Formulasi strategi bersaing gabungan kelompok tani gralpara dalam meningkatkan daya saing di pasar bebas

Alexander, barus (2001) Formulasi strategi bersaing gabungan kelompok tani gralpara dalam meningkatkan daya saing di pasar bebas. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17A-01-Alexander-cover.pdf

Download (328kB)
[img]
Preview
PDF
17A-02-Alexander-ringkasanEksekutif.pdf

Download (359kB)
[img]
Preview
PDF
17A-03-Alexander-daftarIsi.pdf

Download (303kB)
[img]
Preview
PDF
17A-04-Alexander-pendahuluan.pdf

Download (431kB)

Abstract

Memasuki pasar bebas munenl beberapa perubahan yang mendasar dalam tata hubungan dagang diantara negara-negara seperti, mudahnya perpindahan arns barang/jasa, faktor produksi, tingginya lalulintas tenaga keIja dari satu negara ke negara lain. Kondisi ini membuat setiap negara harns bekeIj a seeara efisien dan efektif, agar perusahaan dapat bersaing. sehingga produk yang dihasilkan mempunyai daya saing tinggi dipasar global. Globalisasi ekonomi dunia mengakibatkan perubahan tatalaku, institusi dan keIjasama perdagangan antar negara. Globalisasi itu sendiri merupakan suatu revolusi dalam pasar karena pasar menjadi semakin terbuka, seolah tanpa ada batas geografi. Berbagai kesepakatan yang mengatur perdagangan intemasional yang adil terus diupayakan dan dibahas di forum-forum intemasional seperti World Trade Organization (WTO), Asean Free Trade Area (AFTA) atau AsiaPacific Economic Coorporation (APEC). Sedangkan pengintensifan perdagangan dilakukan melalui pembentukan blok-blok perdagangan di lingkup ASEAN seperti AFTA, dan kawasan Asia Pasifik dalam APEC. APEC menjadwalkan kawasan perdagangan bebas Asia Pasifik pada tahun 20 I0 bagi negara-negara industri dan tahun 2020 bagi negara berkembang. Sedangkan AFTA menetapkan tahun 2003 sebagai awal dimulainya perdagangan bebas di kawasan ASEAN. Gabungan Kelompok Tani "Goalpara" sebagai salah satu diantara banyak pelaku dibidang agribisnis dituntut untuk semakin waspada dalam mengamati perubahan-perubahan lingkungan luar yang begitu pesat. Kesadaran tersebut harns ditingkatkan dengan semakin mengglobalnya ekonomi pasar, dimana pasar nantinya tidak dapat dibedakan lagi apakah pasar tersebut pasar domestik atau intemasional. Yang ada adalah bahwa dipasar dipenuhi oleh berbagai jenis produk yang berasal dari produsen lokal maupun produsen luar negri. . Gapoktan sebagai gabungan dari beberapa kelompok tani mengkonsentrasikan penanaman pada jenis produk pertanian : Tomat, Cabai, Kubis, Sawi puti (Petsai), Sawi hijau (Caisin), Bawang daun, Buncis, Kacang panjang, Mentimun, Kentang, Terong, Wortel. Wilayah keIja Gapoktan meliputi 5 desa, yakni : Cisarna, Limbangan, Langensari, Sukamekar, dan Sukar!\ia. Daerah pemasaran produk hortikultura pada saat ini telah dapat memasuki pasar ekspor seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong. Selain pasar ekspor Gapoktan juga memasarkan produk hortikultura kepada domestik (Jakarta dan antar pulau). Sebagai salah satu dari banyak pelaku agribisnis, Goalpara dalam menghadapi konteks persaingan yang semakin ketat harns dapat menyingkapinya dengan melakukan hal-hal yang strategis sehingga dapat bersaing baik pada pada pasar domestik maupun intemasional. Kegiatan geladikarya ini mengkaji dan berusaha memformulasikan strategi yang sesuai bagi Gakpotan dalam rangka meningkatkan daya saing tinggi diantara pelaku bisnis sejenis pada tingkat pasar lokal maupun intemasional ditengah-tengah semakin terbukanya pasar disetiap negara untuk dimasuki produk dari negara lain. Terlebih-Iebih selama ini Gapoktan Goalpara dalam menjalankan operasinya belum memiliki strategi yang baku dalam dalam mencapai visi yang ditetapkannya. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi rumusan masalah yang diangkat adalah: Bagaimana Gapoktan merumuskan strategi bersaing dalam rangka meningkatkan daya saing yang tinggi ditengah-tengah persaingan di bidang agribisnis yang semakin ketat, Tujuan geladikarya ini adalah untuk mengkaji Gapoktan secara menyeluruh meliputi kekuatan- kelemahan yang dimiliki Gapoktan serta peluangancaman dari lingkoogan luar. Dari kajian internal dan eksternal Gapoktan, maka dirumuskan rumusan strategi bagi Gapoktan ke depan. Hasil geladikarya ini diharapkan memiliki kegooaan bagi pengurus Gapoktan, menjadi salah satu input referensi bagi pemilihan strategi yang akan diterapkan Gapoktan dalam menjalankan usaha agribisnis ke masa depan Dalam geladikarya digunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus. Pemilihan metode ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang luas dan lengkap mengenai subjek yang diteliti. Instrumen dalam perolehan data primer berasal dari hasil wawancara, survai kelapangan dan kuesioner. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari studi literatur dalam bentuk kajian terdahulu, laporan Departemen Pertanian, asosiasi hortikultura. Analisis lingkoogan Makro, menoojukkan indikasi peluang atau prospek argibisins hortikultura pada masa depan semakin cerah. Laju pertumbuhan ekonomi untuk tahoo 1999 sebesar 0,2 persen, perkiraan permintaan sayur-mayur dalam negeri memiliki trend positif, peluang ekspor terbuka lebar, serta kecenderungan meningkatnya pengeluaran masyarakat untuk konsumsi sayurmayur, berkembangnya teknologi biotek dalam pengembangan agribisnis, merupakan faktor-faktor yang sangat mendukung usaha agribisnis kedepan. Beberapa faktor yang hams diperhatikan antara lain : stabilitas politik dan nilai tukar uang rupiah terhadap doIlar yang semakin melemah, ini merupakan suatu ancaman bagi perkembangan usaha agribisnis di Indonesia. Analisis Iingkungan Mikro menoojukkan bahwa beberapa faktor yang memberi pengaruh terhadap pengembangan agribisnis menoojukkan ikIim kondusif dirnana dengan luasnya pasar untuk komoditi agribisnis hortikultura, serta ketersediaan tenaga kerja yang melimpah serta relatif masih murah serta penyediaan sarana produksi yang mencukupi dan masih terjangkau oleh para pelaku agribisnis hortikultura. . Hasil analisis industri juga menunjukkan bahawa industri agribisnis hortikultura memiliki ketertarikan tinggi bagi para investor untuk berinvestasi didalamnya. Pasar yang luas, produk substitusi yang relatif rendah, tingkat persaingan antara pelaku masih rendah, biaya beralih relatif rendah, diferensiasi komoditi sayur-mayur belum kuat, merupakan indikator bahwa agribisnis hortikultura merupakan salah satu aiternatif investasi yang menarik. Hasil kajian Matrik Internal-Eksternal merupakan hasil pengolahan dari matrik IFE dan EFE. Dari matrik EFE nilai yang dihasilkan sebesar 2,849 merupakan sumbu vertikal dengan range nilai mulai dari 1,00 sampai dengan 4,00. Nilai faktor EFE berada diatas nilai rata-rata 2,5. Ini berarti bahwa perusahaan dalam keadaan yang ada pada saat ini relatif dapat memanfaatkan peluang serta memiliki kemampuan untuk menghadapi ancaman dari lingkungannya. Hasil pemetaan skor IFE dan EFE, Gapoktan Goalpara berada pada kuadran V yang berimplikasi terhadap strategi yang sesuai bagi Gapoktan adalah strategi growth (konsentrasi melalui melalui integrasi horizontal) dan stability (tak ada perubahan strategi). HasiI analisis SWOT memberikan beberapa aItematif strategi yang dapat digunakan Gapoktan dalam merijalankan usaha kedepan. Strategi-strategi yangberhasil dirumuskan diatas berdasarkan analisis terhadap faktor-faktor kekuatankelemahan, dan peluang-ancaman Gapoktan. Ada 4 a1ternatif strategi yang dapat digunakan atau menjadi referensi bagi perusahaan dalam penyusunan strategi Gapoktan kedepan. (I). Strategi Kekuatan-Peluang terdiri dari : strategi penetrasi pasar dan strategi integrasi usaha. (2). Strategi kekuatan-ancaman terdiri dari : strategi penetapan segmentasi, sasaran serta posisi pasar, strategi integrasi vertikaI, strategi unggul biaya. (3). Strategi kelemahan-peluang terdiri dari : strategi peningkatan kualitas produk, konsolidasi manajemen, membangun system informasi pasar. (4). Strategi kelemahan terdiri dari : strategi peningkatan kualitas produk, strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia, sosialisasi visi dan misi berkesinambungan. Penulis memberikan beberapa pra syarat dalam aplikasi• strategi sebagai berikut : Perusahaan harus secara tegas dan jelas membuat gambaran dan luasan kerja untuk setiap fungsi perusahaan, dengan tujuan agar tidak terjadi pekerjaan ganda oleh lebih dari satu departemen dalam perusahaan. Terjadinya pekerjaan ganda mengakibatkan pemborosan sumber daya, penurunan semangat kerja serta kekaburan pertanggungjawaban karena apa bila terjadi sesuatu penyimpangan dari tujuan, antar departemen saling menyaIahkan. Persoalan diatas harus diantispasi melalui pembangunan struktur organisasi yang tegas beserta dengan kejelasan gambaran dan luasan pekerjaan yang dilimpahkan. Melakukan proses penjaringan (recruitment) tenaga kerja untuk mendapatkan the right man in the right place. Orang yang tepat pada posisi tepat mengurangi campur tangan dari satu departemen ke departemen lain. Karena antara personil departemen satu dengan departemen lain ada pengakuan kemampuan pada bidang masing-masing. Organisasi harus dapat memilih seorang pemimpin yang dapat membawa kemajuan organisasi (Gapoktan) kedepan, yang memiliki sifat ketegasan, empati, serta memiliki pandangan jauh kedepan. Memiliki kemampuan untuk memberdayakan para anggota petani lain. Lebih jauh Gapoktan harus merumuskan gaya kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan organisasi agar dapat mengakomodir perubahan-perubahan dalam dan luar organisasi serta mulai membangun budaya organisasi yang kondusif bagi setiap anggota Gapoktan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kubis, Buncis, Sawi Putih, Tomat, Kentang, Cabe, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Goalpara, Pemasaran, Produksi, R&D, Formulasi Strategi Bersaing, Matrik SWOT, Matrik IE, Analisis Persaingan Industri, Kab. Sukabumi, Studi Kasus
Subjects: Manajemen Produksi dan Operasi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 05 Jan 2012 02:45
Last Modified: 05 Jan 2012 02:45
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/918

Actions (login required)

View Item View Item