Arsitektur Strategik PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya, Kabupaten Batu-Malang, Jawa Timur.

M., RIZAL (2001) Arsitektur Strategik PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya, Kabupaten Batu-Malang, Jawa Timur. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r18_01-mRizal-cover.pdf

Download (303kB)
[img]
Preview
PDF
r18_02-mRizal-ringkasaneksekutif.pdf

Download (345kB)
[img]
Preview
PDF
r18_03-mRizal-daftarisi.pdf

Download (285kB)
[img]
Preview
PDF
r18_04-mRizal-pendahuluan.pdf

Download (358kB)

Abstract

Dunia pariwisata telah berkembang menjadi sangat beragam dan spesifik sesuai minat konsumen. Salah satu sub sektor pariwisata yang potensial untuk dikembangkan adalah agrowisata. Pengembangan agrowisata merupakan upaya terhadap pemanfaatan potensi atraksi pertanian yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Upaya pengembangan agrowisata menjadi suatu sektor unggulan memerlukan dukungan sumber daya yang memadai seperti modal, sarana dan prasarana pendukung serta sumberdaya manusia yang kreatif. Besarnya peluang pengembangan agrowisata menarik minat pengusaha swasta untuk menginvestasikan asetnya pada sektor ini. PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya (PT. KSDW) atau yang lebih dikenal umum dengan nama Kusuma Agrowisata (KA), merupakan salah satu pelaku bisnis agrowisata yang tidak terlepas dari tantangan dan peluang dalam pengembangan usahanya. Kecenderungan persaingan yang semakin tajam antar industri sejenis, baik domestik maupun mancanegara menyebabkan KA perlu menetapkan suatu tujuan masa depan dengan mencari secara komprehensif faktor-faktor penggerak bisnis dan mengembangkan ide-ide kreatif yang dimiliki perusahaan dalam suatu arsitektur. Kegiatan penelitian ini ditujukan untuk mengkaji arsitektur strategik perusahaan dalam menghadapi tantangan dan persaingan masa depannya. Berdasarkan ha1 tersebut, maka kegiatan penelitian ini difokuskan pada rumusan masalah sebagai berikut: (I)Faktor-faktor ekternal apa yang mempengaruhi tingkat persaingan, pertumbuhan dan perkembangan bisnis KA, (2) Faktor-farktor internal apa yang dapat dikembangkan menjadi suatu kompetensi dalam menghadapi persaingan usaha oleh perusahaan. dan (3) Bagaimana mewujudkan sasaran jangka panjang yang ingin dicapai oleh pihak perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi lingkungan bisnis, (2) Menganalisis faktor-faktor internal yang mempunyai tingkat kompetensi untuk dikembangkan dan (3) Merancang industri masa depan KA melalui arsitektur strategik untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data yang dibutuhkan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara, pengisian kuesioner dan studi kepustakaan. Penentuan responden sebanyak sembilan orang dilakukan secara sengaja menggunakan teknik bola salju. Maksud dan tujuan pendirian KA dianalisis melalui pengkajian visi dan misi perusahaan. Peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi oleh perusahaan dalam pengembangan usaha dianalisis dengan mengkaji lingkungan ekternal yang terdiri dari lingkungan makro dan lingkungan mikro (analisis persaingan industri). Berdasarkan analisis visi dan misi serta memperhatikan hasil yang diperoleh dari analisis lingkungan eksternal dirumuskan industri masa depan KA. Untuk melihat faktor yang mempengaruhi terhadap pengembangan industri masa depan dilakukan analisis faktor oenentu keberhasilan. Analisis internal dilakukan untuk mengaudit tingkat kompetensi yang dimiliki oleh perusahaan guna mewuiudkan industri masa depan KA. Untuk menjembatani kondisi kompetensi saat ini dan industri masa depan dilakukan analisis kesenjangan. Hasil yang diperoleh dari analisis kesenjangan digunakan untuk menyusun/membuat suatu rancangan arsitektur strategik. Arsitektur strategik ini selanjutnya harus diperkenalkan kepada seluruh pengelola internal perusahaan melalui suatu rangkaian program kerja tahunan yang dijadikan sebagai peta untuk mengembangkan produk dan kompetensi yang diperlukan. Berdasarkan hasil analisis visi dan misi diketahui bahwa K4 menetapkan visi perusahaannya sebagai perusahaan yang memfokuskan kegiatannya pada bidang agrowisata yang berbasis pada sektor agribisnis dan wisata. Perumusan visi dan misi tersebut akan memberikan arah bagi setiap kegiatan yang akan dilakukan dalam mewujudkan industri masa depan perusahaan. Hasil analisis lingkungan makro menunjukkan bahwa pengembangan agrowisata sangat dipengaruhi oleh faktor di luar sektor itu sendiri terutama tingkat kestabilan dan keamanan politik, karena kestabilan politik akan mempengaruhi kondisi ekonomi, hukum, sosial, dan budaya di suatu negara. Di sisi lain kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan faktor yang juga cukup berperan dalam I pengembangan industri ini. Hasil analisis lingkungan mikro menunjukkan bahwa tingkat persaingan industri agrowisata berada dalam kategori sedang (2,952). Hal ini berkaitan dengan nilai intensitas kelima faktor yang mempengaruhi tingkat persaingan industri agrowisata rata-rata berada pada kategori sedang. Hasil analisis lingkungan internal menunjukkan bahwa KA memiliki tingkat kompetensi sedang untuk menjalankan tiga industri masa depannya, yaitu agribisnis, agrowisata dan atraksi wisata yang masing- masing memiliki nilai 3,0408; 3,0075; dan 3,0000. Dengan diketahuinya tingkat kompetensi yang dimiliki; maka perusahaan dapat membuat/menyusun berbagai aktivitas kegiatan sasaran jangka panjang dalam kurun waktu 9 tahun untuk mewujudkan industri masa depannya. Kesenjangan yang timbul akibat perubahan kondisi perusahaan saat ini dengan kondisi perusahaan di masa depan dikaji dengan melakukan analisis kesenjangan dan hasilnya digunakan sebagai dasar pembuatan rencana kerja tahunan yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan perusahaan. lndustri masa depan KA dibangun dalam rentangwaktu 9 tahun yang dituangkan dalam suatu rancangan arsitektur strategik. lndustri yang dijalankan KA tahun 2002 meliputi kegiatan agribisnis yang difokuskan pada kegiatan budidaya dan menghasilkan produk- produk olahan yang memiliki nilai tambah. Kegiatan agrowisata yang saat ini sudah dimulai adalah menyewakan berbagai fasilitas-fasilitas wisata dan deferensiasi paket-paket wisata. Di tahun 2002 kegiatan atraksi wisata yang dapat disaksikan oleh pengunjung adalah proses pengolahan produk turunan dari apel, sehingga pengunjung dapat menambah wacana pengetahuan sekaligus berwisata selain itu dimulai konservasi lingkungan, social budaya untuk dikembangkan sebagai sarana pendukung melalui kegiatan homestay tahun 2008. Memasuki tahun 2003, perusahaan mulai mengembangkan fasilitas coffee corner. Pada tahun yang sama, perusahaan juga membuka klinik agribisnis yang bermitra dengan lembaga-lembaga terkait. Bersamaan dengan pembukaan klinik agribisnis akan dilaksanakan kegiatan pesta kebun yang merupakan bagian dari kegiatan atraksi wisata. Tahun 2004 dilakukan perluasan areal untuk agrosayur dan penambahan fasilitas layanan untuk menunjang fasilitas agrowisata berupa arena bermain pat-pat hole. Untuk menunjang terwujudnya sasaran yang ingin dicapai, maka pada tahun 2004 akan dibangun sistem informasi yang mampu mennontrol seluruh kegiatan yang ada menjadi terintegrasi. Tahun 2005 agribisnis KA semakin kuat dan strategi aliansi dengan mitra terus dijalankan. Pada kegiatan agrowisata diperbaharui dengan paket wisata baru dengan menyelenggarakan kegiatan camping ground dan lintas alam. Memasuki tahun 2006, dilakukan perluasan areal untuk komoditas apel, jeruk dan stroberi serta penambahan fasilitas wisata, yaitu kereta gantung. Di tahun yang sama pihak perusahaan mulai membuka diklat agrowisata bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan pihak-pihak lain. Atraksi wisata yang akan dilaksanakan pada tahun 2006 adalah penyelenggaraan festival agribisnis. Festival agribisnis merupakan event besar sehingga pada tahun 2006 ketiga kegiatan bisnis KA dijadikan momentum yang menarik bagi pengunjung dan ajang promosi wisata setempat. Tahun 2007 perusahaan memfokuskan pada perbaikan sarana dan prasarana serta mulai mengoperasikan water boom. Pada tahun 2008 perusahaan mulai melakukan perluasan kapasitas pabrik dan melakukan integrasi ke depan. Kegiatan atraksi wisata tetap dilakukan, yaitu dengan menyelenggarakan hiburan alam. Pada tahun 2009, agribisnis KA diharapkan menjadi agroindustri yang memiliki kompetensi yang tinggi dan terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Arsitektur strategi KA rentang sembilan tahun ke depan berakhir pada tahun 2010 dan diharapkan perusahaan telah memiliki seluruh kompetensi yang diperlukan sehingga mampu mencapai industri masa depan dengan kemampuan daya saing yang tinggi. Rancangan arsitektur strategik yang dibuat bukan merupakan rencana rinci, maka perlu dilakukan kajian lebih lanjut dalam pelaksaannya mengenai berbagai bentuk fungsionalitas yang dimiliki perusahaan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: : Kusuma Agrowisata (KA), Agrowisata, Analisis visi dan misi, Analisis lingkungan makro dan mikro, Kompetensi, Analisis kesenjangan, Arsitektur strategik.
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 04 Jan 2012 12:10
Last Modified: 04 Jan 2012 12:10
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/900

Actions (login required)

View Item View Item