Analisis perilaku konsumen dan implikasinya terhadap strategi bauran pemasaran produk chiken nugget merek five starStudi kasus pt. charoen pokhand indonesia)

Nurhayati, Nurhayati (2001) Analisis perilaku konsumen dan implikasinya terhadap strategi bauran pemasaran produk chiken nugget merek five starStudi kasus pt. charoen pokhand indonesia). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17B-01-Nurhayati-cover.pdf

Download (326kB)
[img]
Preview
PDF
17B-02-Nurhayati-RingkasanEksekutif.pdf

Download (341kB)
[img]
Preview
PDF
17B-03-Nurhayati-daftarIsi.pdf

Download (338kB)
[img]
Preview
PDF
17B-04-Nurhayati-pendahuluan.pdf

Download (316kB)

Abstract

Makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan akan makanan tidak hanya dalam hai jumlah namun juga kualitasnya. Makanan yang berkualitas dikaitkan dengan kandungan zat gizi yang ada didalamya. Salah satu zat gizi yang penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh adalah protein. Protein bisa diperoleh dari dua sumber yaitu nabati (tumbuhan) dan hewani. Sumber protein hewani terbanyak adalah ikan dan ternak. Daging ayam merupakan sumber protein yang populer dimasyarakat. Meningkatnya kesibukan dan masuknya informasi dari luar mempengaruhi pola hidup dan konsumsi masyarakat. Hal ini merupakan peluang bagi industri makanan dan minuman terutama makanan olahan (preparation food). Salah satunya adalah makanan olahan berbahan dasar ayam misalnya saja baso, sausage (sosis), nugget dan lain sebagainya. PT. Charoen Pokphand Indonesia sebagai salah satu perusahaan agribisnis yang terintegrasi saat ini memiliki divisi pengolahan ayam yang menghasilkan produk-produk bernilai tambah. Divisi ini didirikan tahun 1996 dan mulai beroperasi secara komersial tahun 1998. Adapun produk-produk yang dihasilkan diantaranya adalah chicken nugget, karage, chicken sausage (50Sis ayam), spicy wing, buffalo Wing, stikie chicken, smoked chicken, fried chicken dan lainnya. Saat ini terdapat banyak merek produk ayam olahan di pasar yang dihasilkan oleh beberapa produsen baik dalam skala besar maupun dalam skala kecil. Untuk dapat meningkatkan daya saing produk ayam yang dihasilkan Perseroan, maka diperlukan strategi pemasaran yang tepat yang meliputi aspekaspek perusahaan, pesaing dan konsumen. Dari sisi perusahaan bagaimana perusahaan menetapkan strategi pemasaran termasuk didalamnya elemen bauran pemasaran, dari sisi pesaing siapa sajakah pesaing yang menawarkan manfaat serupa kepada konsumen dan dari sisi konsumen bagaimana perilaku konsumen terhadap prod uk yang ditawarkan. Konsumen memegang peranan penting dalam kegiatan pemasaran, karena tujuan pemasaran adalah itu sendiri adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen. Bertitik tolak dari sini, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana perilaku konsumen terhadap produk ayam olahan. (2) Bagaimana alternatif bauran pemasaran yang tepat untuk dikembangkan Berdasarkan perumusan masalah tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1). Mengetahui Perilaku konsumen terhadap produk ayam olahan; (2). Merumuskan alternatif bauran pemasaran yang tepat dikembangkan yang dibuat berdasarkan evaluasi terhadap bauran pemasaran saat ini, analisis perilaku konsumen, analisis terhadap fenomena-fenomena dalam pemasaran meliputi segmentasi, positioning, respon pasar, siklus hidup dan perilaku persaingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mengambil sample dari dua populasi, pertama adalah responden umum dengan jumlah responden 150 orang yang diambil di lima wilayah DKI Jakarta, kedua adalah responden khusus sebanyak 27 orang yang diambil dari Angkatan Reguler MMA IPB Bogor. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah pengambilan sample tidak berpeluang (non-probabilyti sampling) berdasarkan kemudahan atau convinience sampling. Data yang dikumpulkan menyangkut informasi tentang variabel demografi meliputi jenis kelamin, usia, status perkawinan, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, jumlah anggota keluarga. Variabel perilaku yang dilihat adalah pengalaman konsumsi, informasi pertama tentang produk, frekuensi konsumsi, jenis produk ayam olahan yang pernah dikonsumsi, tempat pembelian, perencanaan pembelian, jumlah konsumsi ratarata, dan cara konsumsi. Informasi selanjutnya adalah penilaian konsumen terhadap atribut-atribut ayam olahan yang pernah dikonsumsi. Khusus untuk responden khusus dilakukan penilaian secara blind test dan branded test terhadap atribut rasa dari sample yang telah disediakan. Alat pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabulasi frekuensi dan tabulasi silang untuk variabel demografi dan perilaku. Sedangkan untuk penilaian preferensi konsumen digunakan analisis multiatribut fishbein dan analisis korespondensi (Corespondence analysis) untuk melihat posisi relatif dan keterkaitan antara merek produk dan atribut yang dimiliki. Pada responden khusus digunakan teknik pembedaan berpasangan untuk melihat apakah sample yang diujikan berbeda antara masing-masing sample. Hasil survei menunjukkan demografi responden berdasarkan jenis kelamin terdiri 106 perempuan dan 44 laki-Iaki, dengan kelompok usia terbanyak adalah 26 -35 thn sebanyak 79 orang atau 78.9 %. Dari sisi pendidikan responden mayoritas adalah Sarjana (S1) sebanyak 70 orang (46.67%). Sedangkan pekerjaan responden mayoritas adalah pegawai swasta 40 orang (26.67 %), jumlah anggota keluarga minimal 5 orang sebanyak 68 orang 45.33%. Penghasilan responden mayoritas < atau sama Rp.500.000 atau 31.33%. Survei terhadap perilaku konsumen menunjukkan bahwa dari 150 responden umum diketahui 14 orang tidak pernah mengkonsumsi produk ayam olahan dan 136 orang pernah mengkonsumsi dengan frekuensi konsumsi hampir tiap bulan (kadang-kadang) 38 orang (27.9%). Sumber informasi pertama tentang produk ayam olahan 47 orang dari iklan (34.58 %). Tempat membeli yang paling sering adalah supermarket sebanyak 105 orang (77.21 %). Pada umumnya dalam membeli produk ayam olahan ini responden melakukan tanpa perencanaan atau mendadak (keinginan membeli baru ada saat melihat produk/berada ditoko) 64 orang (47.06 %) alternatif pembelian bila merek yang biasa dibeli tidak tersedia adalah dengan membeli merek lain sebanyak 61 orang (44.85 %). Jumlah konsumsi rata-rata/bulan : 1-5 bks sebanyak 126 responden atau 91.91 %. kebiasaan konsumsi konsumen adalah saat santai 51 Pengenalan responden terhadap merek Five Star sangat baik yaitu 103 dari 136 responden (75.73 %) mengetahui tentang merk Five Star, pada umumnya responden mengetahui dari Iklan sebanyak 50 responden atau 48.54%. Dari 103 yang mengetahui tentang merek Five Star sebanyak 63 responden atau 61.16 % pernah mengkonsumsi merek tersebut. Penilaian responden terhadap atribut produk ayam olahan berdasarkan Multi atribut fishbein menunjukkan bahwa atribut yang paling diinginkan berturutturut adalah : rasa, kelengkapan informasi dan label, harga, kemudahan memperoleh, kemasan dan kepopuleran merek. Hal ini diketahui dari nilai evaluasi atribut (ei) oleh responden yaitu masing-masing 1.51 untuk atribut rasa; 1.46 untuk atribut kelengkapan informasi dan label; 1.09 untuk atribut harga; 1.03 untuk kemudahan memperoleh; 0.82 untuk kemasan; dan 0.49 untuk kepopuleran merek. Sedangkan penilaian terhadap beberapa merek chicken nugget menunjukkan bahwa untuk atribut rasa merek Five Star memperoleh nilai kepercayaan konsumen (bi) sebesar 0.34, kelengkapan informasi dan label 0.38, harga - 0.59, kepopuleran merek 0.24, rasa 0.47 dan 0.25 untuk atribut kemudahan memperoleh. Merek Delfram memperoleh kepecayaan (bi) sebesar 0.39 untuk kemasan, 0.60 untuk kelengkapan informasi dan label, - 0.59 untuk atribut harga, 0.24 untuk atribut merek, 0.47 untuk atribut rasa dan 0.30 untuk atribut kemudahan memperoleh. Sedangkan untuk merek So-good memperoleh. kepercayaan sebesar 0.22 untuk kemasan, 0.30 untuk kelengkapan informasi dan label, - 0.29 untuk harga, 0.14 untuk kepopuleran merek dan masing-masing 0 untuk atribut rasa dan kemudahan memperoleh. Pada analisis korespondensi menunjukkan bahwa chicken nugget merek Five Star mempunyai kelebihan pada popularitas merek. Chicken nugget merek delfarm mempunyai kelebihan pada atribut kelengkapan informasi dan rasa. Sedangkan chicken nugget merek So-good dianggap mempunyai kaitan dengan harga yang murah. Uji pembedaan secara blind test dan branded test masing-masing terhadap 3 sample menunjukkan bahwa sample A - B, A - C dan B – C menunjukkan bahwa sample tidak berbeda secara nyata dalam hal atribut rasa. Pada uji branded Five Star - Deifarm, Five Star dan So - Good dianggap tidak berbeda, Sedangkan So - Good - Delfarm dianggap berbeda. Untuk meningkatkan daya saing dan pangsa pasar produk ayam olahan, khususnya chicken nugget merek Five Star alternatif strategi bauran pemasaran yang direkomendasikan adalah (1)Menambah lini produk baru untuk secondary segment yaitu anak-anak dengan fitur yang sesuai, (2) Membuat strategi harga baru, (3) Meningkatkan frekuensi iklan, (4) Menambah saluran distribusi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Produk Ayam Olahan, PT. Charoen Pokpand Indonesia, Five Star, bauran pemasaran, perilaku konsumen, preferensi konsumen, tabulasi frekuensi, tabulasi silang, multiatribut fishbein, analisis korespondensi, Jakarta.
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 04 Jan 2012 06:24
Last Modified: 04 Jan 2012 06:24
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/869

Actions (login required)

View Item View Item