Analisis berencana laba dalam rangka meningkatkan kinerja bisnis pabrik minyak kayu putih di kesatuan pemangkuan hutan indramayu

Viki , Balsa A.R (2001) Analisis berencana laba dalam rangka meningkatkan kinerja bisnis pabrik minyak kayu putih di kesatuan pemangkuan hutan indramayu. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17B-01-Viki-cover.pdf

Download (312kB)
[img]
Preview
PDF
17B-02-Viki-RINGKASAN_EKSEKUTIF.pdf

Download (365kB)
[img]
Preview
PDF
17B-03-Viki-daftarIsi.pdf

Download (308kB)
[img]
Preview
PDF
17B-04-Viki-pendahuluan.pdf

Download (340kB)

Abstract

Ukuran yang seringkali dipakai untuk menilai berhasil tidaknya manajemen suatu perusahaan adalah laba yang diperoleh perusahaan. Laba terutama dipengaruhi oleh tiga faktor : volume produk yang dijual, harga jual produk dan biaya. Biaya menentukan harga jual untuk mencapai tingkat laba yang dikehendaki, harga jual mempengaruhi volume penjualan, sedangkan volume penjualan langsung mempengaruhi volume produksi, dan volume produksi mempengaruhi biaya. Dengan volume produksi yang ada dikaitkan dengan kapasitas produksi dan ketersediaan bahan baku serta peluang pasar yang ada maka Pabrik Minyak Kayu Putih (PMKP) KPH lndramayu masih dapat meningkatkan produksinya untuk memenuhi permintaan pasar yang masih terbuka luas. Perusahaan perlu memperhitungkan kombinasi antara harga jual, biaya tetap dan biaya variabel, volume penjualan serta kondisi lingkungan eksternal dan internal dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang dimiliki dan meminimumkan kelemahan atau menghindari ancaman yang timbul, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan keuntungan atau minimal agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Dengan memahami pola hubungan di antara faktor tersebut dan dengan melihat kondisi perusahaan saat ini, manajemen dapat merencanakan laba yang memegang peranan penting dalam pemilihan altematif tindakan dan perumusan kebijakan untuk masa yang akan datang. Berkaitan dengan ha1 tersebut maka perumusan masalah yang ditetapkan sebagai berikut : (1) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perencanaan laba perusahaan (2) Bagaimana kinerja bisnis perusahaan saat ini (3) Bagaimana strategi perencanaan laba yang diterapkan pabrik minyak kayu putih dalam Kesatuan Pemangkuan Hutan Indramayu. Sedangkan tujuan geladikarya adalah memberikan kontribusi bagi manajemen dalam proses penyusunan anggaran dalam perencanaan laba jangka pendek yang menyangkut : (1) Menelaah faktor-faktor dominan yang mempengaruhi perencanaan laba (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang meningkatkan kinerja bisnis perusahaan (3) Menyusun altematif strategi perencanaan laba berikut implikasinya dalam rangka meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Geladikarya dilaksanakan pada pabrik minyak kayu putih (PMKP) Jatimunggul I, Jatimunggul I\ dan Prabon dalam Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) lndramayu dan pelaksanaannya dimuiai pada awal bulan Oktokber sampai dengan akhir bulan Nopember tahun 2000. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Analisis perencanaan laba dilakukan dengan memperkirakan perubahan penjualan, biaya dan harga jual dengan melihat posisi perusahaan saat ini untuk mendapatkan altematif strategi perencanaan laba. Sebagai perusahaan manufaktur, PMKP KPH lndramayu mengklasifikasikan keseluruhan biaya yang timbul dalam melakukan kegiatannya menjadi biaya produksi dan biaya usaha. Untuk keperluan perencanaan laba jangka pendek, biaya produksi dan biaya usaha diklasifikasikan berdasarkan perilakunya dalam hubungannya dengan volume kegiatan menjadi tiga golongan yaitu biaya tetap, biaya variabel dan biaya semivariabel. Sedangkan biaya semivariabel akan dipisahkan kembali menjadi biaya tetap dan biaya variabel dengan metode kuadrat terkecil dan program komputer yang digunakan adalah minitab. Dalam proses pembuatan rencana (planning) perlu juga dipertimbangkan altemati pencapaian laba melalui prakiraan (forecasting) hasil penjualan dan biaya yang akan dicapai pada tahun 2001 dengan menggunakan metode pelicinan eksponensial. Berdasarkan ha1 tersebut di atas, maka proses perencanaan laba dalam pabrik minyak kayu putih KPH lndramayu dilaksanakan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : (1) Perubahan penjualan minyak kayu putih dalam total rupiah maupun unit yang dijual (2) Perubahan biaya tetap dan biaya variabel (3) Perubahan harga jual. Untuk membantu manajemen dalam perencanaan laba jangka pendek, maka digunakan alat analisis hubungan biaya volume laba yang merupakan teknik untuk menghitung dampak perubahan harga jual, volume penjualan dan biaya terhadap laba. Berbagai parameter yang digunakan dalam analisis ini antara lain titik impas, margin of safety, kontribusi margin dan degree of operating leverage. Perubahan volume penjualan berdasarkan prakiraan total rupiah penjualan yang diterima akan sebesar Rp 2.732.208.084 atau meningkat sebesar 9,94% dibandingkan dengan tahun 2000 dengan volume penjualan 54.644,2 kg. Pada tingkat penjualan tersebut titik impas yang dicapai berdasarkan perhitungan biaya aktual sebesar Rp 1.495.578.547 atau 29.909 kg dan penurunan penjualan yang masih dapat dibenarkan sebelum terjadi kerugian adalah sebesar Rp 1.236.629.537 atau 45,26%. Laba yang diperoleh pada tingkat penjualan tersebut sebesar Rp 508.972.140 atau meningkat 265,13% dibandingkan dengan tahun 2000 dan setiap 1% perubahan penjualan yang direncanakan akan mempengaruhi laba sebesar 2,2I0h. Apabila dibandingkan dengan perhitungan berdasarkan riel biaya pada indeks harga ekonomi maka pada tingkat penjualan ini titik impas dicapai pada penjualan sebesar Rp 1.200.1 94.450 atau 24.003,6 kg dengan laba sebesar Rp 585.242.580 meningkat 252,96%. Penurunan penjualan yang masih dapat dibenarkan sebelum terjadi kerugian sebesar Ro 1.532.013.634 atau 56.07% dan setiap 1% perubahan penjualannya direncanakan akan mempengaruhi laba sebekar 1,78%. Prakiraan volume unit yang dijual untuk tahun 2001 sebesar 52.833.6 ka. dengan harga jual sebesir Rp -50.0001kg maka pendapatan penbalG diperkirakan akan sebesar Rp 2.641.680.000 atau meningkat 6,3% dibandingkan tahun 2000. Pada tingkat penjualan ini, laba yang diperoleh berdasarkan perhitungan biaya aktual sebesar Rp 418.444.056 meningkat 200,18% dan setiap perubahan penjualan sebesar persentase tertentu dari yang direncanakan akan mengakibatkan penghasilan perusahaan berubah 2,47 kali lebih besar. Titik impas dicapai pada penjualan sebesar Rp 1.572.382.657 atau 31.450 kg dan penurunan penjualan yang masih dibenarkan sebelum terjadi kerugian adalahsebesar Rp 1.069.297.343 atau 40,48%. Sedangkan berdasarkan perhitungan riel biaya pada indeks harga ekonomi laba yang diperoleh sebesar Rp 494.714.496 meningkat 198,37%. Titik impas itu sendiri dicapai pada penjualan sebesar Rp 1.270.715.854 atau 25.412,43 kg dan penurunan penjualan yang masih dapat dibenarkan sebelum terjadi kerugian adalah sebesar Rp 1.370.964.146 atau 51,90%. Setiap terjadi perubahan penjualan sebesar persentase tertentu dari yang direncanakan akan mengakibatkan penghasilan perusshaan berubah 1,93 kali lebih besar. Harga jual berdasarkan laju kenaikan inflasi sebesar 9,35% akan meningkat menjadi sebesar Rp 54.6751kg. Dengan volume penjualan diperkirakan sebesar 52.833,6 kg maka penjualan y.ang direncanakan akan sebesar Rp 2.888.677.080 atau meningkat 16,24%. Berdasarkan perhitungan biaya aktual titik impas dicapai pada penjualan sebesar Rp1.387.980.541 atau 25.385,4 kg. Pada tingkat penjualan ini, laba yang diperoleh sebesar . Rp 665.441.136 meningkat 377,37% dan setiap 1% perubahan penjualan yang direncanakan akan mengakibatkan laba berubah sebesar 1,93%. Besamya jumlah penjualan yang dapat diturunkan sebelum perusahaan mengalami kerugian adalah sebesar Rp 1.500.696.539 atau 51.95%. Sedangkan berdasarkan perhitungan riel biaya pada indeks harga ekonomi, pada tingkat penjualan ini laba yang diperoleh sebesar Rp 741.71 1.576 meningkat 347,33% dan titik impas dicapai pada penjualan sebesar Rp 1.103.427.870 atau 20.182,58 kg. Setiap 1% perubahan penjualan dari yang direncanakan akan mengakibatkan laba bersih berubah sebesar 1,62% dan besamya jumlah penjualan yang dapat diturunkan sebelum perusahaan mengalami kerugian adalah sebesar Rp 1.785.249.210 atau 61,80%. Hasil evaluasi faktor intemal menunjukkan bahwa faktor kekuatan yang dimiliki pabrik minyak kayu putih lebih besar dibandingkan dengan faktor kelemahan yang dimiliki, yang ditunjukan dengan selisih skor sebesar 0,767. Sedangkan hasil evaluasi faktor ekstemal menunjukan bahwa peluang yang dimiliki perusahaan lebih besar dibandingkan dengan ancaman yang dihadapi, yang ditunjukkan dengan selisih skor 0,147. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kondisi usaha pabrik minyak kayu putih saat ini berdasarkan diagram analisis SWOT berada pada kuadran I yang berarti perusahaan menghadapi beberapa peluang lingkungan dan banyak kekuatan yang mendorong dimanfaatkannya peluang-peluang tersebut. Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pencapaian laba sebagaimana yang telah direncanakan dan untuk meningkatkan kinerja bisnis pabrik minyak kayu putih KPH lndramayu maka pemilihan altematif strategi dilakukan dengan mengacu kepada altematif strategi yang dihasilkan melalui matrik SWOT yang mendukung pertumbuhan agresif baik dalam penjualan, asset, profit maupun kombinasi dari ketiganya berdasarkan posisi perusahaan saat ini. Perencanaan laba yang didasarkan pada prakiraan unit yang dijual dan prakiraan biaya akan lebih dapat menggambarkan kemampuan produksi PMKP KPH Indramayu. Berdasarkan ha1 tersebut maka pemilihan strategi optimalisasi kapasitas yang didukung dengan peningkatan produktiiitas kelas perusahaan kayu putih akan mengakibatkan terjadinya peningkatanlperubahan volume penjualan. Berdasarkan perubahan volume penjualan tersebut, laba bersih yang direncanakan berdasarkan perhitungan biaya aktual yang terjadi akan berubah sebesar 2,47 kali dan apabila didasarkan pada perhitungan riel biaya pada indeks harga ekonomi akan sebesar 1,93 kali dengan kata lain, kenaikan 1% volume penjualan yang direncanakan akan mengakibatkan laba bersih naik sebesar 2,47% atau 1,93%.. Sedangkan pemilihan strategi maksimalisasi harga dan peningkatan efisiensi akan membawa dampak meningkatnya penerimaan penjualan dan penurunan biaya yang menyebabkan meningkatnya angka laba kontribusi untuk dapat menutup biaya tetapnya dan menghasilkan laba yang lebih besar.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis berencana laba dalam rangka meningkatkan kinerja bisnis pabrik minyak kayu putih di kesatuan pemangkuan hutan indramayu
Subjects: Manajemen Keuangan
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 04 Jan 2012 06:49
Last Modified: 04 Jan 2012 06:49
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/879

Actions (login required)

View Item View Item