Pengembangan strategi pemasaran di pt. sarana kusuma inti makmur nusantara (taman bunga nusantara)

Sry , Miladeni (2001) Pengembangan strategi pemasaran di pt. sarana kusuma inti makmur nusantara (taman bunga nusantara). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17B-01-Sry-cover.pdf

Download (320kB)
[img]
Preview
PDF
17B-02-Sry-ringkasanEksekutif.pdf

Download (306kB)
[img]
Preview
PDF
17B-03-Sry-daftarIsi.pdf

Download (317kB)
[img]
Preview
PDF
17B-04-Sry-pendahuluan.pdf

Download (386kB)

Abstract

Industri pariwisata telah berkembang menjadi sangat beragam dan spesifik sesuai dengan minat konsumen. Selain tetap mengandung unsur rekreasi, pariwisata juga telah merambah ke unsur pendidikan, oleh raga, dan petualangan. Wisatawan ingin langsung ikut terlibat dalam kegiatan di objek wisata seperti memetik buah-buahan memanen sayuran dan lain sebagainya. Sektor pertanian menjadi salah satu alternatif bagi dunia pariwisata dengan sebutan agrowisata. Agrowisata mulai berkembang di awal tahun 90 an ha1 ini disebabkan karena adanya dukungan dari berbagai sarana transportasi, komunikasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang selalu di atas 6% per-tahun. Taman Bunga Nusantara merupakan salah satu objek wisata agro yang terletak di desa Kawungluwuk Cipanas, dalam mengembangkan pemasaran wisata terdapat banyak masalah yang dihadapi sehingga menuntut pihak pengelola untuk membuat strategi yang baik dalam menghadapi pesaing. Penelitian dilakukan di PT Sarana Kusurna Inti Makmur Nusantara yang mulai beroperasi dari bulan September 1995. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan rekomendasi yang berupa alternatif pengembangan dari strategi hauran pernasaran. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasikan strategi pemasaran yang dilakukan oleh PT. Sarana Kusuma Inti Makmur Nusantara saat ini, menganalisis industri persaingan wisata ago, rnenganalisis faktor-faktor internal dan ekstemal perusahaan dan mengidentifikasi karakteristik dan persepsi pengunjung. Dalam penelitian ini terdapat dua jenis data yaitu data primer clan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner oleh pengunjung, wawancara yang dilakukan pengunjung dan pihak pengelola, sedangkan untuk data sekunder di peroleh dari pihak pengelola, Departemen Pariwisata Seni dan Budaya, Dinas Pariwisata. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis struktur industri, analisis Matriks IFE-EFE, analisis deskriptif, dan analisis citra. Dari hasil analisis struktur industri diperoleh bahwa ancaman pendatang baru, dan tekanan dari produk pengganti merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam struhr industri wisata agro. Dari analisis Matriks IFE EFE diketahui faktor internal perusahaan yaitu : 1. Pengunjung terbesar adalah pengunjung ulangan 2. Fasilitas yang ada sudah mencukupi 3. Taman dengan beraga~nb unga dan 99% bunga yang ditanam merupakan impor 4. Belum memiliki tenaga pemandu 5. Belum ada kesempatan belajar ke jenjang yang lebih tinggi di pendidikan formal 6. Citra Taman Bunga Nusantara sebagai objek wisata yang relatif mahal Sedangkan faktor ekstemal pemahaan adalah : 1. Perubahan gaya hidup masyarakat 2. Penemuan baru bunga-builga yaxg cocok tumbuh di Indonesia 3. Kecenderungan meningkatnyaWisata kemba) ke alam 4. Kebijakan pemerintah belum memudahkan dalam penambahan modal 5. Kurang stabilnya keadaan Indonesia Dari hasil analisis deskriptif diperoleh bahwa mayoritas pengunjung Taman Bunga Nusantara adalah wanita dan dengan usia reinaja, dewasa muda dan pasangan muda bertempat tinggal sebagian besar di Jakarta dan Bogor, dengan tingkat pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi dan berpendapatan kurang dari Rp 500.000, Rp 500.000-Rp 1000.000 dan lebih besar dari Rp 1.500.000. Karaktenstik pengunjung adalah berkelompok dari 3-5 orang dan lebih dari 15 orang. Karakteristik perilaku pengunjung dalan memilih objek wisata adalah harga tiket, ketersediaan fasilitas, atraksi, dan yang terakhir adalah jarak ke lokasi. Dari hasil Analisis Citra diperoleh bahwa Taman Bunga Nusantara memiliki citra sebagai objek wisata dengan keanekaragaman bunga dan suasana yang nyaman. Taman Bunga Nusantara dibandingkan dengan 3 objek wisata yang lain (Kebun Raya Cibodas, Wisata Agro Gunung Mas, dan Taman Safari Indonesia) bukanlah objek wisata yang buruk tetapi bukan yang terbaik dari ketiganya. Pengembangan dala~nst rategi pemasaran dalam produk adalah mengembangkan atraksi potensial, dan pengembangan paket wisata yang telah ada. Untuk mendukung kesuksesan pengembangan produk dilakukan pengkombinasian alat-alat promosi yang sesuai dengan keadaan perusahaan, mempersiapkan sumber daya manusia dan dukungan seluruh jajaran inanajemen. Dari penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh saran untuk pihak pengelola yaitu : 1. Melakukan diferensiasl produk dengan pengembangan atraksi wisata dan pengembangan paket wisata dan penambahan fasilitas wisata 2. Mengadakan promosi secara intensif dengan bauran alat-alat promosi dengan pengaturan waktu kunjungan 3. Mengadakan kerjasama dengan biro perjalanan dengan Taman Bunga Nusantara sebagai objek wisata yang dikunjungi sehingga kunjungan wisatawan lokal dan khususnya mancanegara dapat meningkat 4. Menyediakan tenaga pemandu sebagai akibat pengeinbangan atraksi dan paket wisata

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Pengembangan Strategi Pemasaran di PT. Sarana Kusuma Inti Malunur Nusantara
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 04 Jan 2012 06:39
Last Modified: 04 Jan 2012 06:39
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/876

Actions (login required)

View Item View Item