Analisis strategi harga tepung terigu pada pt. indofood sukses makmur bogasari flour mills jakarta

Irwan, nugraha (2001) Analisis strategi harga tepung terigu pada pt. indofood sukses makmur bogasari flour mills jakarta. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.

[img]
Preview
PDF
17A-01-irwan-cover.pdf

Download (337kB)
[img]
Preview
PDF
17A-02-irwan-ringkasaneksekutif.pdf

Download (344kB)
[img]
Preview
PDF
17A-03-irwan-daftarIsi.pdf

Download (335kB)
[img]
Preview
PDF
17A-04-irwan-pendahuluan.pdf

Download (407kB)

Abstract

Deregulasi tataniaga impor komoditi gandum melalui kebijakan pemerintah nomor 406/MPP/KEPIII/1997, membebaskan importir umum (IU) untuk memasok komoditi gandum dan produk tepung terigu. Mekanisme yang berlaku sebelumnya adalah pemerintah melalui BULOG merupakan importir tunggal komoditi gandum. Sedangkan pihak swasta hanya melakukan proses penggilingan biji gandum menjadi tepung terigu. Hasil dari proses penggilingan diserahkan kembali kepada BULOG untuk didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah lndonesia. Selain mengatur pendistribusian, BULOG juga melakukan kebijakan penetapan harga tepung terigu dipasar. Selain itu pemerintah juga menetapkan subsidi bagi komoditi gandum. Semenjak diberlakukannya deregulasi tataniaga gandum dan tepung terigu, subsidi terhadap gandum dihapuskan dan pihak swasta bebas melakukan penjualan langsung sampai ketangan konsumen. PT. Bogasari Flour Mills merupakan salah satu perusahaan yang melakukan proses penggilingan dan telah menguasai pangsa pasar tepung terigu sebesar 90 %. Pada tahun 1999 pangsa pasar PT. Bogasari Flour Mills mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu tinggal 64.6 %. Hal ini dipengaruhi oleh masuknya impor produk tepung terigu dengan harga relatif lebih murah. Harga yang murah disinyalir karena adanya praktik dumping dari negara eksportir serta praktik underinvoice (pencantuman harga didokumen lebih rendah dari yang sebenarnya). Pada tahun 1999 pangsa pasar tepung terigu impor telah mencapai 16 %. Sisanya diperebutkan oleh industri penggiling gandum domestik lainnya yaitu PT. Berdikari Sari Utama (19.8%), PT. Sriboga Ratu Raya (5.7%) dan PT. Panganmas Persada (5.6%). Kondisi perekonomian yang belum stabil dengan diikuti oleh terdepresiasinya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS mengakibatkan harga tepung terigu meningkat tajam menyesuaikan harga gandum dipasaran dunia. Harga murah yang ditawarkan oleh importir tepung terigu menjadi kendala bagi industri domestik untuk memperebutkan konsumen. Usaha kecil dan menengah merupakan konsumen yang paling banyak menyerap hasil produksi PT. Bogasari Flour Mills yaitu sekitar 70 %. Sekitar 30.000 usaha kecil dan menengah di lndonesia sangat tergantung pada penggunaan tepung terigu (Saragih, 2000). Potensi pasar yang besar dari Usaha Kecil dan Menengah perlu dibidik secara cermat. Adanya persaingan melalui harga yang murah dari importir tepung terigu diindikasikan dapat mempengaruhi penurunan permintaan produk tepung terigu domestik terutama produk PT. Bogasari Flour Mills. Bertitik tolak dari keadaan tersebut maka penelitian lebih lanjut mengenai perilaku konsumen khususnya usaha kecil dan menengah mengenai harga dalam pengaruhnya terhadap keputusan perpindahan merek maupun faktorfaktor lainnya yang dapat mempengaruhi merupakan aspek yang penting untuk diketahui. Selain itu juga ingin diketahui perilaku pesaing dalam menetapkan strategi harganya serta kondisi lingkungan eksternal dan internal dalam industri tepung terigu. lnformasi ini dapat digunakan bagi PT. Bogasari Flour Mills untuk menetapkan strategi yang tepat dalam menghadapi kondisi persaingan. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui peran harga dalam mempengaruhi keputusan perpindahan merek tepung terigu pada konsumen usaha kecil dan menengah. (2) Mengetahui tingkat harga produk tepung terigu PT. Bogasari Flour Mills yang dapat diterima oleh konsumen usaha kecil dan menengah. (3) Mengetahui tingkat kepuasan konsumen usaha kecil dan menengah terhadap kualitas tepung terigu PT. Bogasari Flour Mills. (4) Mengkaji strategi harga sekarang berdasarkan persepsi konsumen usaha kecil dan menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yaitu terhadap konsumen usaha kecil dan menengah dan pakar lahli dibidang industri terigu maupun pangan. Tempat dan waktu penelitian adalah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung dan Lampung. Waktu penelitian adalah bulan Juli sampai dengan September 2000. Teknik pengambilan contoh untuk konsumen yaitu sebagai berikut : (1) Populasi dalam penelitian adalah konsumen industri yang menggunakan tepung terigu sebagai salah satu bahan baku yang berada di wilayah distribusi I PT. Bogasari Flour Mills. (2) Unit sampel yang ditetapkan adalah konsumen industri kecil dan menengah yang menggunakan tepung terigu dibawah 50 ton per bulan (80 ballhari) atau 1.925 Kg Ihari dan diatas 2.6 ton per bulan (4 bal Ihari) atau 100 Kg Ihari. (3). Elemen sampel adalah para pengusaha mie, kuelbiskuit atau pengusaha roti. (4) Jumlah sampel ditetapkan sebanyak 60 responden (5) Prosedur pengambilan contoh adalah dengan cara pengambilan sampel tidak berpeluang (non probability sampling) yaitu pengambilan sampel dengan cara disengaja (purposive sampling). (6) Definisi operasional variabel dibagi atas dua yaitu : (a) Independent variable terdiri atas harga bulanan tepung terigu PT. Bogasari Flour Mills, harga sebagai pertimbangan utama dalam membeli tepung terigu, apakah responden pernah berganti merek dalam pemakaian tepung terigu dan tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas tepung terigu PT. Bogasari Flour Mills. (b) Dependet Variable yaitu keputusan pindah merek pada konsumen usaha kecil dan menengah terhadap produk tepung terigu PT. Bogasari Flour Mills. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah (1) Uji validitas alat ukur (2) Regresi Logistik Analisis terhadap pengaruh harga dalam keputusan pindah merek dinyatakan dengan kriteria keputusan (Ho) = harga tidak mempengaruhi keputusan pindah merek, maka :Jika nilai p > a (0,05) maka terima Ho Jika nilai p c a (0,05) maka tolak Ho. Melalui perhitungan regresi logistik menunjukkan nilai p > a (0,05) yaitu 0,9616 > a (0,05) dimana harga tidak berpengaruh nyata terhadap perpindahan merek. Melalui perhitungan regresi logistik maka Ho diterima yaitu harga tidak berpengaruh nyata terhadap keputusan perpindahan merek. Tingkat harga produk tepung terigu diterima konsumen adalah : produk Cakra Kembar konsumen dapat menerima sampai tingkat harga Rp 63.500 sampai dengan Rp 64.500, produk Segitiga Biru konsumen dapat menerima sampai tingkat harga Rp 58.500 sampai dengan Rp 60.000, produk Kunci Biru dan Lencana Merah, konsumen dapat menerima pada ambang batas Rp 53.500 sampai dengan Rp 56.000 dan Rp 45.000 sampai dengan Rp 48.000. Tingkat kepuasan konsumen terhadap penggunaan tepung terigu Bogasari cukup baik. Sebanyak 37 responden (61.6%) dari 60 responden menyatakan puas terhadap kualitas tepung terigu Bogasari jika dibandingkan dengan uang atau harga yang ia harus bayar. Strategi harga yang dijalankan oleh PT. Bogasari adalah strategi harga netral yaitu perusahaan menetapkan harga sesuai dengan tingkat kemampuan atau daya beli konsumen serta sesuai dengan nilai ekonomis produk yang diharapkan oleh konsumen. Adapun saran yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah (1) strategi harga digunakan sebagai alat mendiferensiasikan produk untuk menimbulkan persepsi atau citra produk .yang positif. (2) Pengembangan strategi harga yang dapat dilakukan adalah high-value strategy dan high active strategy.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analisis strategi harga tepung terigu pada pt. indofood sukses makmur bogasari flour mills jakarta
Subjects: Manajemen Strategi
Divisions: Sekolah Bisnis > Perpustakaan
Depositing User: Staff-4 Perpustakaan
Date Deposited: 06 Jan 2012 00:26
Last Modified: 06 Jan 2012 00:26
URI: http://repository.sb.ipb.ac.id/id/eprint/985

Actions (login required)

View Item View Item