Analisis efektifitas merek produk tepung terigu terhadap keputusan pembelian konsumen pt. indofood sukses makmur bogasari flour mills

Nanang, Sofiandi (2000) Analisis efektifitas merek produk tepung terigu terhadap keputusan pembelian konsumen pt. indofood sukses makmur bogasari flour mills. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17B-01-Nanang-cover.pdf

Download (384kB)
[img]
Preview
PDF
17B-02-Nanang-Ringkasaneksekutif.pdf

Download (362kB)
[img]
Preview
PDF
17B-03-Nanang-dafatarIsi.pdf

Download (411kB)
[img]
Preview
PDF
17B-04-Nanang-pendahuluan.pdf

Download (426kB)

Abstract

PT. lndofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills adalah produsen tepung terigu yang menguasai hampir 80 % pangsa pasar tepung terigu di Indonesia. Produk tepung terigu yang dihasilkan terdiri dari berbagai merek, yakni Segitiga Biru, Kunci Biru, Cakra Kembar, Cakra Kembar Emas, Lencana Merah, Segitiga Merah dan Piramida. Diferensiasi merek produk tepung terigu yang diikuti oleh perbedaan kualitas dan spesifikasi kegunaannya selain ditujukan untuk menghadapi persaingan dengan merek produk yang dihasilkan oleh perusahaan pesaing juga akan berpengaruh terhadap efektivitas merek produk serta perilal itu konsumennya. Banyaknya merek produk tepung terigu yang beredar di pasar, selain akan berpengaruh terhadap brand awareness juga akan mempengaruhi keputusan pembelian. Oleh sebab itu perusahaan harus mampu melakukan strategi merek dengan baik. Untuk mengantisipasi perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis sebagai akibat banyaknya merek tepung terigu yang beredar di pasar dewasa ini, menyebabkan perlu dilakukan anaiisis terhadap efektivitas merek produk serta pengaruhnya terhadap keputusan pembelian oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis brand awareness konsumen industri kecil dan menengah, menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian tepung terigu yang dilakukan oleh konsumen industri kecil dan menengah, menganalisis brand awareness serta hubungannya dengan keputusan pembelian terhadap produk tepung terigu PT. lndofood Sukses Makmyr Bogasari Flour Mills serta analisis terhadap efektivitas merek produk berdasarkan spesifikasi kegunaan untuk produk yang dibuat oleh konsumen industri kecil dan menengah. Penelitian untuk menganalisis efektivitas merek produk terhadap keputusan pembelian tersebut menggunakan metode survei serta pengambilan sampel tidak berpeluang (non probability sampling) secara disengaja (purposive sampling). Unit sampel dalam penelitian ini adalah konsumen industri keoil dan menengah yang mempekerjakan satu sampai 99 karyawan yang berada di wilayah distribusi I PT. lndofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills. Jumlah sampel dalam penelitian ini seluruhnya adalah 135. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner yang selanjutnya diolah dengan metode Mukivariate Dependence Analysis. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Discriminant Analysis. Manfaat dari penggunaan metode ini adalah untuk menemukan fungsi linear dari peubah – peubah penjelas yang mampu memisahkan dua kelompok responden, yakni (1) kelompok responden yang mempertimbangkan merek dalam keputusan pembelian dan (2) kelompok responden yang tidak mempertimbangkan merek dalam keputusan pembelian. Pemisahan ini dilakukan dengan memaksimalkan keragaman antar kelompok relatif dengan keragaman dalam kelompok. Fungsi yang diperoleh digunakan untuk penentuan asal kelompok suatu obyek yang tidak dikenali kelompoknya. Hasii kajian efektivitas merek produk terhadap keputusan pembelian konsumen tepung terigu menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian terhadap tepung terigu oleh industri kecil dan menengah lebih disebabkan karena kesesuaian kualitas tepung terigu untuk produk yang dibuat oleh responden, yaitu martabek, kue jajanan pasar, mie dan roti seperti yang dinyatakan oleh 26.67 % responden. Sementara itu hanya 6.67 % yang menyatakan bahwa harga tepung terigu yang terjangkau oleh industri kecil dan menengah dijadikan factor penentu bagi keputusan pembelian. Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh pengetahuan konsumen terhadap atribut - atribut produk yang diperoleh melalui pengalaman penggunaan tepung terigu dari berbagai merek maupun dari informasi lingkungan usaha sekitamya (iklan atau informasi dari sesame pengusaha). Atribut - atribut produk yang menjadi faktor paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah kesesuaian tepung dengan produk yang dihasilkan, merek dan harga. Sedangkan atribut kandungan gizi dan desain kemasan bukan merupakan atribut yang dipentingkan serta tidak menjadi faktor yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan terhadap pembelian tepung terigu oleh konsumen industri kecil dan mencngah. Hal ini ditunjukkan oleh skala kepentingan terhadap atribut ini masing-masing 0.000 dan -0.008. Keadaan ini menunjukkan bahwa bagi industri kecil dan menengah kedua atribut tersebut kurang memiliki relevansi dengan produk yang dibuatnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa responden akan memutuskan pembelian terhadap satu atau lebih merek tepung terigu yang paling sesuai dengan produk yang akan dihasilkannya. Hal ini ditunjukkan oleh skala tingkat kepentingan atribut kesesuaian dengan produk yang dihasilkan sebesar 2.325. Selain faktor tersebut, atribui keterkenalan merek produk, harga yang terjangkau dan kehalusan tepung menjadi faktor lainnya yang mempengaruhi keputusan pembelian. Meskipun atribut merek produk menduduki urutan ke dua dalam skala kepentingan atribut produk, akan tetapi konsumen industri kecil dan menengah menjadikan merek produk sebagai pertimbangan utama dalam keputusan pembelian. Hal ini ditunjukkan oleh data dalam penelitian ini yang menunjukkan bahwa 57.8% yang menyatakan bahwa merek adalah pertimbangan utama dalam membeli tepung terigu. Namun demikian perilaku responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden cukup hati-hati dalam memilih suatu merek produk. Hal ini ditunjukkan oleh responden yang melakukan perbandingan merek sebesar 55.6%. Dari hasil uji diskriminan diperoleh model pengelompokkan responden dengan batas nilai 13.352 untuk pengelompokan rensponden berdasarkan kelompok yang mempertimbangkan merek dan kelompok yang tidak mempertimbangkan merek dalam keputusan pembelian. Kelompok dengan batas nilai dibawah 13.352 termasuk ke dalam kelompok yang tidak mempertimbangkan merek sedangkan diatas nilai tersebut dikelompokkan kedalam kelompok yang mempertimbangkan merek. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran merek konsumen industri kecil dan menengah cukup baik dengan mengasosiasikan sebuah merek untuk kesesuaian produk yang akan dibuat. Responden menggunakan pengetahuan tentang merek sebagai garansi produk terhadap kualitas produk yang akan dibuat. Diferensiasi merek yang dikaitkan dengan tingkat kesadaran terhadap berbagai merek produk tidak dapat mencerminkan pengetahuan responden terhadap perbedaan spesifikasi atribut produk. Bagi konsumen industri kecil dan menengah, merek lebih berfungsi sebagai suatu keuntungan (benefit) dibandingkan hanya sebagai atribut saja. Atribut merek mempunyai manfaat fungsional sebagai bahan baku proses produksi usaha responden seperti industry mie, kue, roti maupun produk lainnya, sedangkan manfaat emosional adalah terbentuknya asosiasi atau persepsi kualitas terhadap produk tepung terigu yang digunakan. Merek-merek tepung terigu yang dikenal oleh responden cukup beragam dan yang paling banyak dikenal adalah merek Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru dan Lencana Merah. Walaupun merek yang dikenal oleh responden cukup beragam tapi yang menjadi pilihan utama adalah Segitiga Biru yang dipilih oleh 48.9 % responden sementara untuk merek Cakra Kembar dipilih oleh 22.2 % responden sebagai pilihan utama. Tingkat kesadaran merek (brand awareness) bagi industri kecil berasal dari informasi teman seprofesi sedangkan bagi industri menengah diperoleh dari pengalaman usaha yang turun temurun dan pendidikan formal. Dalam penelitian ini brand awareness terhadap satu merek produk relatif lebih banyak diasosiasikan dengan kesesuaian suatu merek dengan produk yang akan dibuat. Konsumen akan memutuskan pembelian terhadap suatu merek produk tepung terigu apabila diyakini bahwa merek tersebut sesuai untuk produknya. Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh asosiasi merek yang terbentuk didalam benak konsumen. Hal ini berhubungan dengan persepsi keunggulan produk beserta atribut - atributnya ataupun keuntungan dan nilai lebih dari penggunaan suatu merek tertentu.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tepung Terigu, PT. lndofood Sukses Makmur Bogasari Flour Mills, Manajemen Pemasaran, Perilaku Konsumen, Discriminant Analysis, Survey Konsumen, Data Primer (Kuesioner), Brand Awareness, Efektivitas Merek, Keputusan Pembelian, DKI Jakarta, Bogor, Bandar Lampung, Konsumen Industri
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 05 Jan 2012 01:29
Last Modified: 05 Jan 2012 01:29
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/903

Actions (login required)

View Item View Item