Analisis strategi portofolio produk pt. ism bogasari flour mills

Dermawan , Dermawan (2001) Analisis strategi portofolio produk pt. ism bogasari flour mills. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17A-01-Dermawan-cover.pdf

Download (320kB)
[img]
Preview
PDF
17A-02-Dermawan-Ringkasaneksekutif.pdf

Download (354kB)
[img]
Preview
PDF
17A-03-Dermawan-daftarIsi.pdf

Download (373kB)
[img]
Preview
PDF
17A-04-Dermawan-pendahuluan.pdf

Download (446kB)

Abstract

Industri tepung terigu mempakan salah satu industri strategis di Indonesia, karena selain diproyeksikan sebagai bahan pangan altematif utama, sesuai dengan program diversiiikasi pangan yang dianjurkan oleh pemerintah, tapi terlebii itu adalah adanya tanda dari pergeseran konsumsi masyarakat yang mulai berubah dari konsumsi beras ke produk yang berbahan dasar terigu. Hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan pennintaan yang cukup signitiian, baik dari rumah tangga, maupun industri (idustri mie instant, industri roti, dan industri pakan temak). PT. ISM Bogasari Flour Mills merupakan salah satu produsen tepung terigu di Indonesia, dan untuk saat ini perusahaan merupakan produsen lepung terigu terbesar di dunia. Tepung terigu merupakan produk utama yang dihasilkan perusahaan dengan porsi perhatian yang cukup besar, tapi sebenarnya selain tepung terigu, Bogasari juga mempunyai beberapa produk sampingan (by product) yang pada kenyatannya mempunyai peluang dan kesempatan besar untuk dikembangkan. Dalam rangka menghadapi tingkat pembahan dengan suhu persaingan yang tinggi, maka perusahaan perlu melakukan pengelolaan produk-produk yang di Indonesia tersebut ke dalam suatu manajemen portofolio yang terintegrasi dengan alternatif strategi yang sesuai dengan posisi masing-masing produk. Dari latar belakang masdah tersebut, maka perurnusan masatah dalam penelitian ini adalah bagaimana posisi masing-masing produk yang dimiliii perusahaan dalam matriks portofolio, serta bagaimana implikasi strategis masing-masing produk tersebut. Geladikarya ini dilakukan dalam ruang lingkup manajemen strategi, khususnya analisis portofolio yang dilakukan terhadap produk-produk PT. ISM Bogasari Flour Mills. Geladi ini merupakan suatu evaluasi dan rekomendasi, sedangkan implementasi sepenuhnya diserahkan kepada manajemen perusahaan. Dalam Geladikarya ini digunakan analisis desk-riphx dengan metode studi kasus yang mengynakan data kuantitatif dan kualitatif yang terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi langsung di lapangan. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka, laporan intern perusahaan, dan dari Aptindo (Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia). Beberapa implikasi strategis yang dapat dilakukan oleh perusahaan sesuai dengan analisis portofolio produk dan alternatif strategi swot untuk masingmasing produk adalah sebagai berikut : 1. Tepung terigu a. Strategi mempertahankan diri sebagai pemimpin pasar (SOl), dengan implikasi sebagai berikut : Melakukan riset konsumen secara berkala, terutama terhadap selera konsumen, sehingga pemunculan produk baru sesuai dengan trend pasar (strategi WTI). Mempertahankan brand image (strategi S03). Mempertahankan kualitas produk (strategi S04). Meningkatkan promosi, khususnya pada media tv (strategi ST2). b. Strategi Intensive dengan implikasi strategis sebagai berikut : Strategi pengembangan pasar (market development), yang dapat diiakukan dengan menambah pasar baru, terutama menjajaki pasar mancanegara, khususnya di wilayah Asia (strategi SO5). C. Strategi penetrasi pasar (meraih pangsa pasar yang lebii besar), terutama bagi daerah-daerah yang memberikan keuntungan besar, seperti kota-kota di pulau Jawa (penduduk terpadat) dengan cara promosi, dan peningkatan mutu produk yang lebih baik (strategi S04). Riset terhadap manfaat produk, yang intinya memberikan informasi secara berkala terhadap masyarakat akan fungsi produk (strategi SO2). Pengembangan produk (product development), dengan mengembangkan atribut produk baru (modifikasi produk), atau mengembangkan beragam tingkat mutu. 2. Tepung industri a. Strategi penetrasi pasar strategi (so5), yaitu berupaya meraih pasar tertentu yang dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan, khususnya wilayah atau bahkan negara yang berpotensi untuk dimasuki. b. Strategi pengembangan produk (strategi so2), yaitu : Mengembangkan model dan ukuran produk (profilerasi product). Mengembangkan dalarn beberapa tingkat mutu dan fungsi produk. Mengembangkan atribut produk baru. c. Strategi mempertahankan kualitas produk (strategi S04), yaitu dengan melakukan eksklusifitas produk. 3. Bran dan Pollard a. Strategi penetrasi pasar strategi ( SO5)yaitu berupaya meraih pasar tertentu yang dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan, khususnya wilayah atau bahkan negara yang berpotensi untuk dimasuki. b. Strategi pengembangan produk (strategi S02), yaitu : Mengembangkan model dan ukuran produk (profilerasi product). Mengembangkan dalam beberapa tingkat mutu dan fungsi produk. Mengembangkan atribut produk baru; misalkan dengan modifikasi (mengubah warna, aroma), kombinasi (mencarnpur, meramu produk yang dihasilkan). c. Strategi mempertahankan kualitas produk (strategi S04), yaitu dengan melakukan eksklusifitas produk. 4. Cab Kembar dan Kunci Biru Strategi perluasan lini, yang intinya untuk memperkenakan unit produk tambahan dalam kategori produk yang sama dengan merk yang sama, tapi biasanya dengan tampilan yang baru, seperti : pemberian unsur tambahan (sesuai dengan stategi SO1). Meningkatkan promosi, khusus untuk masing-masing merk (Cakra Kembar, dan Kunci Biru) didalam upaya untuk mempertahankan kekuatan merk yang telah ada (sesuai dengan strategi ST2). Melakukan survey merk secara berkala (sesuai dengan strategi ST2). Dalam mendukung rencana tindakan yang dilakukan, maka perusahaan telah mempersiapkan beberapa hal, antara lain dengan penyediaan dana promosi kegiatan pengenalan produk dalam bentuk lain (Bogasari Expo) adalah sebesar 3 % dari total penjualan, selain itu adalah penyiapan sumber day tenaga marketing yang berjumlah 100 orang, dan pengadaan kegiatan recruitment dan pemberian training, dengan jadwal (schedule) yang disesuaikan dengan kebutuhan, dan jangka waktu pendek yang terencana selama empat (4) bulan sekali. Rencana tindakan yang diusulkan untuk masing-masing produk pada masa depan adalah sebagai berikut : 1. Produk tepung terigu, tepung industri, serta bran dan pollard Melakukan riset konsumen, dalam upaya mengetahui informasi pasar lenlang produk-produk yang berada di masyarakat. Peningkatan kegiatan promosi mutlak perlu dilakukan, dalam upaya menginformasikan produk perusahaan, serta mempertahankan ekuitas merk perusahaan. Melakukan riset terhadap daerah atau negara yang menjadi tujuan ekspor (penjajakan ke Singapura). Aktif dalam melakukan pertunjukkan atau demo yang berkaitan dengan makanan. Mengadakan kerjasama dengan lembaga pertanian untuk mencari formula khusus dalam budidaya gandum di Indonesia. 2. Produk tepung terigu merk Cakra Kembar dan Kunci Biru Melakukan kegiatan promosi secara mtin untuk kedua merk tersebut, dalam upaya mempertahankan image product di benak konsumen. Melakukan survey merk. Mengadakan pertemuan-pertenu dengan masyarakat dalam rangka mensosialisasikan produk perusahaan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis strategi portofolio produk pt. ism bogasari flour mills
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 06 Jan 2012 00:13
Last Modified: 06 Jan 2012 00:13
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/982

Actions (login required)

View Item View Item