Analisis faktor internal/eksternal dan kinerja keuangan pada pt. cahaya kalimantan barat terbaik setelah go publik

ANSYORI, ANSYORI (2001) Analisis faktor internal/eksternal dan kinerja keuangan pada pt. cahaya kalimantan barat terbaik setelah go publik. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17B-01-ansyori-cover.pdf

Download (360kB)
[img]
Preview
PDF
17B-02-ansyori-RingkasanEksekutif.pdf

Download (410kB)
[img]
Preview
PDF
17B-04-ansyori-daftarIsi.pdf

Download (331kB)
[img]
Preview
PDF
17B-05-ansyori-pendahuluan.pdf

Download (376kB)

Abstract

PT.Cahaya Kalbar Tbk adalah sebuah perusahaan yang berlokasi di Jakarta yang memproduksi Minyak Nabati Spesialitas (MNS) dan pengolahan biji kakao. Pabrik pengolahan MNS dan pengolahan biji kakao .barn diintegrasikan tahun 1995. Pada awalnya perusahaan ini hanya mengolah kopra, minyak goreng dan margarin, akan tetapi kemudian beralih memproduksi MNS karena mempunyai nilai tambah yang lebih tinggi. MNS adalah suatu produk yang dihasilkan dengan menggunakan teknologi tinggi yang diolah dari minyak kelapa sawit , minyak inti kelapa sawit (kernel) dan minyak tengkawang . MNS digunakan sebagai pengganti'lemak kakao murni dalam industri cokelat dan makanan lainnya. Produk MNS terdiri dari (1) Cocoa Butter Equivalent (CBE) yang mempunyai sifat fisika dan komposisi kimia yang sama dengan lemak kakao murni dan harganya 30 persen lebih murah dari lemak kakao murni , (2) Cocoa Butter Substitute (CBS) mempunyai sifat dan wujud sama dengan lemak kakao murni dan harganya 70 persen lebih murah dari lemak kakao murni, (3) Cocoa Butter Extender (CBX) , (4) Cocoa Butter Improver. CBE dan CBS dapat digunakan untuk menggantikan seluruh komposisi lemak kakao murni yang ada dalam cokelat. Sedangkan CBX dapat digunakan untuk menggantikan sebagian dari lemak kakao dalam pembuatan cokelat dan produk makanan lainnya. CBI digunakan untuk meningkatkan daya tahan cokelat terhadap panas. PT. Cahaya Kalbar adalah satu-satunya produsen MNS di Indonesia dan pesaingnya hanya beberapa didunia yaitu Eropa dan Jepang. Kecuali MEE yang hanya memperkenankan penggunaan 5 persen MNS dalam produk cokelat , Swiss dan Australia serta negara lainnya memperbolehkan penggunaan 100 persen MNS untuk menggantikan lemak kakao murni dalam cokelat. PT. Cahaya Kalbar Tbk mempunyai visi dan misi yang disebut " Corporate Philosophy" yaitu (1) Striving for Excellence, (2) Mutual Trust and Respect, (3) Produce the Best Quality Product for Customer Satisfaction. Layaknya sebuah perusahaan , PT.Cahaya Kalbar Tbk mempunyai tujuan untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal, dapat bertahan disaat krisis, tumbuh dan berkembang serta meningkatkan nilai perusahaan. Sumber daya yang dimiliki perusahaan seperti man ,machine, money , material dan enterpreneurship sudah selayaIfuya dikelola secara efektif dan efisien agar tujuan tersebut tercapai. Persaingan semakin ketat dengan mulai diberlakukannya pasar bebas secara bertahap seperti AFTA, NAFTA, APEC serta pasar bersama Eropa merupakan ancaman dan sekaligus peluang bagi perusahaan. Peringkat daya saing Indonesia dipasar internasional yang merosot dari peringkat 15 pada tahun 1997 ,menjadi peringkat 31 pada tahun 1998 dan peringkat 37 pada tahun 1999 membuat posisi perusahaan Indonesia menjadi kurang baik dipasaran Internasional termasuk PT. Cahaya Kalbar Tbk yang 75 persen produknya beorientasi ekspor. Krisis ekonomi dan moneter yang melanda Indonesia sejak 3 (tiga) tahun lalu yang belum juga pulih , merupakan ancaman bagi perusahaan. Walaupun demikian perkiraan pertumbuhan ekonomi sekitar 4 persen ditahun 2000 dan 2001 memberikan peluang bagi perusahaan untuk dapat memperoleh manfaat. Krisis ekonomi juga mengakibatkan dunia perBankan sebagaisalah satu pendukung utama ekonomi nasional menjadi kurang berperan yang mengakibatkan sektor rill menjadi stagnan. Salah satu alternatif adalah Pasar modal sebagai salah satu sarana untuk memobilisasi dana masyarakat yang bermanfaat bagi ekonomi nasional secara makro maupun perusahaan secara mikro. PT. Cahaya Kaibar Tbk melakukan Go Public pada bulan Juli 1996 yang bertujuan untuk memperoleh dana segar untuk perluasan usaha dan pembayaran hutang. Sebelum Go Public antara tahun 1993 sampai tahun 1995 perusahaan memperoleh keuntungan sekitar 1.5 - 3.5 milyar rupiah per tahun. Kemudian tahun 1996 memperoleh keuntungan sekitar 17 milyar rupiah, keuntungan tahun 1997 turun menjadi sekitar 8 milyar , tahun 1998 rugi 79 milyar dan tahun 1999 memperoleh keuntungan kembali sekitar 19 milyar. Berdasarkan latar belakang tersebut maka analisis penilaian kinerja keuangan sebelum dan sesudah Go Public layak dilakukan untuk memperidiksi perjalanan perusahaan kedepan dengan memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja perusahaan dalam mencapai tujuannya. Untuk membatasi lingkup analisis , maka analisis sebelum Go Public mencakup tahun 1993 - 1995 , sedangkan setelah Go Public mencakup tahun 1996 - 1999. Tujuan dari penelitian ini adalah (I)Menganalisis Faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja Perusahaan, (2) menganalisis kinerja keuangan perusahaan, (3) menginventarisir dan menganalisis faktor-faktor dominan yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan, (4) memberikan rekomendasi kepada. Perusahaan tentang alternatif solusi untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif-studi kasus , dengan fokus manajemen keuangan. Jenis data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang bersifat data kuantitatif dan kualitatif yang terdiri dari laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit seperti Neraca, Laporan Laba-rugi serta laporan lain yang mendukung. Sebagai data referensi industri sejenis digunakan laporan dari Bursa efek Jakarta yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari analisis ini. Teknik analisis data menggunakan analisis Common-Size yang bermanfaat untuk mengetahui trend biaya terhadap penjualan atau trend perkembangan aktiva. Analisis Rasio yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas digunakan pula mengetahui kinerja keuangan perusahaan. Rasio Iikuiditas untuk mengetahui perkembangan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio solvabilitas untuk mengetahui sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio aktivitas untuk mengukur sejauh mana perkembangan aktivitas perusahaan , ditinjau dari aktivitas penjualan dibanding dengan aktiva, perputaran persediaan atau perputaran piutang terhadap penjualan. Rasio profitabilitas bermanfaat untuk mengukur kinerja perusahaan dalam menciptakan keuntungan atas modal yang telah diinvestasikan. Untuk menyatakan apakah perusahaan itu sehat atau tidak sehat, maka hasil analisa rasio dibandingkan dengan rasio rata-rata industri umumnya dan rasio rata-rata industri sejenis. Perusahaan dikatakan sehat jika kinerja keuangan yang diukur dari rasio keuangan ternyata sarna atau lebih baik dari rasio industri atau industri sejenis dan bila sebaliknya dapat dikatakan kinerja keuangan perusahan tersebut tidak sehat. Analisis produktivitas bermanfaat untuk mengukur sejauhmana tingkat produktivitas dalam aktivitas yang telah dilakukan. Analisis SWOT bermanfaat untuk menilai posisi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman perusahaan untuk menentukan alternatif strategi yang tepat. Dari hasil analisis faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi pendukung keberhasilan perusahaan adalah 1) faktor internal : struktur modal yang kuat, Teknologi dan R&D dengan core competence yang baik, orientasi ekspor, kontinuitas bahan baku teIjamin dan lokal, satu-satunya produsen MNS di Indonesia dengan produk yang berwawasan lingkungan, terintegrasi antara MNS dan kakao , harga lebih rendah dari kakao murni , 95 persen karyawan usia produktif ,2) faktor eksternal : pertumbuhan ekonomi ( 2000 dan 2001 sekitar 4 persen), pesaing terbatas, pasar domestik dan ekspor masih terbuka, sebagian besar lingkungan internasional memperbolehkan pemakaian MNS serta peningkatan pendapatan dan perubahan gaya hidup. Faktor internal dan eksternal yang menjadi kendala utama adalah 1) faktor internal : kinerja keuangan , struktur Hutang, organisasi dan manajemen 2) faktor eksternal : krisis ekonomi ( Kurs Rp dan indeks harga saham cenderung lemah dan tidak stabil serta melemahnya daya beli) , keamanan, kebijakan MEE(5 persen MNS), kemajuan teknologi negara maju dan pengolahan kakao murni. Dari analisis kinerja keuangan dengan pendekatan analisis Common-Size dapat disimpulkan bahwa (1) Harga Pokok Penjualan setelah Go Public cenderung meningkat, (2) Prosentase biaya administrasi terhadap penjualan lebih rendah dari sebelum Go Public akan tetapi dengan trend cenderung meningkat, (3) Trend profit margin setelah Go Public cenderung turun, sebagai akibat meningkatnya biaya tenaga langsung dan biaya produksi tidak langsung, (4) Trend Laba bersih cenderung turun sebagai akibat dari selisih kurs dan tingginya bunga pinjaman. Dari analisis Rasio dapat ditarik suatu kesimpulan yaitu : (1) Rasio likuiditas baik , (2) Rasio aktivitas rendah, (3) Rasio solvabilitas baik kecuali rasio TIE , dan (4) Rasio Profitabilitas rendah. Dari analisis Kinerja Saham dapat disimpulkan bahwa (1) Trend Earning Pershare, Book Value, Price earning ratio (PER) , Price Book Value ratio (PBV), harga saham dan likuiditas saham cenderung turun dan tidak sehat. (2) Prospek perdagangan saham pada industri sejenis masih cukup baik , ditandai dengan masih meningkatnya indeks individual dan likuiditas saham pada sebagian besar perusahaan pada industri sejenis. Dari analisis Produktivitas disimpulkan bahwa trend produktivitas dan produktivitas parsial cenderung meningkat lebih baik dari sebelum Go Public dengan peningkatan lebih dari 200 persen. Dari berbagai analisis yang dilakukan maka dapat diinventarisir bahwa faktor-faktor dominan yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan adalah (1) Efektifitas penggunaan aset perusahaan masih rendah. (2) Walaupun rasio likuiditas dan solvabilitas sudah baik, akan tetapi pinjaman valuta asing merupakan resiko tersendiri yang mempengaruhi kinerja keuangan. (3) Peningkatan Harga Pokok Penjualan pada tahun 1999 sebagai akibat meningkatnya biaya upah langsung serta biaya produksi tidak langsung. (4) Kinerja dan harga saham cenderung turun manakala kinerja keuangan tidak sehat dan faktor eksternal seperti situasi ekonomi , keamanan belum pulih. Kesimpulan secara menyeluruh adalah kinerja keuangan PT.Cahaya Kalbar tidak sehat. Dari analisis yang telah dilakukan, altenatif strategi yang dapat diterapkan baik jangka pendek, menengah danjangka panjang adalah : (1) Jangka pendek :Evaluasi biaya produksi untuk menilai mengapa peningkatan biaya tenaga kerja langsung dan biaya produksi tidak langsung dapat teIjadi dan lakukan tindakan pencegahan dengan memakai metode anggaran biaya yang ketat dengan secara regular melakukan review budget versus realisasi dan penyimpangannya. Biaya administrasi yang sudah membaik agar dipertahankan. Indikasi peningkatan biaya administrasi yang ditunjukkan oleh trend yang mulai meningkat segera diatasi dengan cara evaluasi biaya administrasi secara regular. Negosiasikan kembali hutang dalami valuta asing dengan kreditur untuk penjadwalan kembali dengan waktu yang lebih panjang yang akan meringankan beban perusahaan. Evaluasi strategi persediaan untuk mencegah terjadinya persediaan yang berlebihan atau kekurangan. (2) Jangka menengah : Pertumbuhan penjualan harus menjadi perioritas untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Evaluasi efektifitas pemanfaatan aset dan aIihkan aset - aset yang tidak mendukung aktivitas perusahaan. Untuk mengantisipasi perubahan dan persaingan diperlukan perangkat organisasi serta manpower yang handal untuk mendukung tujuan perusahaan.(3) Jangka panjang : Tingkatkan peran R&D dalam rangka mendapatkan teknologi baru dan inovatif dengan jalan pelatihan dalain negeri atau luar negeri mengingat pesaing internasional adalah negara maju yang secara ekonomi dan teknologi sudah lebih baik dan maju. Pendekatan industri foresight diperlukan dengan tetap berpedoman pada core competence. Terapkan strategi diversifikasi usaha dengan tetap berpegang pada core business dan core competence. Perbaikan mutu secara terus menerus berdasarkan standar internasional. SDM perlu mendapatkan perhatian dengan mengkaji kembali manpower planning, reqruitment, placement dan development.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kinerja Keuangan, Minyak Nabati Spesialitas, PT.Cahaya Kalbar Tbk, Go Public, Bursa Efek Jakarta, Manajemen Keuangan, Analisis Common-Size, Analisis Rasio, SWOT, Deskriptif-studi kasus
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 04 Jan 2012 06:11
Last Modified: 04 Jan 2012 06:11
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/862

Actions (login required)

View Item View Item