Kajian peranan sektor agribisnis dalam pembangunan daerah kabupaten maluku utara

Muhammad, Basyir (2001) Kajian peranan sektor agribisnis dalam pembangunan daerah kabupaten maluku utara. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17A-01-muhammad-cover.pdf

Download (331kB)
[img]
Preview
PDF
17A-02-muhammad-RingkasanEksekutif.pdf

Download (368kB)
[img]
Preview
PDF
17A-03-muhammad-daftarIsi.pdf

Download (347kB)
[img]
Preview
PDF
17A-04-muhammad-pendahuluan.pdf

Download (439kB)

Abstract

Dewasa ini Indonesia diperhadapkan dengan isyu ketimpangan antar daerah atau antar wilayah serta antar sektor yang semakin menjadi perhatian, karena pembangunan antar wilayah maupun antar sektor tidak mengalami laju pertumbuhan dan perkembangan yang merata. Hal ini dapat dicermati dari alokasi biaya pembangunan yang tidak merata disamping orientasi pembangunan pada kawasan tertentu yang menyebabkan terjadi disparitas dan gap yang lux biasa, misalnya antara Jawa dan luar Jawa serta antara kasawan barat dan kawasan timur Indonesia Sejalan dengan dinamika pembangunan dan reorientasi pembangunan nasional yang mengarah kepada pemberdayaan daerah, serta untuk mengatasi kesenjangan antara wilayah daerah tersebut maka seyogyanya kegiatan pembangunan hams didekati secara regional dan sektoral. Pembangunan regional dan sektoral dimaksudkan agar semua daerah dapat melaksanakan pembangunan secara proporsional dan merata sesuai dengan potensi yang dimiliki dan terdapat didaerah tersebut. Mengacu pada permasalahan tersebut di atas maka diperlukan penentuan sector unggulan atau sektor kunci di daerdwilayah yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus akan mendorong pemupukan modal dan investasi secara efektif dan efisien yang pada gilirannya dapat akan meningkatkan pendapatan dan kesempatan kerja serta kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut Sektor unggulan atau kunci dimaksud antara lain adalah sektor agribisnis yang diperkirakan mampu memberikan kontribusi bagi daerah baik dari aspek pendapatan maupun tenaga kerja. Kabupaten Maluku Utara yang telah dimekarkan menjadi Propinsi Maluku Utara dengan luas wilayah daratan 22.698 Km2 dan luas wilayah lautan 81. 091 Km2 yang tersebar paada 320 pulau besar, kecil dan sedang memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup besar dan belum sepenuhnya diberdayakan dalam rangka upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan agribisnis. Dalam pembangunan ekonomi di wilayah daerah Kabupaten Maluku Utara antara km waktu tahun 1993 sampai dengan tahun 1997, pangsa sektor agribisnis khususnya pada subistem usahatani (pertanian) terhadap pendapatan wilayah terus mengalami penurunan, mulai dari 31,69 % pada tahun 1993 turun menjadi 26,35 % pada tahun 1997. Hal ini berbeda dengan sektor industri pengolahan yang semakin mantap peranannya dalam memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Maluku Utara. Pada tahun 1993 sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 32,47 % dan pada tahun 1997 kontribusi sektor tersebut sudah mencapai 32, 57 % Proses transformasi struktur ekonomi dari sektor pertanian ke industri juga ditandai dengan pergeseran kesempatan kerja dari sektor pertanian ke sektor industri dan sektor jasa serta pengalihan fimgsi lahan dari sektor pertanian ke non pertanian. Hal ini dapat ditunjukan dengan pangsa penduduk yang bekerja pada sektor pertanian dari tahun 1993 sebesar 70 % turun menjadi 67,54 % pada tahun 1997. Walaupun kontribusi sektor pertanian dalam perekonomian Kabupaten Maluku Utara mengalami penurunan, akan tetapi potensi yang dimiliki sektor ini sangat besar, karena memberikan kontribusi bagi sektor industri pengolahan (agroindustri) dan diharapkan berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, dengan pengertian apabila keduanya diintegrasikan secara kuat, dimana sektor industri pengolahan mengunakan bahan baku yang dihasilkan dari sektor pertanian. Dengan mengacu pada uraian di atas maka permasalahan penelitian yang dirumuskan adalah (1) Bagaimana peranan sektor agribisnis terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maluku Utara dan keterkaitannya dengan sektor ekonomi lainnya, (2) Sektor ekonomi apa saja yang menentukan dan diunggulkan dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Maluku utara, (3) Bagaimana kebijaksanaan pembangunan wilayah daerah yang telah dan dapat dilakukakan oleh Pemerintah daerah setempat. Tujuan dari kajian atau penelitian ini adalah (1) Mengkaji dan menelaah kontribusi sektor agribisnis dalam pei-tumbuhan ekonomi wilayahldaerah Kabupaten Maluku Utara, (2) Mengkaji hubungan (keterkaitan) sektor agribisnis dengan sector perekonomian lainnya, (3) Menelaah sektor unggulan yang menentukan dalam pertumbuhan ekonomi daerahlwilayah Kabupaten Maluku Utara serta (4) Memberikan altematif solusi kebijakan dan strategi dalam rangka pembangunan wilayah daerah. Adapun manfaat yang akan diperoleh dari hasil penelitian ini adalah (1) Sebagai masukan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam rangka menunuskan strategi pembangunan sektor agribisnis khususnya dan pembangunan wilayah umumnya. (2) Sebagai bahan dan landasan analisis bagi penentu kebijakan untuk mencari sumber sumber pertumbuhan baru terutama sektor agribisnis yang dapat menjadi sektor andalan daerah (site spesac) (3) Diperolehnya hubungan keterkaitan sektoral dan subsector agribisnis dengan sektor ekonomi lainnya dalam kerangka pembangunan daerah. serta (4) Sebagai data dasar bagi peneliti dalam bidang terkait demi pengembangan iptek Dalam kajian ini hubungan antara konsep teoritis dan konsep pikir dan analisis adalah berdasarkan pada teori lokasi , dimana yang menentukan sektor basis dan non basis akan menimbulkan surplus pendapatan dan multiplier effect, dimana sektor basis mengekspor produknya keIuar wilayah sehingga mendatangkan arus pendapatan ke dalam wilayah tersebut yang pada giliramya dapat menyebabkan peningkatan investasi, tingkat konumsi dan penyerapan tenaga kerja. Terjadinya peningkatan konsumsi berarti terjadi pula peningkatan permintaan, baik terhadap produk sektor basis maupun non basis. Pada sektor non basis kejadian ini menyebabkan peningkataan pendapatan sector non basis yang akan menyebabkan kenaikan investasi, tingkat konsumsi penyerapaan tenaga kerja di dalam sektor ini, yang akhimya akan meningkatkn permintaan produk sektor basis dan non basis. Dengan tinjauan teoritis dan kerangka pikir ini maka hipotesis dari penelitian ini adalah (1) Sektor agribisnis mempunyai kontribusi yang cukup besar atau dominan sebagai leading sector dan sektor unggulan terhadap perekonomian wilayah Kabupaten Maluku Utara, (2) Sektor agribisnis termasuk salah satu sektor atau kegiatan basis yang mampu memberikan surplus pendapatan dan menyerap tenaga kerja yang relatif besar, (3) Prospek sektor agribisnis masih relevan dengan konsep pembangunan daerahhilayah Kabupaten Maluku Utara karena sektor ini masih dominan terhadap kehidupan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara metode pengamatan langsung serta menggunakan data sekunder yang belum diperas dan memerlukan analisis lanjutan,yang bersumber dari beberapa instansi terkait serta disajikan secara diskriptif serta melalui analisis kualitatif dan kuantitatif. Alat dan metode pengolahan dan analisis data menggunakan Location Quotient, Analisis Shiht share, analisis surpus pendapatan, effek pengganda, ICOR dan ratio penduduk pengerjaan (RPP), produktivitas tenaga kerja serta analisis prospek. Dari hasil bahasan serta analisis terjhadap peranan sektor agribisnis dalam pembangunan daerah, maka diperoleh kesimpulan bahwa (1) Sektor agribisnis khususnya kegiatan usahatani mempakan sektor basis di Kabupaten Maluku Utara selama periode tahun 1993 sampai tahun 1996 sedangkan tahun 1997 sektor ini bukan mempakan sector basis.(2) Sektor pertanian mempakan sektor unggulan sektor basis namun masih tumbuh lambat dari aspek alokasi/spesialisasi sehingga belum belum memiliki daya saing, (3) Sektor pertanian karena merupakan sektor basis mampu memberikan surplus pendapatan dan multiplier effect terhadap sektor lain.(4) Subsektor subsektor unggulan berdasarkan rankingnya di wilayah Kabupaten Maluku Utara dari sektor pertanian adalah subsector tanaman perkebunan, subsektor perikanan, subsektor petemakan dan subsektor pertanian tanaman pangan dan subsektor kehutanan.(S) Produktivitas investasi baik secara agregat maupun terhadap sektor agribisnis masih relatif sedikit, ini ditunjukan dengan ICOR yang sangat rendah, begitu pula dengan produktivitas tenaga kerja sektor pertanian ( on farm agribuines) masih relatif rendah dan dari tahun ketahun yang semakin menurun, jika dibandingkan dengan sektor lain, hal ini ditunjukan dengan elastisitas pertumbuhan dan laju pertumbuhan sektor yang semakin lambat dalam memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto maupun nilai tambah (value added), Dengan kesimpulan di atas maka disarankan (1) Diperlukan rumusan program dan langkah kebijakan yang konkrit untuk menentukan skala prioritas terhadap pembangunan wilayahldaerah dengan memacu sektor unggulan daerah yang disesuaikan dengan potensi wilayah , (2) Pemerintah daerah perlu melakukam evaluasi terhadap gerak dan kinerja serta potensi sektor dan komoditi unggulan agar tidak terjadi tumpang tindihnya program yang mengakibatkaan disparitas antar sektor (3) Kerjasama Pemerintah daerah dengan pihak swasta segera dilakukan untuk menarik investasi terhadap daerah ini khususnya upaya meningkatkan nilai tambah produk agribisnis yang sekaligus membuka peluang kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat di daerah ini,(4) Koordinasi, Integrasi dan Sinkronisasi program antar sektor perlu dilakukan agar masing masing sektor yang terkait maju dan secara sinergis memacu pertumbuhan ekonomi daerah, misalnya sektor pertanian dan sektor industri pengolahan serta sektor perdagangan sera subsektor pendukung seperti perbankan, transportasi dan sebagainya, yang merupakan mata rantai dari suatu sistem agribisnis'

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Peranan Sektor Agribisnis, Kabupaten Maluku Utara, Renstra, Manajemen Pembangunan Daerah Location Quotient, Shijt share, Surplus Pendapatan, Multiplier Effect., Increamental Capital Output Ratio,Leading Sector
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 05 Jan 2012 04:17
Last Modified: 05 Jan 2012 04:17
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/934

Actions (login required)

View Item View Item