Arsitektur strategik pt. hakatrans mandiri internasional freight forwarder

Iwan , gunawan (2000) Arsitektur strategik pt. hakatrans mandiri internasional freight forwarder. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17B-01-iwan-cover.pdf

Download (296kB)
[img]
Preview
PDF
17B-02-iwan-ringkasanEksekutif.pdf

Download (352kB)
[img]
Preview
PDF
17B-03-iwan-daftarIsi.pdf

Download (359kB)
[img]
Preview
PDF
17B-04-iwan-pendahuluan.pdf

Download (372kB)

Abstract

Perusahaan-perusahaan di industri jasa yang mengelola transportasi barang atau yang lebih dikenal dengan nama freight forwarder kini menghadapi tantangan yang semakin berat. Hal tersebut karena iklim persaingan yang terjadi akan semakin terbuka akibat dari proses globalisasi dunia yang tengah berlangsung dan bahkan dipercepat oleh peran faktor penggerak industri berupa kemajuan teknologi dan informasi. Masuknya freight forwarder multinasional melalui berbagai bentuk seperti aliansi, perusahaan boneka, joint venture dapat merupakan ancaman bagi pelaku bisnis freght forwarderlokal. Di sektor perdagangan dan industri-pun perusahaan-perusahaan dihadapkan pada tantangan yang semakin berat dalam meningkatkan keunggulan bersaing. Dengan demikian tuntutan pihak-pihak perdagangan dan perindustrian terhadap pelayanan dari industri transportasi semakin tinggi. Pihak-pihak tersebut menghendaki suatu sistem transportasi total yang mampu mengelola seluruh rantai pasokan hingga distribusinya berjalan efektif dan efisien. Di lain pihak PT Hakatrans Mandiri sebagai perusahaan internasional freight forwarder yang telah berdiri sejak 1993 dalam melakukan kegiatannya hingga kini masih tetap mengandalkan penjualan jasanya dari usaha para agen asing. Dengan demikian hidup mati perusahaan sangat tergantung terhadap pihak asing. Untuk mengantisipasi kecenderungan dan masalah-masalah di atas, maka PT Hakatrans Mandiri perlu membangun dan menyusun kembali industry masa depannya (industry foresight). Dalam menyusun kembali dan mewujudkan industri tersebut perusahaan perlu membuat suatu arsitektur strategik yang merupakan jalur migrasi strategi. Jalur migrasi strategi yang menggambarkan mengenai apa yang haws dilakukan, kompetensi apa yang perlu dikembangkan, kelompok pelanggan mana yang hams dipahami dalam arena persaingan yang menawarkan berbagai kesempatan dan manfaat baru. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dihadapi perusahaan, maka rumusan masalah dalam geladikarya ini adalah sebagai berikut. 1. Sejauh mana intensitas persaingan yang terjadi pada industri freighf forwarder? 2. Bagaimana merumuskan wawasan industri masa depan perusahaan ? 3. Bagaimana arsitektur strategik yang akan dibangun perusahaan untuk mewujudkan industri masa depannya ? Tujuan dilakukannya geladikarya ini adalah sebagai berikut. 1. Mengidentifikasi dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi perusahaan. 2. pengidentifikan industri masa depan PT. Hakatrans Mandiri. 3. Menyusun arsitektur strategik untuk mewujudkan industri masa depan perusahaan. Ruang lingkup geladikarya ini difokuskan pada kajian arsitektur strategic PT. Hakatrans Mandiri selama lima tahun ke depan (tahun 2001 - 2005) dalam menghadapi persaingan dan perubahan industri global. Dalam geladikarya ini digunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk menjawab masalah yang dihadapi perusahaan. Pemilihan metode ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang luas dan lengkap mengenai subyek yang dieliti. PT. Hakatrans Mandiri telah memiliki visi yang baru terbatas pada fungsi tradisionalnya sebagai freight forwarder yang berkeinginan untuk memberi layanan profesional yang terbaik dan solusi transportasi yang inovatif. Dengan demikian visi tersebut membatasi pengembangan kompetensi-kompetensi lainnya yang masih sangat erat kaitannya dengan bidang logistik, yaitu tidak saja pada hal-hal yang berkaitan dengan keputusan-keputusan transportasi tetapi juga pada keputusan persediaan dan keputusan-keputusan lokasi fasilitas logistik. Pernyataan misinya yang memposisikan perusahaan sebagai mitra intemal bagi para pelanggannya merupakan suatu misi yang luas untuk dapat dikembangkan menjadi tidak saja sebagai pengeloldperancang transportasi muatan tetapi lebih dalam lagi sebagai pihak ke-tiga yang membantu dalam pengelolaan rantai suplai perusahaan atau manajemen logistik. Hasil analisis faktor ekonomi menunjukkan peluang bagi berkembangnya perusahaan ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan perdagangan intemasional. Analisis faktor poliiik dan hukum menunjukkan bahwa pada dasamya pemerintah mendukung perkembangan perusahaan di atas dengan kemudahan persyaratan untuk izin pendiriannya serta dicoretnya bidang usaha tersebut dalam daftar negatif investasi oleh pemerintah. Kebijakan pemerintah tentang perluasan otonomi di daerah juga dapat berdampak terhadap peningkatan arus lalu-lintas barang dan bahkan lahimya pelabuhan-pelabuhan baru (laut dan udara) yang bertaraf intemasional. Analisis faktor sosial budaya menunjukkan adanya perubahan wra-wra manusia atau organisasi dalam melakukan transaksi perdagangan yang lebih efektii dan efisien melalui jalur e-commerce. Hal tersebut mengharuskan pihak perusahaan untuk melakukan penguasaan pengetahuan dan keahlian baru yakni teknologi informasi. Analisis faktor teknologi menunjukkan bahwa teknologi informasi akan sangat berperan dalam bentuk perdagangan di masa depan, sehingga penguasaan dan pemanfaatan teknologi ini dalam setiap aspek usaha akan mampu meningkat keunggulan bersaing. Hasil analisis industri freight forwarding menyimpulkan bahwa intensitas persaingan ada pada tingkat sedang (2,70). Tingkat intensitas tersebut menunjukkan daya tank industri yang sedang, yang memungkinkan untuk memperoleh tingkat laba yang sedang dan stabil. Berdasarkan hasil analisis lingkungan intemal didapat bahwa perusahaan mempunyai kemampuan dalam hal-hal yang menyangkut peranwngan transportasi muatan pada perdagangan intemasional. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi ban! Dalam bidang logistik yang lebih luas yaitu sebagai penyedia jasa pengelolaan rantai pasokan (Supply Chain Management Service Provider). Dengan demikian visi perusahaan untuk menjadi bagian atau mitra intemal pelanggannya akan lebih mudah dwujudkan. Berdasarkan hasil analisis lingkungan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa evolusi industri freight forwarding menjadi industri logistik yang lebih luas merupakan masa depan yang dapat terjadi dan akan menciptakan manfaatmanfaat baru bagi para pelanggan. Berdasarkan hal tersebut perusahaan berencana memperluas industri freight forwarder tradisionalnya menjadi industry solusi logistik yang didukung dengan teknologi informasi (IT-Supported Logistics Solution). Untuk mewujudkan industri masa depannya tersebut perusahaan perlu melakukan strategi dengan suatu jalur migrasi yang memiliki maksud strategik. Tantangan perusahaan adalah usaha untuk melaksanakan arsitektur strategic yang dirumuskan dalam program-program untuk membangun dan memperoleh kompetensi yang diperlukan untuk menawarkan manfaat-manfaat baru pada industri masa depannya. Untuk mewujudkan industri masa depannya, PT Hakatrans Mandiri melakukan strategi sebagai berikut. a. Strategi Penetrasi Pasar dalam rangka mendapatkan kemampuan dalam menciptakan penjualan sendiri dan memperbesar pangsa pasar. b. Strategi Pengembangan Pasar dalam rangka mendapatkan kemampuan memperbesar pangsa pasar di lokasi-lokasi baru. c. Strategi Joint Venture dalam rangka mendapatkan modal untuk pembangunan infrastruktur logistik, mendapatkan kompetensi-kompetensi baru di bidang logistik dan teknologi informasi, serta memperluas jaringan kerja. d. Strategi Diversitikasi Konsentris dalam rangka mengimplementasikan pelayanan baru di bidang logistik. Untuk dapat melaksanakan arsitektur strategik di atas , disarankan agar perusahaan untuk melakukan analisis lebih mendalam menyangkut. 1. Potensi dan keberadaan pemain dan mitra yang ada di bidang logistik dalam rangka mengetahui tingkat persaingan yang terjadi pada industri ini. 2. Dana, tenaga keja yang diperiukan untuk pewujudan masing-masing strategi dalam rangka memperkecil resiko kegagalan. 3. Sasaran-sasaran spesifik yang diinginkan perusahaan pada masing-masing strategi yang diterapkan dalam rangka memperkecil resiko atau memperbesar peluang keberhasilan. 4. Peluang pasar pada masing-masing daerah yang dituju untuk ekspansi dalam rangka memperkecil resiko investasi dan pengambilan keputusan yang tepat.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Internasional Freight Forwarder, PT. Hakatrans Mandiri, Manajemen Strategik, Arsitektur Strategik, Analisis lndustri Model Lima Kekuatan Porter, Analisis Rantai Nilai, Studi kasus.
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 04 Jan 2012 09:32
Last Modified: 04 Jan 2012 09:32
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/895

Actions (login required)

View Item View Item