Analisis Kinerja Kelompok Tani Di Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara

Muhammad, Natsir Abdurrahman (2001) Analisis Kinerja Kelompok Tani Di Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r18_01-MuhammadNatsirAbdurrahman-cover.pdf

Download (318kB)
[img]
Preview
PDF
r18_02-MuhammadNatsirAbdurrahman-ringkasaneksekutif.pdf

Download (388kB)
[img]
Preview
PDF
r18_03-MuhammadNatsirAbdurrahman-daftarisi.pdf

Download (288kB)
[img]
Preview
PDF
r18_04-MuhammadNatsirAbdurrahman-pendahuluan.pdf

Download (364kB)

Abstract

Dalam mengelola agribisnis, terdapat tantangan yang harus dihadapi dan diciptakan menyangkut aspek ekonomi, manajemen teknis dan sosial, sehingga dibutuhkan kemampuan dan situasi kondisi kondusif bagi kelancaran proses pelaksanaan dan keberhasilan pencapaian tujuan dalam pengelolaan agribisnis. Kemampuan dan situasi kondisi tersebut berupa sumberdaya nil yang tadinya masih bempa sumberdaya potensial, serta situasi kondisi eksternal dan internal organisasi berupa sumberdaya manusia, sumberdaya alam dan sumberdaya buatan. Tantangan ini hais dihadapi dan diiujudkan secara konsepsional, berencana dan-terarah denaan oenuh kecermatan. oerhitunaan dan kehati hatian karena variabel yang birpengamh terhadapnya peka terh>dap perubahan situasi kondisi, kebijaksanaan pemerintah dan ipoleksosbud yang terus bergerak secara dinamis. Salah satu tantangan dalam agribisnis adalah sumberdaya manusia pelaku agribisnis. Peran sumberdaya manusia (SDM) agribisnis tersebut dapat diklasfikasikan menjadi (1) SDM yang berperan sebagai aktor utama pembangunan agribisnis, yakni SDM yang bekerja pada subsistem agribisnis hulu, agribisnis usahatani dan agribisnis hilir, (2) SDM yang berperan sebagai aktor pendukung, yakni SDM yang bekerja pada lembaga penyedia jasa bagi pembangunan sektor pertanian. SDM yang berperan dalam subsistem agribisnis usahatani adalah Petani kelompok tani. Kelompok tani merupakan suatu institusi lembaga informal yang terdin dari anggota, pengums dan ketua, mempunyai aturan main, program aksi dan akses. Kelompok tani di Kabupaten Halmahera Tengah masih memiliki berbagai kelemahan seperti pmduktivitas usahatani.dan pendapatan yang masih rendah. Tinggi rendahnya suatu kelompok tani dalam beraktivitas maupun untuk mendapatkan hasil usahataninya berhubungan erat dengan kinerja kelompok tersebut. Agar kelompok tani dapat mencapai tujuannya dan mengembangkan kegiatan usahataninya maka pengelolaan hams dilakukan dengan baik. Menyadari besarnya peran dan tanggung jawab yang diemban oleh Pemerintah Daerah, maka Pemerintah Daerah ini diiuntut untuk bempaya meningkatkan kinerja kelompok tani tersebut. Namun demikian dalam rangka meningkatkan kineja, pihak Pemerintah Daerah terlebih dahulu perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja kelompok tani. Dalam upaya menganalisis kineja kelompok tani, dimmuskan permasalahan :(I) bagaimana kondisi kinerja kelompok tani saat ini, (2) faktor- faktor apa yang mempengamhi kineja kelompok, (3) bagaimana kelompok mengantisipasi tantangan berupa persaingan yang tajam dimasa mendatang, dan (4) alternatif strategi apa yang dipedukan dalam pengembangan kelompok tani agar mampu beradaptasi dan mengantisipasi berbagai perubahan baik internal maupun eksternal. Peneliian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi faktor- faktor yang diduga mempengaruhi kinerja kelompok tani, (2) menganalisa sejauh mana kinerja kelompok tani saat ini. (3) menentukan faktor-faktor strategi dalam mengembangkan kelompok. (4) menyusun formulasi strategi pengembangan kelompok tani. Kegiatan peneliian dilakukan di Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara yang pelaksanaannya pada bulan Januari sampai Pebruari 2001 dengan menggunakan metode deskriptii. Variabel penelian terdiri dari (1) kinerja kelompok, (2) efekfiitas kelompok, (3) karakteristik anggota, (4) lembaga pembina, (5) kebijakan pemerintah, (6) ketersediaan saprotan, (7) distribusi hasil pertanian, (8) teknologi, (9) ekonomi, (10) sosial budaya, dan (11) sluasi poliik. Langkah awal yang dilakukan adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja kelompok tani dan menganalisanya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisa atau uji Chi-Square, yang diujukan untuk melihat seberapa besar tingkat hubungan antara faktor pengaruh terhadap kinerja kelompok tani. Dari hasil tersebut dapat diketahui sejauh mana kinerja kelompok tani, yang selanjutnya dengan menggunakan analisis SWOT disusun faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Hasil analisis terhadap faktor internal memperlihatkan ada beberapa faktor yang berpengaruh secara nyata sampai sangat nyata terhadap kinerja kelompok tani, namun demikian ada juga yang tidak berpengaruh terhadap kinerja kelompok tani. Faktor yang berpengaruh sangat nyata ( pada taraf 99 % ) adalah (1) Lamanya adopsi keterampilan dan (2) Pengalaman berkelompok.Faktor yang berpengaruh (pada taraf 95 %) adalah (1) Wawasan keanggotaan, (2) Perubahan produktivitas setelah berkelompok, (3) lmbas kelompok. (4) Pemahaman Penyuluh. Faktor yang tidak berpengaruh adalah : (1) Tingkat keberhasilan kegiatan, (2) Kebiasaan menerima inovasi, (3) Moral kelompok, (4) Umur anggota, (5) Tingkat pendidikan, (6) Motivasi anggota, (7) Keberanian mengambil resiko, (8) lnstansi yang melaksanakan pembinaan, (9) Kunjungan pembinaan Penyuluh. (10) Materi penyuluhan, (TI) Kemampuan menyuluh Analisis terhadap faktor ekstemal memberikan hasil bahwa faktor yang berpengaruh sangat nyata ( pada taraf 99 % ) adalah : Siuasi politik. Faktor yang berpengaruh (pada taraf 95 %) adalah : (1) Jalur distribusi, (2) Penggunaan benih bermutu, (3) Teknologi pengolahan tanah, (4) Penggunaan pupuk dan pestisida, (5) Sosial budaya, (6) Keaktiian anggota dimasa krisis ekonomi. Faktor yang tidak berpengaruh adalah :(1) Kebijakan pemerintah. (2) Pedagang saprotan, (3) Kelengkapan saprotan, (4) Penyediaan saprotan oleh KUD, (5) Jarak lokasi dengan pasar. (6) Teknologi pasca panen, (7) Harga saprotan dan tenaga kerja pada masa krisis ekonomi, (8) Komoditi yang dihasilkan pada masa krisis ekonomi. Hasil analisa kineja kelompok tani saat ini, diketahui bahwa (1) semakin tinggi kelas kemampuan kelompok semakin baik kinejanya (2) efektivitas kelompok tani masih rendah yang dibuktikan dengan terjadinya perubahan produktivitas yang rendah, tingkat keberhasilan kegiatan masih rendah; (3) secara umum kemampuan kelompok tani masih rendah yang dibuktikan kelompok belum mampu melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan produktivitas, kelompok belum mampu memupuk modal, kelompok belum mampu meningkatkan hubungan yang melembaga dengan koperasi, kelompok belum mampu mencari dan memanfaatkan informasi serta menjalin kerjasama, walaupun disisi lain kelompok telah mampu merencanakan kegiatan dengan rekomendasi yang tepat. Dalam rangka memformulasikan strategi pengembangan kelompok tani di Kabupaten Halmahera Tengah, maka visi pembangunan khususnya pada bidang ekonomi adalah sektor pertanian yang kuat dengan dukungan sumberdaya manusia yang tangguh untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Dengan misi mengembangkan usaha pertanian rakyat terpadu melalui sistem agribisnis dalam skala kecil yang melibatkan masyarakat petani (kelompok tani); tercapainya pertanian yang tangguh dan efisien yang bemrientasi agribisnis dengan titik berat pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Faktor-faktor strategis untuk mengembangkan kelompok tani di Kabupaten Halmahera Tengah sebagai berikut :(a) faktor kekuatan yang mdiputi pengalaman berkelompok, pembinaan oleh penyuluh, dan kemampuan merencanakan kegiatan kelompok tani; (b) faktor kelemahan yang meliputi efektivitas kelompok, kemampuan melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan produktivitas, kemampuan menerapkan lima tepat, pemupukan modal, kemampuan mengadakan dan mengembangkan fasiliias yang diperlukan, dan rendahnya kemampuan menjadikan kelompok sebagai TPK; (c) faktor peluang yang meliputi meningkatnya pennintaan setiap komodii, potensi pasar, perkembangan teknologi, dan budaya masyarakat; (d) faktor ancaman yang meliputi ffuktuasi harga, mahalnya harga input, persyaratan mutu tinggi, belum lancamya distribusi hasil pertanian, dankondisi poliik saat ini. Dari faktor strategis yang telah diuraikan, dengan menggunakan matrik SWOT dihasilkan 8 (delapan) strategi : (1) pengembangan kelembagaan kelompok tani, yakni kelompok tani yang memiliki kemampuan pedu dikembangkan menjadi kelompok usaha. Struktur kelompok tani perlu dirubah menjadi aspek ekonomi 70 % dan aspek teknis 30 %. Dapat dilakukan dengan penataan kelompok yang memiliki kemampuan usaha, serta menjalin kerjasama dengan pengusaha; (2) mengembangkan bofforn-up planning, yakni kelompok tani perlu dibiasakan menyusun rencana kegiatan tertulis dari pra tanam sampai pemasaran, dalam bentuk Rencana Definitf Kebutuhan Kelompok; (3) bantuan modal, diberikan kepada kelompok beserta anggota serta investor yang mengolah hasil pertanian dalam bentuk kredii lunak sehingga teknologi budidaya, pasca panen dan pemasaran dapat terpenuhi. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber pendanaan dari Bank dan tembaga keuangan alternatiif lainnya; (4) penciptaan pasar pada sentra produksi, dengan cara membentuk pasar dan menyiapkan sarana prasarana pendukung termasuk menjaring pengusaha; (5) peningkatan kemampuan kelompok, dilakukan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan serta penilaian kemampuan kelompok; (6) peningkatan efektivitas kelompok, yang dilakukan melalui pembinaan serta dinamika kelompok; (7) pengembangan SDM. yakni anggota diberikan kesem- patan mengikuti pelatihan teknis pertanian serta pelatihan manajerial; (8) peningkatan kualitas produk, yakni dengan menerapkan total kualiias produk dimulai dari pengadaan saprotan sampai pasca panen, serta perlombaan. Dan hasil pembahasan, disarankan hal-ha1 sebagai berikut :(I) dalam upaya meningkatkan efektivitas kelompok diharapkan agar ketua kelompok dan pengurus lebih berperan untuk menata kegiatan, selanjutnya memberikan kesempatan kepada anggota untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersifat teknis maupun manajerial sehingga perilaku mereka dapat berubah yang berakibat pada peningkatan pendapatan; (2) perlu adanya penilaian kelas kemampuan kelompok minimal satu tahun sekali yang dilaksanakan oleh Tim Penilai dalam rangka untuk meningkatkan kelas kemampuan kelompok; (3) kelompok tani yang baru terbentuk atau diiumbuhkan, perlu dikukuhkan oleh pihak bewenang dalam ha1 ini penyuluh pertanian dan instansi terkait yang dituangkan dalam berita acara. Diharapkan kepada pemerintah daerah agar penumbuhan kelompok semata-mata untuk kepentingan proyek perlu dihindarkan; (4) perlu diadakan lomba intensilikasi sehingga mereka terpaw untuk meningkatkan produktivitas; (5) karena peneliian ini menggunakan variabel yang terbatas maka dimohon agar perlu adanya peneliian lanjutan dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti peran pimpinan kelompok terhadap kinerja, atau motivasi penyuluh terhadap kinerja kelompok.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Sumberdaya Manusia, Kelompok Tani, Penyuluhan Pertanian, Sistem Agribisnis, Manajemen Strategi, Manajemen Sumberdaya Manusia, Uji Chi-Square, Analisis SWOT.
Subjects: Manajemen Sumber Daya Manusia
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 05 Jan 2012 04:37
Last Modified: 05 Jan 2012 04:37
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/943

Actions (login required)

View Item View Item