Analisis Kinerja Perusahaan Dilihat Dari Tingkat Pertumbuhan/Trend Modal Kerja, Penjualan, dan Laba Perusahaan, Studi Kasus Pada PT. Persada Jati Lancar

Indra, Kurniawan (2001) Analisis Kinerja Perusahaan Dilihat Dari Tingkat Pertumbuhan/Trend Modal Kerja, Penjualan, dan Laba Perusahaan, Studi Kasus Pada PT. Persada Jati Lancar. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17A-01-indra-cover.pdf

Download (326kB)
[img]
Preview
PDF
17A-02-indra-RingkasanEksekutif.pdf

Download (352kB)
[img]
Preview
PDF
17A-03-indra-daftarIsi.pdf

Download (294kB)
[img]
Preview
PDF
17A-04-indra-pendahuluan.pdf

Download (335kB)

Abstract

Setiap perusahaan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya akan menghadapi berbagai masalah. Permasalahan pokok yang dihadapi oleh perusahan adalah mempertahankan kelangkungan hidupnya. Dengan dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan maka secara umum dapat dikatakan bahwa perusahaan itu dapat berjalan dengan lebih efisien dan efektif jika dibandingkan dengan perusahaan sejenis pada industri yang sama. Masalah keuangan merupakan salah satu masalah sentral disamping masalah-masalah lainnya, karena ha1 ini menentukan suatu perusahaan dalam mengambil atau membuat keputusan. Keputusan itu antara lain: (1) keputusan untuk menggunakan atau mengalokasikan dana (use of fttnds), yang dalam pelaksanaannya manajer keuangan hams mengambil keputusan pemilihan altematif investasi, (2) keputusan untuk memperoleh dana (obtaining funds) atau hngsi pendanaan, dimana manajer keuangan hams rnengusahakan agar perusahaan memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan untuk mempertirnbangkan dengan cermat sifat biayadari masing-masing sumber dana yang dipilih. Untuk membantu dalam pengambilan keputusan tersebut, maka hams mengetahui kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan perusahaan. Kondisi keuangan suatu perusahaan dapat terbaca dalam laporan keuangannya. Laporan itu dapat bemjud laporan laba-rugi dan juga laporan neraca. Dari dua laporan tersebut peneliti lebih memfokuskan pada pertumbuhan modal kerja, penjualan, dan laba perusahaan. Ketiga ha1 tersebut sangat penting dalam kelangsungan operasi perusahaan. Modal kerja berguna untuk membiayai operasi perusahaan dari hari ke hari seperti misalnya untuk memberi uang muka pada pembelian bahan baku atau barang dagangan, membayar upah buruh dan gaji pegawai, dan biaya-biaya lainnya. Dana yang digunakan untuk membiayai operasi perusahaan diharapkan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam jangka pendek melalui hasil penjualan barang dagangan atau hasil produksinya. Karena dana yang didapat akan digunakan kembali guna membiayai operasional perusahaan. Dengan demikian uang atau dana tersebut akan berputar secara terus menerus setiap periodenya sepanjang hidup perusahaan (Djawanto, 1984,91). Dalam suatu perusahaan produksi, penjualan merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan perusahaan. Perusahaan &an berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengangkat penjualannya. Dengan penjualan yang tems meningkat diharapkan laba yang akan diperoleh juga ikut meningkat. Dengan asumsi bahwa harga pokok penjualan juga meningkat secara seimbang dengan kenaikan penjualan. Laba merupakan sasaran utama suatu perusahaan, baik itu perusahaan produksi dan juga perusahaan jasa. Dengan laba yang relatif besar perusahaan dan dapat menggunakannya untuk perluasan usaha atau juga dapat dibagikan kepada pemilik saham sehingga para pemilik saham juga dapat menikmati keuntungan tersebut. Dengan tingkat pertumbuhan modal kerja, penjualan dan laba perusahaan yang baik manfaat seperti yang telah diuraikan di atas yaitu kelancaran operasional perusahaan, peningkatan laba perusahaan dan penggunaan kelebihan laba untuk investasi atau dibagikan kepada pemilik saham akan dapat tenvujud. Tetapi sebaliknya bila pertumbuhannya kurang baik maka manfaat itu tidak dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu peneliti ingin meneliti tingkat pertumbuhat itu dalam suatu kasus tertentu yaitu yang terdapat dalam suatu perusahaan. Untuk lebih mempermudah dalam penelitian tentang pertumbuhan, peneliti menggunakan analisis trend. Analisis trend adalah analisis terhadap laporan keuangan perusahaan yang mencakup beberapa periode tahun buku. Adapun salah satu tujuannya adalah estimasi tentang laba, hasil penjualan perusahaan dimasa yang akan datang dan untuk mengetahui (kenaikanlpenurunan) dari masing-masing ratio-ratio keuangan serta untuk memproyeksikan pertumbuhan tahun yang akan datang. Untuk melihat kinerja keuangan perusahaan, ratio-ratio keuangan tersebut kemudian diperbandingkan dengan ratio industri pada umumnya, tetapi pada penelitian kali ini peneliti mengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan data-data keuangan perusahaan pada periode yang lalu. Hal ini dilakukan karena PT. Persada Jati Lancar memiliki karakteristik yang berbeda bila dilihat dari perusahaan-perusahaan lain pada industri yang sama, yaitu hasil produksinya semuanya untuk ekspor yaitu ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang, karakteristik yang kedua adalah PT. Persada Jati Lancar hanya memproduksi pintu. Berdasarkan pada latar belakang permasalahan di atas maka judul geladikarya yang peneliti pilih adalah" Analisis Kinerja Perusahaan dilihat dari Tingkat Pertumbuhan atau Trend Modal Kerja, Penjualan, dan Laba Perusahaan, Studi Kasus pada PT. Persada Jati Lanear". Penelitian ini dilakukan pada PT. Persada Jati Lancar karena perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan pintu ini mempunyai permasalahan dengan kecenderungan laba yang diperoleh selalu menurun. Disamping itu perusahaan memberikan kemudahan kepada peneliti guna memperoleh data yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini hanya dibatasi pada analisis trend pertumbuhan modal keja, penjualan, dan laba perusahaan, serta estimasi untuk tahun 2001. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perkembangan modal kerja, penjualan, dan laba perusahaan dimasa yang akan datang sehingga dapat diketahui kinerja perusahaan yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam pengambilan keputusan untuk tahun yang akan datang pada PT. Persada Jati Lancar. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dalam perusahaan, dan data sekunder yang meliputi laporan laba rugi dan neraca selama lima tahun yaitu dari tahun 1996 - 2000. Dalam melakukan penelitian peneliti berpedoman pada kerangka penelitian sebagai berikut, neraca dan laporan labdrugi selama lima tahun diubah menjadi nilai riil dengan cara membagi nilai nominal dengan indeks harga perdagangan besar dengan tahun dasar 1996. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan pengaruh inflasi, sehingga dapar diketahui kinerja keuangan perusahaan sesungguhnya. Setelah data berupa nilai riil kemudian diolah dengan menggunakan trend least square dengan bantuan software minitab guna mendapatkan proyeksi ratio keuangan tahun 2001. Dari analisis trend yang dilakukan dapat diketahui kinerja perusahaan dari tahun 1996-2000. Metode analisis data yang peneliti gunakan adalah metode kuantitatif, meliputi analisis trend pertumbuhan modal kerja, penjualan, dan laba perusahaan dari tahun 1996- 2000 serta prediksi tahun ratio keuangan tahun 2001, kemudian analisis profitabilitas. Dengan berdasarkan pada hasil analisis data tersebut, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Trend pertumbuhan modal kerja perusahaan tejadi setiap tahunnya meningkat walaupun peningkatannya relatif kecil, ha1 ini dikarenakan selisih modal kerja yang relatif kecil. Trend pertumbuhan penjualan tiap tahun menurun. Trend pertumbuhan laba cenderung menurun ha1 ini berkaitan erat dengan tingkat penjualannya yang menurun. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu menekan biaya operasional maupun biaya lainnya. 2. Berdasarkan hasil analisis profitabilitas, menunjukkan bahwa kinerja perusahaan kurang baik terbukti dengan gross profit margin, net profit margin, and return on investment yang selalu menurun dari tahun ke tahun. Kecenderungan yang selalu turun ini juga diikuti oleh turunnya operating profit margin dan return on total assets dari tahun ke tahun pula. Dari kesimpulan-kesimpulan tersebut, maka saran yang peneliti rekomendasikan adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan perputaran modal kerjanya, yaitu dengan jalan meningkatkan penjualan dan menyeimbangkan antara modal kerja yang disediakan dengan tingkat kebutuhannya. 2. Perusahaan diharapkan untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan. Oleh karena itu divisi pemasaran diharuskan dapat bekerja dengan baik dan efisien guna dapat meningkatkan volume penjualan. Dengan volume penjualan yang meningkat pertumbuhan penjualan dimungkinkan untuk meningkat. Pertumbuhan penjualan yang meningkat akan meningkatkan pula pertumbuhan laba perusahaan yang diperoleh dengan asumsi perusahaan dapat menekan biaya operasionalnya. 3. Biaya operasional perusahaan hams ditekan paling tidak seperti yang pernah dicapai pada tahun 1996 yaitu sebesar 53,6%. Karena dengan biaya operasional yang tinggi seperti yang dialami oleh perusahaan, perusahaan tidak mampu meningkatkan retumnya, padahal penjulan relatif meningkat setiap tahunnya. Penekana biaya operasional dilakukan dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan biaya-biaya yang dirasakan kurang perlu seperti halnya biaya penyimpanan bahan baku, biaya karyawan, dan biaya lain-lain.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis Kinerja Perusahaan Dilihat Dari Tingkat Pertumbuhan/Trend Modal Kerja, Penjualan, dan Laba Perusahaan, Studi Kasus Pada PT. Persada Jati Lancar
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 05 Jan 2012 07:00
Last Modified: 05 Jan 2012 07:00
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/970

Actions (login required)

View Item View Item