Kajian Manajemen Teknologi Di Pabrik Pengolahan Gondorukem dan Terpentin Sindangwangi Jawa Barat

Oktaviana, Oki (2001) Kajian Manajemen Teknologi Di Pabrik Pengolahan Gondorukem dan Terpentin Sindangwangi Jawa Barat. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r15-01-oki_oktaviana-cover.pdf

Download (238kB)
[img]
Preview
PDF
r15-02-oki_oktaviana-ringkasan_eksekutif.pdf

Download (420kB)
[img]
Preview
PDF
r15-03-oki_oktaviana-daftar_isi.pdf

Download (319kB)
[img]
Preview
PDF
r15-04-oki_oktaviana-pendahuluan.pdf

Download (360kB)
[img] PDF
img-118132047.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-118132305.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF
img-118132440.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Oki Oktaviana, 2001. Kajian Manajemen Teknologi Di Pabrik Pengolahan Gondorukem dan Terpentin Sindangwangi Jawa Barat. Dibawah bimbingan H. E. Gumbira Sa'id dan H. Wahyudi Produk hasil hutan non kayu yang utama atau yang menjadi andalan Perusahaan Umum (Perum) Perhutani adalah gondorukem. Gondorukem dan terpentin merupakan produk dari Perum Perhutani yang dipasarkan di dalam negeri maupun untuk ekspor. Di dalam negeri Perum Perhutani merupakan produsen tunggal gondorukem dan terpentin, sehingga struktur pasar gondorukem dan terpentin di dalam negeri menjadi monopoli Perum Perhutani. Dengan struktur pasar yang demikian Perum Perhutani menjadi penentu dalam penetapan harga jual gondorukem dan terpentin di dalam negeri. Sedangkan di pasaran luar negeri, Cina merupakan negara pengekspor terbesar goildorukem dunia dan pesaing utama Perum Perhutani. Gondorukem dan terpentin Perum Perhutani dihasilkan dari pabrik pengolahan gondorukem dan terpentin (PGT) yang tersebar di pulau Jawa. PGT yang terdapat di wilayah Perurn Perhutani Unit 111 Jawa Barat adalah PGT Sindangwangi. Sampai saat ini kapasitas produksi terpasang pabrik belum tergunakan sepenuhnya. Hal tersebut menyebabkan naiknya biaya produksi, yang akhirnya akan mengurangi keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan produk. Disamping itu, rendemen produk yang dihasilkan belum optimal Kapasitas produksi terpasang yang tidak tercapai, kurang optimalnya rendemen hasil produksi, tingginya tingkat persaingan pasar gondorukem dunia, ditambah dengan dimulainya era pasar bebas, dimana produsen gondorukem dari luar negeri akan dengan leluasa masuk ke pasar gondorukem dalam negeri, menyebabkan PGT Sindangwangi perlu untuk memanfaatkan teknologi yang dimilikinya seoptimal mungkin. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengelola empat perangkat teknologi yang terdiri dari perangkat teknologi, perangkat sumberdaya manusia, perangkat informasi, dan perangkat organisasi, sehingga dapat dihasilkan produk dengan kualitas dan kuantitas sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen, dengan demikian daya saing dan kinerja perusahaan dapat ditingkatkan. Dengan mengkaji keempat komponen teknologi tersebut, PGT Sindangwangi diharapkan dapat menentukan pengembangan teknologi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Berdasarltan pennasalahan yang dihadapi PGT Sindangwangi tersebut, maka geladikarya ini difokuskan pada pengltajian berikut. (1) Bagaimana pelaksanaan manajemen teknologi yang diterapkan oleh PGT Sindangwangi ? (2) Bagaimana mengembangkan manajemen telmologi yang diterapkan, agar daya saing dan ltillerja PGT Sindangwangi meningkat? Tujuan dari geladikarya ini, yaitu mengkaji pelaksanaan manajemen teknologi produksi di PGT Sindangwangi, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan manajemen teknologi pada PGT Sindangwangi,dan memberikan alternatif pengembangan teknologi yang mungkin dilaksanakan sesuai dengan kondisi perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kaus dengan analisis deskriptif. Kajian manajemen teknologi didasarkan pada pengkajian indikator transformasi teknologi dan indikator kemampuan teknologi. Pengkajian indiiator tranformasi teknologi dilakukan terhadap empat komponen teknologi yang meliputi perangkat telaologi (technoware), perangkat manusia (humanware), perangkat informasi (infoware), dan perangkat organisasi (orgaware). Pengkajian kemampuan teknologi dilakukan terhadap kemampuan operatif, akuisitif, suportif, dan inovatif. Pengolahan data menggunakan program Minitab dan pengujian menggunaltan metode Mann-Whitney dan metode Chi-Square. Hasil pengolahan data dianalisa dengan metode Science and Technological management Information System terhadap kedua indikator teknologi. Analisa internal-eksternal dilakukan untuk mengetahui kondisi pabrik, termasuk di dalamnya peluang, ancaman, kekuatan, dan Itelemahan pabrik. Analisa internal-eltsternal dilaltukan dengan menggunakan metode Internal Factor valuation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) Matrix, Internal-External Matrix. Hasil pengkajian indikator transformasi teknologi adalah sebagai berikut. (I) Perangkat teknologi produksi yang digunakan PGT menggunakan mesin manual sampai dengan mesin khusus (nilai median 4). Kondisi perangkat teknologi tersebut sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh manajemen PGT, yaitu menggunakan mesin manual sampai mesin khusus (nilai median 4). Perangkat teknologi yang ada sekarang dinilai sudah mampu untuk bersaing. (2) Perangkat manusia di PGT Sindangwangi sekarang ini berada pada kemampuan mereparasi, memproduksi, sampai mengadaptasi (nilai median 5), sedangkan kondisi yang diharapkan oleh manajemen tidak berbeda nyata yaitu berada pada kemampuan meproduksi, mengadaptasi, sampai menyempurnakan (nilai median 6). (3) Perangkat informasi pabrik sekarang ini berada pada kemampuan menerangkan sampai pada menggunakan fakta (nilai median 4), sedangkan kondisi yang diharapkan manajemen yaitu pemanfaatan informasi tersebut berada pada kondisi menghayati sampai mengkaji fakta (nilai median 7). (4) Perangkat organisasi pabrik sekarang ini berada pada tahap menciptakan pola kerja baru sampai menstabilkan pola lterja (nilai median 5). Kondisi perangkat organisasi yang sekarang ini belurn sesuai dengan yang diharapkan oleh manajemen, yaitu perangkat organisasi yang dapat menstabilkan pola kerja sampai menguasai pola kerja unggul (nilai median 7). Pengkajian indiltator kemampuan teknologi menunjukkan bahwa ltemampuan PGT Sindangwangi saat ini sebanding dengan kemarnpuan PGT Perum Perhutani lainnya (nilai median 2). Kondisi tersebut tidak berbeda nyata dengan yang diharapkan manajemen (nilai median 3), yaitu menjadi yang terbaik diantara PGT Perum Perhutani lainnya. Beberapa alternatif pengembangan manajemen teknologi yang dapat dildcukan, yaitu: (1) Peningkatan pemanfaatan perangkat teknologi seoptimal mungkin melalui pengoperasian pabrik pada tingkat ltapasitas produksi terpasangnya dan meningkatkan rendemen produk. (2) Untuk pengembangan perangkat manusia perlu dilakultan pelatihan secara kontinyu di bidang teknis produksi maupun manajemen serta studi banding ke pabrik lainnya. (3) Pengeinbangan perangkat informasi dilakultan dengan meningkatkan kemampuan pabrik dalam perencanaan produksinya sendiri berdasarkan permintaan pasar melalui pemanfaatan laporan hasil kegiatan produksi. (4) Untuk pengembangan perangkat organisasi pabrik di masa yang altan datang, perlu dilalukan pengkajian terhadap restrukturisasi organisasi pabrik. Struktur organisasi pabrik tersebut menggambarkan; sebuah perusahaan mandiri dan profesional yang mempunyai kewenangan dalam perencanaan produksi sampai dengan pemasaran produlnya. Dengan dikelolanya PGT Sindangwangi secara mandiri, Perum Perhutani Unit 111 dan KPH Bandung Utara pada khususnya dapat lebih fokus dalam mengelola kawasan hutan serta industri-industri lainnya yang berada di Bandung Utara dan Jawa Barat pada umumnya. Berdasarkan hasil analisis pabrik dengan menggunakan matriks I - E diperoleh hasil bahwa posisi perusahaan terletak di posisi pertumbuhan. Pada posisi tersebut strategiyang dapat dilakukan oleh PGT Sindangwangi adalah strategi pertumbuhan melalui integrasi horisontal, melalui integrasi internal dan integrasi eksternal. Integrasi internal dilakukan dengan memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki pabrik, yaitu dengan mengoperasikan produksi sampai pada tingkat kapasitas terpasangnya, memproduksi produk turunan gondorukem dan terpentin serta mengembangkan wilayah pemasaran. Integrasi ekstemal dilakultan melalui peningkatan kerja sama dengan mitra swasta, yaitu dengan membantu pemberdayaan SDM serta meningkatkan kuantitas dan mutu pasokan getah ke mitra swasta tersebut agar kuantitas dan mutu produk yang dihasilkannya meningkat. Tujuan dari diterapkannya strategi petumbuhan dengan integrasi horisontal tersebut adalah untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan. PGT Sindangwangi telah dapat mengelola perangkat telaologi, perangkat manusia, perangkat informasi, dan perangkat organisasi. Tetapi dalam menghadapi era pasar bebas dengan tingkat persaingan yang tinggi terutama adanya persaingan dari Cina yang menguasai pangsa pasar terbesar dan menggunakan teknik dumping, penerapan manajemen teknologi masih perlu di tingkatkan lagi agar daya saing pabrik meningkat. Hal tersebut dapat dicapai dengan peningltatan pemanfaatan perangkat telaologi, pengembangan kemampuan sumberdaya manusia, pembentukan SIM yang handal, dan merestrukturisasi perangkat organisasi. Prioritas integrasi strategi telaologi yang dapat diterapkan adalah melalui strategi pemanfaatan teknologi (Technology Exploiter Strategy) dan strategi bisnis melalui Unggul Harga dan Unggul Mutu. Upaya-upaya lainnya yang dapat dilakukan untuk mendukung pencapaian tujuan dan pengembangan PGT Sindangwangi, antara lain adalah • melakukan penelitian yang berhubungan dengan produk turunan gondorukem dan terpentin. Penelitian tersebut antara lain meliputi kajian terhadap kuantitas dan mutu produk turunan yang diinginkan oleh pasar serta studi kelayakannya tentang teknologi, SDM, maupun dana yang yang dibutuhkan. • Melakukan kajian khusus untuk menemukan cara yang lebih baik dalam pengujian getah yang diterima pabrik agar didapatkan hasil yang lebih akurat. • Melakukan kajian mengenai struktur dan perilaku organisasi dalam menghadapi persaingan yang lebih ketat dan perubahan yang sangat cepat di era pasar bebas mendatang. Kata kunci: Gondorukem dan Terpentin, Pabrik Gondorukem dan Terpentin Sindangwangi, Jawa Barat, Manajemen Telaologi, Analisa Manajemen Teknologi, Analisa Internal - Eksternal, Integrasi Strategi Bisnis dan Strategi Teknologi, Metode Mann- Whitney, Chi-Square, Studi Kasus. Kata kunci: Gondorukem dan Terpentin, Pabrilc Gondorukem dan erpentinSindangwangi, Jawa Barat, Manajemen Telaologi, Analisa ManajemenTeknologi, Analisa Internal - Eksternal, Integrasi Strategi Bisnis dan Strategi Teknologi, Metode Mann- Whitney, Chi-Square, Studi Kasus.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: : Gondorukem dan Terpentin, Pabrilc Gondorukem dan erpentinSindangwangi, Jawa Barat, Manajemen Telaologi, Analisa ManajemenTeknologi, Analisa Internal - Eksternal, Integrasi Strategi Bisnis dan Strategi Teknologi, Metode Mann- Whitney, Chi-Square, Studi Kasus.
Subjects: Manajemen Teknologi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-7 Perpustakaan
Date Deposited: 12 Jan 2012 09:19
Last Modified: 26 Jan 2012 04:50
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/852

Actions (login required)

View Item View Item