebijakan pemerintah Indonesia sangat mendukungi bagi kelancaran kegiatan ekspor, pasar global yang berpengaruh paha penurunan tarif impor atau bea masuk barang ke Amerika Serikat, perkembangan teknologi infomasi, dan tidak adanya penetapan pajak ekspor furnitur Indonesia. Ancaman (Threat), yaitu persaingan usaha sejenis, krisis politik dan moneter, kondisi pasar global, biaya transportasi yang semakin mahal.   Berdasarkan hasil pemberian nilai peringkat dan pembobotan tersebut dapat diketahui faktor internal yang memiliki prioritas utama untuk diperhatikan terlebih dahulu adalah hubungan baik dengan PT. Sucofindo dan para pernegang sahamnya. Hal ini menggambarkan bahwa hubungan baik tersebut yang mempakan salah satu faktor kekuatan KOPSUCOFINDO harus lebih diutamakan untuk dipelihara keberadaannya. Sedangkan untuk faktor kelemahan adalah faktor kelemahan pada manajemen. Dengan demikian perlu diadakan proses antisipasi lebih lanjut untuk membenahi manajemen yang ada terutama yang menyangkut dalam hal penetapan strategi pemasaran. Faktor eksternal peluang yang memiliki nilai tertinggi dari hasil perkalian antara nilai peringkat yang diberikan dengan pembobotan untuk masing-masing faktor adalah faktor meningkatnya permintaan ekspor produk M t u r untuk pasar Amerika Serikat dan faktor eksternal kondisi pasar global yang berpengaruh pada penurunan tarif impor Amerika Serikat. Hal ini menggambarkan bahwa KOPSUCOFINDO sebaiknya lebih memperhatikan kedua peluang tersebut agar terkonsentrasi pada peluang yang lebii utama berpengaruh positif bagi KOPSUCOFINDO. Sedangkan untuk faktor kelemahan yang memiliki nilai perkalian bobot dan peringkat tertinggi adalah faktor persaingan usaha sejenis yang makin meningkat dan faktor kondisi pasar global yang meningkatkan persaingan pemasaran produk di dunia. Oleh karena itu perlu lebih diperhatikan kedua faktor tersebut agar dalam penetapan strategi pemasaran furnitunya, KOPSUCOFINDO harus mengetahui bahwa &an makin banyak muncul usahausaha sejenis di dalam negeri dan kondisi persaingan dalam ha1 pemasaran produk furnitur dari negara-negara lain di dunia untuk pasar Amerika Serikat akan semakin ketat. Matriks SWOT akan menghasilkan suatu strategi pemasaran yang dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan usaha untuk dapat mencapai tingkat penerimaan laba yang lebii tinggi. Hal ini sesuai dengan tujuan pemasaran yang hendak dicapai. KOPSUCOFINDO dalam melaksanakan kegiatan usahanya juga bermaksud untuk mencapai hal tersebut. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang perlu dilakukan oleh KOPSUCOFINDO adalah strategi penerobosan pasar (market penetration), yaitu dengan memanfaatkan peningkatan permintaan pasar dengan menyediakan produk yang berkualitas baik, dengan tujuan untuk mencapai pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi. Pada kondisi persaingan industri yang ketat, yaitu tingkat pertumbuhan penggunaan produk furnitur diikuti dengan tingkat pertumbuhan industri, maka strategi penerobosan pasar ini perlu dilakukan. Untuk mengembangkan pangsa pasar, KOPSUCOFINDO perlu melakukan strategi pengembangan pasar (market development), yang dapat dilakukan dengan membentuk program penelitian pasar untuk melakukan riset pasar. Hal ini bertujua. untuk mengantisipasi peluang pasar yang ada, terutama untuk memasuki pasar global. Strategi pemasaran yang telah diuraikan di atas, kemudian dijabarkan ke dalam strategi bauran pemasaran yang meliputi strategi produk, strategi harga, strategi distribusi, dan strategi promosi. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Strategi Produk Produk yang dipasarkan didasarkan atas pesanan pembeli, sehinggakepuasan pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam industri produk furnitur. Strategi produk yang dilakukan untuk memenuhi kepuasan pembeli adalah dengan meningkatkan kualitas produk dan mempunyai keunikan tersendiri. Pengawasan mutu merupakan salah saw faktor yang mempengaruhi keunggulan bersaing produk yang akan dipasarkan. 2. Strategi Harga Strategi harga melalui penetapan harga yang relatif lebih ekonomis dibandingkan dengan harga produk bersaing akan menghasilkan harga yang kompetitif. Sehingga produk furnitur yang dipasarkan KOPSUCOFINDO dapat meraih pangsa pasar dan jumlah pembeli yang lebih besar. 3. Strategi Distribusi Strategi distribusi yang perlu dikembangkan adalah dengan memasarkan produk furnitumya ke luar negeri dengan menggunakan distributor, sehingga diharapkan pendapatan yang diperoleh menjadi lebih besar. Disamping itu pengembangan kantor perwakilan di negara dengan pangsa pasar yang besar untuk produk furniture seperti Amerika Serikat perlu menjadi bahan pertimbangan. 4. Strategi Promosi KOPSUCOFINDO mempromosikan produknya dengan berbagai kegiatan promosi yaitu antara lain dengan membuat brosur tentang produk-produk furniture yang akan ditawarkan, aktif mengikuti berbagai pameran dagang baik di dalam maupun di luar negeri, dan membuat ruang pamer yang digunakan untuk menunjukkan contoh-contoh produk yang dipasarkannya, di samping meningkatkan kemampuan manajemen perusahaan dalam mengalokasikan dana promosinya secara efektif dan efisien serta memanfaatkan sarana e-commerce untuk memasarkan produknya. KOPSUCOFINDO sebaiknya mengembangkan produknya sehingga mempunyai keunikan dan kualitas yang baik, ha1 ini mutlak diperlukan untuk menghadapi tingkat persaingan dalam industri furnitur yang semakin ketat, di samping pasar global. Untuk itu perlu dibuat suatu program penelitian dan pengembangan yang lebih terarah dan terencana yang berguna untuk mengantisipasi permintaan pasar. Untuk memperbaiki kinerja KOPSUCOFINDO dalam menjalankan usahanya, diperlukan manajemen yang dikelola dengan baik oleh sumber daya manusia yang lebih profesional.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Strategi, Pemasaran Furnitur, manajemen pemasaran
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 12 Jan 2012 09:18
Last Modified: 26 Jan 2012 04:50
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/851

Actions (login required)

View Item View Item