Kajian Manajemen Teknologi dan Pemanfaatan Hasil Samping serta Limbah Rumah Potong Hewan (RPH) PD. Dharma Jaya

Tarigan, Terkelin (2001) Kajian Manajemen Teknologi dan Pemanfaatan Hasil Samping serta Limbah Rumah Potong Hewan (RPH) PD. Dharma Jaya. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
r18_01-TerkelinTarigan-cover.pdf

Download (357kB)
[img]
Preview
PDF
r18_02-TerkelinTarigan-ringkasaneksekutif.pdf

Download (421kB)
[img]
Preview
PDF
r18_03-TerkelinTarigandaftarisi.pdf

Download (301kB)
[img]
Preview
PDF
r18_04-TerkelinTarigan-pendahuluan.pdf

Download (345kB)

Abstract

Upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat khususnya daging dilaksanakan pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dengan membuat Rumah Potong Hewan (RPH) modern PD. Dharma Jaya di Cakung. Selama beberapa tahun terakhir pemerintah bahkan memberi izin bagi pihak swasta untuk mengelola sendiri suatu RPH dengan izin dan pengawasan dari Dinas Peternakan DKI Jakarta. Kebutuhan dalam negeri terhadap daging sapi masih belum mencukupi, hal ini terlihat dari angka impor daging yang masih tinggi. Tahun 2000 tercatat daging impor sebesar 23 ribu ton lebih ke DKI Jakarta. Peningkatan kebutuhan dan impor daging sapi selama tahun-tahun terakhir ini diduga juga terdorong oleh laju pembangunan sektor pariwisata khususnya untuk konsumsi hotel dan restoran mewah. Masih tingginya impor daging sapi tersebut terutama disebabkan oleh lambatnya pengadaan dalam negeri. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor daging sapi tersebut, pemerintah dan masyarakat perlu melakukan berbagai terobosan dalam usaha peternakan sapi, misalnya: mengadakan usaha penggemukkan sapi (feed lot), kemitraan pengusaha dengan petani, dan lain-lain. Akhir-akhir ini di daerah sekitar Jakarta tersiar kabar mulai timbul kembali wabah penyakit kuku dan mulut (PMK). Sedangkan penyakit sapi gila (mad cow) di negara-negara Eropa. Oleh karena itu, peranan RPH sebagai alat kontrol mutu daging yang beredar masih tetap dibutuhkan. Daging yang baik dan halal direkomendasikan oleh Dinas Peternakan dan tempat pemotongan yang disediakan Pemerintah DKI Jakarta yaitu RPH PD. Dharma Jaya Cakung. Rumah Potong Hewan yang berfungsi sebagai pelayanan publik tentu saja membutuhkan investasi yang besar sehingga sebagai badan usaha harus dapat menjadi suatu perusahaan yang efisien dan produktif agar dapat beroperasi dan bersaing di dalam bahkan dengan luar negeri. Tuntutan konsumen dan perlindungan konsumen daging sapi akan terus berubah dan meningkat seiring perkembangan zaman, hal ini membuat RPH harus menyesuaikan diri. Meningkatkan ketrampilan dan kualitas sumber daya manusianya bahkan juga tingkat teknologinya. Proses pemotongan hewan akan menghasilkan hasil utama daging karkas dan hasil ikutan, serta limbah. Pengolahan limbah merupakan keharusan bagi perusahaan sehingga penerapan. produksi bersih akan mengarah pada ekoefisiensi. Hal ini sejalan dengan tuntutan konsumen dalam rangka pembangunan bisnis yang berkelanjutan. Berdasarkan permasalah yang dihadapi RPH, maka rumusan masalah dari penelitian ini difokuskan pada kajian mengenai manajemen teknologi, produksi bersih, pemanfaatan hasil ikutan dan limbah dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktifitas. Permasalahan ini mencakup bagaimana pemanfaatan teknologinya dimiliki perusahaan secara optimal dan pemanfaatan hasil ikutan dan Iimbah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji penerapan manajemen teknologi dan operasional RPH dan pengelolaan hasil ikutan serta Iimbah, (2) mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan manajemen teknologi dan pengelolaan hasil ikutan dan Iimbah serta merumuskan alternatif penerapan manajemen teknologi dan pemanfaatan hasil ikutan dan limbah yang dapat diterapkan sesuai dengan kemampuan perusahaan. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada permasalahan pemotongan hewan yang difokuskan pada kajian penerapan manajemen teknologi ekoefisiensi dan produksi bersih, RPH PD. Dharma Jaya di Cakung, Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan analisa deskriptif. Data diolah dengan program minitab dan diuji dengan menggunakan statistik non parametrik dengan metode Mann-Whitney dan metode chi-square. Hasil pengolahan data dianalisa dengan menggunakan metode Science and Technological Management Information System (STMIS) terhadap indikator transformasi teknologi dan indikator kemampuan teknologi: pengkajian dilakukan terhadap perangkat informasi dan perangkat organisasi. Pengkajian ekoefisiensi dan produksi bersih dilakukan dengan menggunakan pertanyaan (check list) berdasarkan Frank dan Popoff (1995). Selanjutnya dianalisa keterkaitan antara kemampuan teknologi dengan penerapan ekoefisiensi dan produksi bersih didalam perusahaan. Berdasarkan hasil pengkajian manajemen teknologi, kajian ekoefisien dan produksi bersih yang dilakukan di RPH Cakung dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut. Manajemen teknologi yang diterapkan dan dilaksanakan oleh perusahaan masih dapat dan perlu ditingkatkan. Perusahaan telah memiliki perangkat teknologi, perangkat manusia, perangkat informasi dan perangkat organisasi yang dapat menunjang keberhasilan dalam pemotongan hewan. Komponen-komponen tersebut perlu dikelola lebih baik dan pemanfaatannya dapat dioptimalkan dalam meningkatkan produktifitas perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing perusahaan. Manajemen lingkungan perusahaan dalam proses pemotongan hewan yang berdasarkan ekoefisiensi dan produksi bersih perlu lebih ditingkatkan dalam upaya peningkatan citra perusahaan dan kepedulian terhadap Iingkungan. Pemanfaatan Iimbah di samping menjadi pupuk kompos juga dapat menjadi biogas, perlu dikaji secara mendalam dari aspek ekonomis dan teknologi. oleh. Perusahaan perlu mempertimbangkan pengelolaan hasil ikutan agar memberi nilai tambah bagi perusahaan dan jaminan mutu bagi konsumen. Dari pengkajian indikator transforamsi teknologi yang dilakukan pada RPH Cakung diperoleh hal-hal sebagai •berikut. (1) perangkat teknologi dalam pemotongan hewan yang dimiliki RPH Cakung mempunyai median 5 (jenis mesin serba guna sampai mesin otomatis). Hal tersebut berbeda nyata dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan yang memiliki jenis mesin khusus sampai mesin berkomputer (median 6). Perangkat teknologi yang dimiliki belum memenuhi kondisi yang diharapkan oleh perusahaan, (2) Perangkat manusia yang dimiliki perusahaan mempunyai kemampuan mereproduksi sampai mengadaptasi (median 5,5), tidak berbeda nyata dengan apa yang diharapkan perusahaan, yaitu perangkat manusia yang memiliki kemampuan menyempurnakan sampai melakukan inovasi (median 7,5). Perangkat manusia yang dimiliki perusahaan dinilai mampu mendukung kegiatan perusahaan, (3) Perangkat informasi yang dimiliki perusahaan, pemanfaatannya berada pada tahap menspesifikasi fakta sampai menggunakan fakta (median 4,5) hal ini tidak berbeda nyata dengan yang diharapkan perusahaan yaitu pemanfaatan data pada tahap menggeneralisasi fakta sampai mengkaji fakta (median 7,5). Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk dapat meningkatkan pemanfaatan perangkat informasi yang dimiliki perusahaan dalam rangka mendorong dan mengantisipasi perusahaan yang terjadi pada kondisi RPH dan (4) Perangkat organisasi pada RPH Cakung mempunyai median 5 artinya pola kerja yang dimiliki perusahaan dalam mencapai tujuannya berada pada tahap menciptakan pola kerja baru sampai dengan menstabilkan pola kerja. Hal ini berbeda nyata dengan kondisi yang diharapkan perusahaan yaitu yang mampu memapankan pola kerja sampai dengan menguasai pola kerja unggul. Pemanfaatan perangkat organisasi tersebut perlu lebih ditingkatkan dalam menghasilkan kinerja perusahaan yang lebih baik. Dari pengkajian indikator kemampuan teknologi yang dilakukan menunjukkan bahwa industri RPH Cakung PD. Dharma Jaya memiliki kemampuan yang sebanding dengan pesaing industri sejenis di Indonesia (median 2). Kondisi tersebut belum dapat memenuhi harapan perusahaan yaitu pada median 4 (sebanding dengan pesaing internasional). Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan metoda khi-kuadrat, menunjukkan bahwa indikator transformasi teknologi mempengaruhi indikator kemampuan teknologi dan juga sebaliknya (independent). Faktor internal yang mempengaruhi penerapan manajemen teknologi di RPH Cakung adalah (1) Pemanfaatan dan peningkatan perangkat teknologi secara optimal untuk meningkatkan efisiensi pemotongan hewan, (2) peningkatan kemampuan 80M (teknis dan manajemen), dalam mendorong pencapaian tujuan perusahaan, (3) pemanfaatan dan pengembangan perangkat informasi yang dimiliki perusahaan dalam mendukung pengembangan perusahaan dan (4) peningkatan perangkat organisasi yang dimiliki perusahaan (koordinasi antar divisi) diperlukan dalam mendukung kegiatan perusahaan. Faktor eksternal yang mempengaruhi penerapan manajemen teknologi perusahaan adalah (1) kondisi perekonomian nasional (suku bunga, pendapatan, kebijakan moneter, nilai tukar uang) dan internasional (kondisi ekonomi negara konsumen dan pesaing), (2) kemitraan dan dukungan kebijakan pemerintah (daerah) untuk RPH (tata niaga, restrukturisasi industri, tarif potong, upah kerja) dan (3) ketersediaan bahan baku sapilkerbau. Manajemen teknologi RPH Cakung masih dapat ditingkatkan melalui beberap strategi sebagai berikut. Pertama, peningkatan pemanfaatan perangkat teknologi yang ada seeara optimal dengan melakukan beberapa kajian antara lain dengan (a) melakukan restrukturisasi permesinan yang digunakan dengan eara melakukan kerja sama pengembangan permesinan, (b) memanfaatkan hasil studi, hasil penelitian penggemukkan sapi (feed lot) dan melakukan kerjasama dengan badan penelitian pengembangan baik yang dimiliki oleh pemerintah (Departemen Pertanian) maupun perguruan tinggi, lembaga-Iembaga penelitian, balai penelitian dalam dan luar negeri, (e) meneari terobosan-terobosan pasar khusus dengan memanfaatkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki RPH Cakung untuk memenuhi permintaan-permintaan spesifik dari konsumen misalkan. pengembangan proses cutting akhir karkas, pengembangan proses pengolahan hasil ikutan, tata niaga hasil ikutan, pemanfaatan limbah dan lain-lain, (d) untuk jangka panjang mengembangkan feed lot sendiri dan membuat sebuah RPH yang terpadu mulai dari feed lot sampai dengan tata niaga produk-produk yang spesifik. Kedua, peningkatan kualitas SDM baik dari segi pendidikan maupun ketrampilannya melalui berbagai kegiatan, yaitu: (a) mengikutsertakan lebih banyak karyawan dalam berbagai pendidikan dan pelatihan baik di dalam maupun di luar negeri (teknis dan manajemen), (b) melakukan revisi dan evaluasi kembali dalam hal kompensasi dengan beban kerja (tanggung jawab pekerjaan), (e) melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam upaya memenuhi kebutuhan SDM untuk level menengah (supervisor dan teknisi) dan (d) pelatihan internal yang diraneang perlu didesain sesuai dengan yang dibutuhkan oleh SDM RPH atau mengajukan kepada pihak penyelenggara pelatihan dan jenis-jenis pelatihan yang dibutuhkan seperti pelatihan manajemen produksi, manajemen bahan baku dan pendukung produksi. Ketiga, peningkatan pemanfaatan perangkat informasi yang ada dan memperluas pemakaian jaringan antar divisi maupun antar kantor, pasar dan konsumen dalam rangka penyebaran informasi dan komunikasi. Keempat, perangkat organisasi yang dimiliki perusahaan perlu mendapat perhatian dan peningkatan dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas (garis komando) dan diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang direneanakan dalam program jangka panjang perusahaan. RPH Cakung PD. Dharma Jaya telah menerapkan prinsip-prinsip ekoefisiensi dan produksi bersih, yaitu dengan melaksanakan manajemen limbah (minimisasi Iimbah), pemanfaatan Iimbah, pengendalian dan penanganan limbah yang dihasilkan. Pemanfaatan hasil ikutan perlu ditelaah kembali tingkat tata niaganya. Penanganan limbah sebagai kompos perlu lebih ditingkatkan dan sebagai biogas perlu dikaji dengan mendalam untuk menghasilkan energi bahan bakar dan Iistrik. Dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut perlu dilakukan analisis ekonomi seeara lebih terinci.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: manajemen teknologi, produksi bersih, sapi, kerbau, ekoefisiensi, hasil ikutan, RPH Cakung PD. Dharma Jaya, checklist Frank & Popoff, analisa THIO, limbah.
Subjects: Manajemen Teknologi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-1 Perpustakaan
Date Deposited: 05 Jan 2012 12:37
Last Modified: 05 Jan 2012 12:37
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/980

Actions (login required)

View Item View Item