Formulasi strategi pengembangan agribisnis kelapa sawit pada pt. kurnia luwuk sejati di kabupaten banggai, sulawesi tengah

Usman, Suni (2001) Formulasi strategi pengembangan agribisnis kelapa sawit pada pt. kurnia luwuk sejati di kabupaten banggai, sulawesi tengah. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17A-01-Usman-cover.pdf

Download (297kB)
[img]
Preview
PDF
17A-02-Usman-RingkasanEksekutif.pdf

Download (399kB)
[img]
Preview
PDF
17A-03-Usman-daftarIsi.pdf

Download (345kB)
[img]
Preview
PDF
17A-04-Usman-pendahuluan.pdf

Download (404kB)

Abstract

Kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat apabila didasarkan atas potensi sumberdaya yang dimiliki (resources based), melibatkan jumlah masyarakat yang banyak, dan tersebar secara merata. Pembangunan yang berbasis pada sektor agribisnis mempakan contoh kebijakan yang dianggap sesuai, jika pendekatannya dilakukan melalui sistem agribisnis Saragih (2000), . Di Indonesia, pengembangan kelapa sawit adalah merupakan model pengembangan yang pengelolaannya menggunakan pendekatan sistem agribisnis. Oleh karena itu dalam waktu yang relatif singkat, luas lahan kelapa sawit melonjak secara tajam, yaitu pada tahun 1980 luas areal pengembangan di Indonesia baru mencapai 294.560 hektar dan menghasilkan produksi sebesar 721.172 ton, tetapi setelah tahun 1998 berkembang sehingga mencapai 2.788.783 hektar dengan tingkat produksi 5.640.154 ton. Selanjutnya Oil Word memperkirakan bahwa pada tahun 2005 Indonesia akan menjadi penghasil utama yang menguasai pasar kelapa sawit dunia. Prospek pengembangan kelapa sawit di Indonesia masih terbuka, temtama didukung oleh ketersediaan sumberdaya lahan yang luas dan secara teknis memenuhi syarat untuk pertumbuhan dan produktivitasnya. Disamping itu, pengembangan kelapa sawit juga memberikan kesempatan lebih luas untuk melakukan diversifikasi produk. Karena minyak sawit selain sebagai minyak goreng, CPO dapat menghasilkan banyak jenis produk turunan seperti oleokimia, oleopangan dan produk farmasi (fatty acid, fatty alcohol, fit@ nitrogen, rnetylester, gliserol), margarin, shortening, sabun dan lilin. Produk-produk tersebut umumnya mempunyai prosfek kedepan yang lebih baik serta menghasilkan nilai tambah lebih besar. Menyadari adanya peluang tersebut, PT Kurnia Luwuk Sejati melakukan ekspansi usaha, mengembangkan unit bisnis perkebunan kelapa sawit termasuk membangun pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS). Sebagai pengusaha lokal di daerah sudah pasti PT. KLS, akan menghadapi berbagai tantangan dan kendala, seiring dengan meningkatnya intensitas persaingan dalam industry kelapa sawit. Apalagi lingkungan bisnis pada saat ini kurang menguntungkan untuk suatu investasi. Bertitik tolak dari kondisi yang dihadapi oleh PT. KLS tersebut, maka perhatian dan kegiatan penelitian diarahkan untuk mengidentifikasi, menganalisa "rumuskan masalah" yang berkaitan dengan upaya PT. KLS mengembangkan dan membangun pabrik pengolahan kelapa sawit yaitu; 1). bagaimana pola pengembangan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT. KLS, 2). Faktor-faktor apa yang menjadi penentu keberhasilan usaha pengembangan agribisnis kelapa sawit yang dilakukan oleh PT. KLS serta 3). Bagaimana strategi pengembangan agribisnis kelapa sawit yang paling efektif sehingga dapat menjamin kelangsungan usaha khususnya dalam mencapai tujuan dan sasaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu, deskriptif studi berupa studi kasus. Adapun alat analisis yang digunakan untuk menjawab dan memecahkan permasalahan yang dihadapi menggunakan matriks Internal factor evaluation (IFE) dan matriks external factor evaluation (EFE), selanjutnya digunakan matriks IE (internal ekstemal) dan matriks SWOT. Sedangkan Proses Hierarkhi Analitik (PHA), hanya digunakan untuk membantu penetapan keputusan perusahaan dalam rangka pengadaan teknologi pengolahan kelapa sawit (PKS). Hasil analisis lingkungan ekstemal maupun lingkungan internal menunjukkan bahwa, indikator dalam lingkungan makro seperti, aspek politik dan pemerintahan, ekonomi, hukum, sosial budaya, kependudukan dan lingkungan teknologi. Temyata memberikan indikasi bahwa faktor-faktor tersebut, langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap kine rja PT. U S dalam mencapai tujuan dan sasaran pengembangan kebun dan pambangunan pabrik pengolahan kelapa sawit. Secara ringkas pada kondisi politik dan pemerintahan yang tidak stabil menimbulkan keraguan bagi investor, sementara kebijakan pemerintah yang berubah-ubah dalam masa transisi pemerintahan, membuat optimalisasi peran dan fungsi pemerintah dalam memberikan pelayanan menjadi terbatas. Pada aspek ekonomi, hampir semua kalangan pengusaha merasakan darnpak krisis termasuk pada PT. KLS. Tingginya suku bunga pinjaman komersial. serta sulitnya mencari surnber dana menjadi penghambat utama bagi perusahaan, Selanjutnya terdepresiasinya nilai rupiah dari mata uang asing, dan tingkat inflasi yang tinggi telah menyebabkan naiknya harga barang-barang modal yang mengakibatkan membengkaknya dana investasi. Pada aspek hukum, lemahnya pranata hukum dalam lingkungan bisnis dapat menimbulkan, keraguan akan resiko ketidak pastian, serta dapat pula menyebabkan biaya tinggi. Sementara dalam lingkungan sosial dan budaya menunjukkan bahwa budaya setempat juga mempengaruhi optimalisasi hasil dan kinerja usaha. Pada sisi lain PT. KLS sebagai perusahaan keluarga keberadaan dan keputusan manajemen sangat dipengaruhi oleh budaya yang dianut oleh lingkungan keluarga. Pada hal bagi perusahaan budaya memberikan sense of identity pada anggota organisasi. Lingkungan kependudukan dan ketenaga kerjaan pada negara-negara berkembang sering menjadi indikator utama menentukan strategi pembangunan nasional. Dalam kaitannya dengan perusahaan, khususnya pada perkebunan kelapa sawit yang diielolah dengan pola kemitraan inti plasma, peran penduduk setempat menjadi sangat penting yaitu selaku mitra strategis pemasok bahan baku sekaligus sebagai sumber tenaga kerja. Teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi faktor penyebab utama perubahan dunia pada saat ini. Kenyataannya dengan teknologi berbagai perusahaan mampu meningkatkan uroduktifitas dan melakukan efisiensi bahkan dapat menemuki dan meiperkenaikan berbagai produk baru. Secara rinci apa yang menjadi 'Peluang' adalah kekuatan dan kelemahan perusahaan yaitu, faktor kekuatan: 1). Komitmen Manajemen yang kuat, 2). Dukungan tenaga kerja berpengalaman. 3). Suberdaya lahan yang luas, 4). Akses kebahan baku yang dicirikan oleh hubungan baik dengan petani, 5). Sumberdaya keuangan yang memadai, 6). Letak lokasi yang strategis, 7). Citra perusahaan yang baik. Sedangkan kelemahan yang perlu mendapat perhatian dari PT. KLS terdiri dari 1). Dukungan Infra struktur yang terbatas, 2). Rendahnya kemampuan teknis petani plasma 3). Turn over tenaga kerja yang tinggi. 4). Dukungan SDM yang berkualitas terbatas 5). Adanya benturan kepentingan dalam group perusahaan, 6). Kesenjangan komunikasi top manajemen dan middle manajemen. Kajian lebih lanjut menggunakan matrik internal ekstemal (IE), dapat dilihat kedudukan dan posisi PT. KLS dengan nilai EFE sebesar 2,78 dan IFE matriks sebesar 2,52. Nilai tersebut menempatkan posisi dan kedudukan perusahaan berada pada kuadran V pada matriks IE. Implikasi strategi yang tepat bagi PT. U S yaitu, strategi memelihara dan mempertahankan (Hold and Maintain Strategies). Selanjutnya berdasarkan kajian menggunakan matriks SWOT telah dirumuskan startegi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Konsentrasi Pertumbuhan (Concentrated Growth); Konsentrasi pertumbuhan merupakan strategi yang mengarahkan setiap sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan mengandalkan kekuatan guna meraih setiap peluang. Kebanyakan perusahaan yang menarapkan strategi ini hanya berorientasi pada satu jenis produk untuk meraih keuntungan yang maksimal. Strategi ini juga menekankan pada satu pasar dan didukung oleh penguasaan teknologi yang dominan 2. Strategi Pengembangan Produk (Product Development) ; Sebagai pendatang baru dalam industri kelapa sawit PT. Kurnia Luwuk Sejati diharapkan akan mampu mengembangkan produk yang dihasilkan. Pengembangan produk mencakup kegiatan untuk melakukan modifikasi yang substansial dari produk yang telah ada. 3. Strategi Ekspansi ; Strategi ekspansi menitik beratkan pada penambahan atau perluasan sektor produk atau jasa, pasar maupun fungsi dimana diharapkan terjadi peningkatan aktivitas perusahaan. 4. Strategi Integrasi Vertikal ; Umumnya perusahaan yang bergerak dalam lingkungan industri kelapa sawit menerapkan strategi integrasi vertical termasuk PT. KLS. Alasan utamanya adalah perusahaan berharap dapat meningkatkan efisiensi ekonomi dan untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pasokan bahan baku. 5. Strategi Stabilitas ; Strategi stabilitas dapat saja menjadi altematif pilihan, terutama pada kondisi dimana faktor ancaman dalam lingkungan ektemal sangat dominan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga dan memperhankan keseimbangan perusahaan disamping mencegah timbulnya resiko yang lebih besar. 6. Strategi Unggul Biaya ; Pada dasarnya setiap perusahaan di dunia berupaya untuk dapat menerapkan strategi unggul biaya, namun pada kenyataannya tidak semua dapat melaksanakannya dengan baik. 7. Strategi Pengembangan SDM ; Keunggulan bersaing bagi suatu perusahaan hanya dapat dicapai bila mendapat dukungan dari semua fhgsi yang ada termasuk didalamnya manajemen sumberdaya manusia (SDM). 8. Strategi Restrukturisasi Organisasi ; Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja PT. KLS dapat dilakukan dengan merubah struktur organisasi. Perubahan dalam struktur biasanya dikaitkan dengan makin luasnya, cakupan lingkup pekerjaan yang dihadapi, bertambahnya devisi usaha atau dilakukan atas pertimbangan pembahan ddam manajemen yang dikembangkan. 9. Strategi Penciutan; Implementasi startegi penciutan menekankan pada pengurangan ataupun menutup unit bisnis yang mempunyai cash flow negatif: Temtama pada unit bisnis yang sedang mengalami penurunan (decline). Pemakaian strategi ini tidak selamanya diartikan bahwa perusahaan telah gagal dalam menjalankan kegiatan bisnis secara keseluruhan, tetapi kemungkinan terdapat unit bisnis tertentu yang membutuhkan sumberdaya tambahan yang lebih besar. 10. Strategi Konsolidasi ; Strategi konsolidasi menekankan pada upaya perbaikan dan penataan kondisi internal perusahaan. Agenda masalah yang akan dibahas difokuskan pada upaya untuk menyatukan ide dan persepsi dari semua komponen yang terkait dan terlibat dalam kegiatan bisnis. Akhirnya hail penelitian yang dilakukan menunjukkan bahawa pola pengembangan yang dilakukan oleh PT. KLS adalah pola kemitraan inti plasma, dan secara umum, hasil analisis lingkungan bisnis cukup baik dan dapat dimanfaatkan oleh PT. KLS. Adapun alternatif strategi yang dirumuskan dapat ditarapkan oleh perusahaan. Selanjutnya untuk memberikan pedoman serta arah yang jelas, kepada perusahaan, dibutuhkan visi, misi yang dituangkan secara eksplisit. Sedangkan untuk menghadapi pembahan dibutuhkan penyesuaian strategi dengan kondisi lingkungan bisnis.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Formulasi strategi pengembangan agribisnis kelapa sawit pada pt. kurnia luwuk sejati di kabupaten banggai, sulawesi tengah
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 05 Jan 2012 06:47
Last Modified: 05 Jan 2012 06:47
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/965

Actions (login required)

View Item View Item