Analisis Pengembangan Strategi Pemasaran Jasa Pialang di Bursa Berjangka Jakarta (Di PT. Indofutop)

Adiawaty, Susi (2002) Analisis Pengembangan Strategi Pemasaran Jasa Pialang di Bursa Berjangka Jakarta (Di PT. Indofutop). Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r18_01-SusiAdiawaty-cover.pdf

Download (368kB)
[img]
Preview
PDF
r18_02-SusiAdiawaty-ringkasaneksekutif.pdf

Download (483kB)
[img]
Preview
PDF
r18_03-SusiAdiawaty-daftarisi.pdf

Download (308kB)
[img]
Preview
PDF
r18_04-SusiAdiawaty-pendahuluan.pdf

Download (408kB)

Abstract

Krisis ekonomi yang dialami Indonesia, membuat nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terpuruk. Banyak perusahaan belum mampu mengelola risiko terhadap fluktuasi nilai komoditi dan nilai tukar mata uang terhadap mata uang asing serta kurang mampu mengantisipasi perubahan suku bunga perbankan. Untuk menghadapi fluktuasi nilai tukar komoditi instrumen derivatif dapat menjadi a1ternatif penyelesaian masalah seperti option dan future trading. Di banyak negara seperti Jepang, instrumen derivatif dilaksanakan melalui Bursa Berjangka Komoditi. Kegiatan yang dilakukan melalui Comoditi Futures Trading dikena! sebagai kegiatan lindoog nilai (hedging) khususnya ootuk produk-produk komoditi yang mempunyai fluktuasi tinggi, difusilitasi. melalui bursa berjangka komoditi yang di Indonesia dikenal sebagai PT. Bursa Berjangka Jakarta. Definisi formal perdagangan berjangka adalah perdagangan komoditi berupa jual beli kontrak standar dengan penyerahan di kemudian hari Gatuh tempo) dan kontrak standar tersebut dapat diperjual-belikan sebelum jatuh tempo. Tujuan utama perdagangan ini adaIah ootuk menghindari kerugian akibat fluktuasi harga, baik dari sisi pembeli maupun dari sisi penjual. Para spekulan dapat memanfaatkan peluang pOOa saat harga bergerak naik maupoo turun akibat sistem perdagangan berjangka dan serah terima di kemudian hari. Kecenderungan harga yang terbentuk merupakan kontribusi terbesar dari para spekulator baik para spekulator yang berasal dari investor individual maupun pelaku investor lembagalperusahaan. Untuk menghindari hal-hal negatif yang melekat pOOa katakata spekulator, maka spekulator sering disebut sebagai investor atau nasabah atau trader. Investor adalah salah satu pelaku di bursa berjangka yang melaksanakan transaksi jual beli dengan motif mencari keootoogan akihat adanya gerakan harga dan aktifitas pasar. Para investor tidak berminat untuk menguasai komoditi secara fisik namun meman:fuatkan mekanisme off set ootuk mengubah posisi awal setiap saat atau sehaliknya. Pedoman utama yang dipergunakan adalah prediksi harga berdasarkan arah pergerakan harga dan aktivitas pasar. Jika prediksi harga naik. investor akan mengambi posisi besar sedangkan jika diduga harga akan turon, investor akan mengambi posisi jual. Di lain pihak terdapat perkembangan tingkat suku booga deposito Bank di Indonesia sejak masa krisis hingga saat ini cenderung menurun. Hingga saat ini tingkat booga deposito bank merupakan tingkat suku booga deposito yang terendah selama 7 tahoo terakhir. Para pemilik dan banyak yang berusaha mencara cara lain ootuk memproduktifkan dana yang dimiIikinya. Salah satu caranya adalah dengan menanamkan investasi di Bursa Berjangka Jakarta. Untuk bisa berinvestasi di Bursa Berjangka Jakarta para investor harus melakukannya melalui pialang yang telah terdaflar sebagai perusahaan pialang anggota bursa. Pandangan masyarakat selama ini terhadap investor yang bermain di bursa cukup negatif (eli sebut sebagai praktek judi dan penipuan), membuat para pemilik dana ragu-ragu bahkan takut untuk melakukan investasi di bursa. Menghadapi situasi ini maka pemsabaan pialang harus betul"betul memahami persepsi dan sikap konsumen terhadap jasa pialang sehingga dalam menyusun strategi pemasarannya akan sesuai dengan harapan dan keinginan konsumen serta pemasaran yang tepat sasaran. Image negatif terhadap investor di bursa (Image judi dan praktek penipuan) akan mempengaruhi perilaku konsumen selain masih banyak konsumen yang belum memahami dan mengerti betul tentang mekanisme operasional bursa berjangka. Faktor-faktor tersebut di atas akan mempengaruhi persepsi dan sikap konsumen terutama untuk pengambilan keputusan berinvestasi di bursa berjangka. Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi mental yang tidak dapat dilihat secara langsung bahkan cukup sullt untuk dikuantitatifkan. Dengan demikian masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut. 1. Faktor-faktor apa s;;ya yang mempengaruhi konsumenJinvestor dalam berinvestasi di bursa berjangka. 2. Bagaimanakah perilaku konsumen dalam memutuskan untuk melakukan investasi di bursa berjangka. 3. Bagaimanakah strategi pemasaran jasa pialang yang sesuai bagi pialang di bursa berjangka. Adapun penelitian ini bertujuan untuk : I} mengidentifikasi tahapan perilaku konsumen terhadap investasi di bursa berjangka; 2} menganalisis sikap-sikap konsumen terhadap jasa pialang; dan 3} menganalisis strategi pemasaran jasa pialang. Pusat penelitian ini dilakukan di perusahaan pialang yaitu PT. Indonesia Futures and Option (PT. Indofutop), yang beralamat di Menara Kebon Sirih Lt. 21, 11. Kebon Sirih No. 17-19, Jakarta 10340. Penelitian juga dilakukan di lokasi para responden yang diminta untuk mengisi kuesioner yang telah ditetapkan. Penelitian geladikarya ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu metode survei untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai subjek yang diteliti. Untuk memperoleh data yang mendalam dilakukan riset konsumen dengan cara menyebarkan kuesioner terhadap konsumen. Penelitian juga menggunakan model pengukuran sikap Multiatribut Fishbein yang berguna untuk mengukur hal-hal yang berkaitan dengan atribut tertentu dari suatu produk. Identifikasi atribut jasa pialang diajukan kepada pihak manajemen atau pakar dengan menggunakan metode Paired Comparison (Kinnear,1991). Metode tersebut digunakan untuk memberikan penilaian terhadap bobot setiap atribut. Analisis Korelasi Rank Spearman, digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara suatu atribut dengan atribut lainnya dengan membuat rangking dari masing-masing variabel. Hasil pengukuran multiatribut Fishbien menunjukkan bahwa terdapat tiga atribut yang dianggap paling penting, yaitu : I. Pelayanan yang cepat dan akurat 2. Riset pasar dan pelayanan 3. Proresionalitas Dari basil Paired Comparison dapat disimpulkan bahwa menurut para ahli atribut yang paling penting dan harus dimiliki oleh sebuah perusahaan pialang adalah : 1. Promosi keluar negri dan kekuatan finansial 2. Kepopuleran nama pialang 3. Informasi laporan keuangan dan administrasi yang cepat Posisi konsumen dalam tahapan keputusan pembelian (pengenalan masalah, pencarian informasi alternatif, proses pembelian dan proses pasca pembelian) berdasarkan basil penelitian ini, berada pada tahapan pencarian informasi yang lebih mendalam, disebabkan karena : 1. Ketertarikan untuk melakukan investasi di Bursa BeDangka masih rendah walaupun dana yang dimiliki oleh konsumen mencukupi. Hal ini dikarenakan tingkat kepercayaan dan pengetahuan akan mekanisme transaksi serta risiko berinvestasi di Bursa BeDangka masih belum tersebar secara baik kepada masyarakat sehingga konsumen masih sangat takut untuk memilih jenis investasi di Bursa BeDangka. 2. Informasi mengenai adanya sarana investasi di Bursa Berjangka telah diperoleh konsumen (87.80%) melalui informasi yang berasal dari sumber pribadi (teman) dan sumber informasi lainnya. Namun penyebaran informasi tersebut tidak merata sehingga informasi yang diperoleh konsumen sangat sedikit dan informasi mengenai mekanisme dan resiko berinvestasi tidak diperoleh secara mendetil. 3. Konsumen yang pernah melakukan pembelian masih sangat sedikit yaitu 16,7 %. Ketiga hal terjadi disebabkan kurangnya memperoleh informasi mengenai investasi di bursa berjangka yang lebih detail, sehingga konsumen masih mencaricari informasi mengenai mekanisme bertransaksi dan resiko bertransaksi. Strategi pemasaran yang dapat diterapkan pada PT. Indonesia Futures Options berdasarkan penelitian ini adalah : 1. Segmentasi, yaitu segmentasi yang berdasarkan pada data demografi diantaranya meliputi jenis kelamin dengan persentase jwn1ah Pria lebih besar dari persentase wanita, usia konsumen yang potensial usia 26 -35 tahun, pendidikan potensial konsumen adalah Strata 1, jenis pekeDaan potensial konsumen adalah pegawai swasta, dengan status perkawinan konsumen yang menikah, jenis pekerjaan pegawai swasta, jabatan dalam pekerjaan potensial konsumen adalah jabatan staf, dan pendapatan adalah Rp. 1.000.000Rp. 3.000.000. 2. Berdasarkan data demografi yang diperoleh, maka dari segi jenis pekerjaan dan pendapatan segmen yang potensial adalah konsumen yang bekeDa sebagai pegawai swasta dengan tingkat pendapatan antara Rp. 1.000.000 -Rp. 3.000.000. Dengan rendahnya tingkat suku bunga perbankkan saat ini, membuat konsumen yang memiliki dana akan mencari alternatif lain untuk memproduktifkan dana yang dimiliki. Dari segi jabatan dan tingkat pendidikan umumnya konsumen berasal dari level staff ke atas, dengan tingkat pendidikan strata satu, dimana pada level ini informasi mengenai adanya Bursa Betjangka Jakarta diperkirakan telah sampai, sehingga apabila dilakukan promosi yang didasarkan atas manfaat yang didapat dengan melakukan investasi di Bursa Betjangka Jakarta melalui jasa pialang akan cepat diterima dan dimengerti. Dari segi jenis kelamin pria dapat menjadi target pasar yang cukup potensial. Dari segi usia di dominasi oleh kelompok usia 26 -35 tahun yang dapat dijadikan target pasar. Dari segi status perkawinan didominasi oJeh kelompok konsumen dengan status telah menikah. 3. Usaha untuk menanamkan persepsi yang positif dari suatu produk sebuah perusahaan ke dalam benak konsumen merupakan tujuan dari penentuan posisi. Dengan semakin banyaknya masyarakat menyadari dan mengetahui akan keberadaan dan fungsilman:filat dari adanya Bursa Beljangka Jakarta, maka sebuah perusahaan pialang yang akan menfasilitasi masyarakat yang akan melakukan transaksi di bursa berjangka, perusahaan-pialang dapat diposisikan sebagai sebuah perusahaan pialang yang mampu memberikan pelayanan yang cepat dan akurat, memiliki riset pasar dan pelayanan yang baik dan cepat serta mencerminkan sebuah perusahaan yang profesional dibidangnya. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah : Perilaku konsumen dalam melakukan keputusan pembelian terhadap jasa pialang di Bursa Berjangka Jakarta dapat dipahami berdasarkan tahapan pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi a1ternatif keputusan pembeJian dan pasca pembelian. Hasil penelitian terbadap perilaku konsumen menunjukkan bahwa posisi konsumen berada pada tahapan pencarian infonnasi mengenai mekanisme dan resiko untuk melakukan investasi di Bursa Beljangka Jakarta. 1. Sikap konsumen terhadap jasa pialang diketahui melalui sikap konsumen terbadap atribut-atribut yang mewakili jasa pialang yang dianggap sangat penting oleh konsumen. Hasil survei menunjukkan bahwa terdapat tiga atribut jasa pialang yang dianggap penting dalam melakukan pemilihan jasa pialang untuk berinteraksi di Bursa Beljangka, yaitu : Pelayanan yang cepat dan akurat, riset pasar dan pelayanan serta profesionalitas perusahaan. 2. Terdapat korelasi antara identitas responden yang terdiri dari usia, jenis keJamin, status perkawinan, pekeljaan, jabatan, pendapatan serta jenis investasi yang sedang dilakukan responden dengan motivasi dan sikap konsumen terhadap investasi di Bursa Berjangka Jakarta. Sedangkan tingkat pendidikan tidak menjadi tidak berkorelasi tehadap motivasi dan sikap konsumen untuk melakukan investasi di Bursa Beljangka Jakarta. Konsumen dengan tingkat pendidikan yang semakin tinggi akan sangat berhati-hati dalam memilih sarana investasi. Sesuai dengan level pendidikan yang dimiliki semakin tinggi tingkat pendidikan konsumen maka semakin selektif dalam memilih sarana untuk melakukan investasi. Konsumen dari golongan ini akan memiliki banyak pertimbangan dan perhitungan diantaranya situasi ekonomi, poJitik negara kita yang dapat mempengaruhi tingkat suku bunga maupun pergerakan harga dipasaran bursa. 3. Walau menurut para expert bahwa atribut penting yang harus dimiliki oleh jasa pialang adalah : • Promosi keluar negri dan keragaman produk • Jumlah komisi yang kompetitif • Kepopuleran nama pialang Namun strategi pemasaran yang menganut sistem customer oriented, maka sikap dan persepsi konsumen harus didahulukan untuk menarik minat dan motivasi konsumen. Siklus hidup produk Jasa Pialang di Bursa Betjangka Jakarta yang menunjukkan fase pertumbuhan menimbulkan peluang yang besar bagi pemasar untuk lebih berkonsentrasi dalam mengatur strategi pemasarannya sehingga dapat memberikan profitbagi perusahaan. 4. Dari hasH penelitian ini juga dapat ditarik kesimpu1an bahwa konsumen potensial yang dapat dijadikan sasaran bagi divisi pemasaran pada perusahaan jasa pialang adalah responden dengan usia 26 -35 tahun, jenis kelamin pria, tingkat pendidikan strata satu , peketjaan sebagai pegawai swasta, jabatan sebagai staff serta pendapatan antara Rp. 1.000.000 -Rp. 3.000.000. Untuk status perkawinan konsumen hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen yang teIah menikah lebih tertarik untuk melakukan investasi di bursa betjangka dan dapat dijadikan sasaran bagi pemasaran, namun kurangnya infonnasi mengenai mekanisme transaksi serta risiko berinvestasi membuat para konsumen dengan status menikah tidak berani untuk mencoba melakukan investasi di bursa betjangka, sedangkan konsumen yang tidak menikah dan tidak memiliki tanggungan serta beban untuk membiayai keluarganya lebih berani untuk menginvestasikan dana yang dimilikinya. 5. Adanya image negatif tentang bursa sebagai arena judi dan tempat penipuan membuat masih banyak konsumen yang tidak tertarik untuk melakukan investasi di bursa betjangka, dengan demikian perusahaan dalam melakukan pemasaran jasa pialang sebaiknya banyak menyebarkan infonnasi kepada konsumen tentang manfaat dan fungsi dari bursa berjangka sehingga image negatif tentang bursa akan berkurang dan konsumen menjadi tertarik untuk melakukan investasi di bursa betjangka. Berdasarkan hasil penelitian dan survey terhadap konsumen yang dilakukan di perusahaan PT. Indonesia Futures Options dapat diberikan beberapa saran yang dapat membantu pengembangan bisnis perusahaan : I. Perusahaan sebaiknya banyak melakukan penyebaran infonnasi khususnya mengenai mekanisme dan resiko melakukan investasi di Bursa Betjangka Jakarta, yang dapat dilakukan melalui ceramah-ceramah dan bekerjasama dengan lembaga pendidikan mulai dari SMA hingga Perguruan Tinggi hingga pada strata tiga. 2. Berdasarkan hasiI penelitian yang telah dilakukan disarankan kepada perusahaan untuk mengubah strategi pemasarannya yang meliputi segmentasi, target serta penentuan posisi perusahaan agar tujuan pemasaran tepat mengenai sasarannya dan pada akhimya akan memberikan keuntungan/profit bagi perusahaan. 3. Diperlukan adanya penelitian lanjutan yang berkaitan dengan penelitian ini guna mempertajam hasil analisis yang dilakukan terhadap konsumen jasa pialang di Bursa Betjangka Jakarta. Hal ini berguna sebagai salah saru alat penunjang dalam pengambilan keputusan perusahaan di• bidang pemasaran. Penelitian yang sesuai sepertianalisis promosi perusahaan pialang.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis, Strategi Pemasaran, Pialang, Bursa Berjangka, PT. Indofutop
Subjects: Manajemen Pemasaran
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 05 Jan 2012 12:33
Last Modified: 05 Jan 2012 12:33
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/979

Actions (login required)

View Item View Item